
riana sedang memeluk cahaya,tidak dapat dipungkiri kalo dia tidak bisa menggantikan posisi seorang ibu,dia merasa sudah gagal menjadi ibu pengganti untuk cahaya.
"maafkan momy sayang,momy janji akan mempertemukanmu dengan mamah lea" lirih riana,hatinya sangat hancur ketika menyebutkan hal itu,andai saja dia mempunyai anak kandung sendiri mungkin tidak akan sesakit ini.
riana melepaskan pelukannya,"ya sudah kamu jangan menangis lagi ya..."
cahaya mengangguk,"momy...cahaya minta maaf sudah bikin momy khawatir..."
riana tersenyum,"enggak sayang...kamu gak salah,dasar momynya aja yang engga peka,seharusnya momy yang minta maaf karena sudah membiarkan kamu rindu sama mamah" lirih riana.
"momy jangan sedih...momy gak salah,justru momy adalah anugrah terindah buat cahaya,walau cahaya bukan terlahir dari momy tapi momy begitu sangat menyayangi cahaya" ucap cahaya.
"makasih sayang...momy juga sangat bersyukur mempunyai anak secantik dan sepintar kamu" ujar riana mencubit hidung mungil cahaya.
"sekarang cahaya bermain lagi,momy mau bicara sama papih dulu ya..." lanjut riana.
"iya... mom"
riana pergi meninggalkan cahaya,dia berniat menemui sandi tapi kelihatannya sandi masih berada diruang kerja mertuanya,riana mengurungkan niatnya dan pergi ke dapur.
di dapur dia membantu art sedang memasak untuk dihidangkan nanti malam,tidak lama kemudian maira menghampiri dan ikut membantu.
"aku boleh bantu?" tanya maira.
"ibu hamil duduk saja nanti pegal loh kakinya" jawab riana.
"engga apa-apa kak...soalnya maira kesel gak ada kerjaan" ujar maira.
"ya sudah kamu kerjakan ini saja sambil duduk" riana memberikan wortel untuk di potong.
"ok..."
para ibu sedang berada di dapur,sedangkan para bapak sudah bersiap akan pergi kemasjid untuk menunaikan solat magrib.
hari sudah menjelang malam, semua berkumpul di ruang keluarga mereka di buat ketawa oleh tingkah lucu cahaya.
tetapi tidak dengan riana,terlihat dari raut wajah riana seperti tidak menikmati acara keluarga itu,dia pamit untuk pergi ke kamar.
"maaf aku pergi ke kamar soalnya kepala terasa pusing" ucap riana.
"istirahatkan saja kak..."
"iya mai..."
riana pergi ke kamar tidak lama kemudian sandi pun mengikuti riana,"aku harus menemani riana,cahaya...apa kamu mau ikut papih?"
"no...papih, momy mau istirahat cahaya takut mengganggu"
"baiklah...jangan terlalu malam tidurnya" pesan sandi.
saat dikamar sandi menghampiri riana yang sedang duduk dikursi,"ana...kamu baik-baik saja kan?" tanya sandi.
"ada sedikit yang mengganggu fikiran ku" jawab riana.
"katakanlah sayang..."
"mas...cahaya rindu mamahnya" seketika terucap dari bibir riana,sandi pun menghela nafas,"ya aku sudah tau"
sandi terdiam sejenak lalu berkata,"kalo mereka bertemu apa kamu baik-baik saja?" tanya sandi.
"aku tidak berhak untuk sakit hati ketika cahaya bertemu lea,secara mereka adalah anak dan ibu..."
"ana...maafkan aku ini semua karena keegoisanku andai saja dulu aku tidak melakukan hal itu mungkin perasaan kita tidak akan seperti ini" ucap sandi menyesal.
riana memegang wajah sandi dan berkata,"jangan membahas itu lagi,karena kita sudah membuka lembaran baru aku tidak mau kamu berlarut-larut dalam penyesalan karena aku sudah melupakannya"
"makasih sayang...kamu sudah memberiku kesempatan" ucap sandi.
"apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya riana.
"boleh sayang..."
"apa kamu gak ada niat untuk menikahi lea?" pertanyaan riana membuat sandi tidak berkutik.
"sayang...jawab dong..."
"riana dulu aku pernah ingin menikahinya sampai aku tergila-gila padanya tapi saat aku mengetahui dia yang membuatmu kecelakaan hatiku tertutup rapat-rapat untuknya" ucap sandi dalam hati.
"kamu kenapa sih...?" tanya riana membuyarkan fikirannya.
"maaf sayang...apa pertanyaan mu aku harus menjawabnya?"
riana berdecak," ck...tentu dong diantara kalian ada cahaya"
"ok...aku tidak ada niat untuk menikahi lea"
"laki-laki bajingan..." ucap riana,sontak membuat sandi kaget.
"kamu kenapa ana...?"
riana sekarang memutar Bola matanya dia kesal dengan suaminya yang tidak pernah menghargai perasaan wanita.
"coba dengarkan,lelaki yang tidak mau bertanggung jawab apa dia bukan seorang bajingan,apa lagi dia sudah merenggut kegadisannya dan menanam benih dirahimya" jelas riana.
sandi kesal dengan ucapan istrinya,"ya aku memang bajingan terus apa kamu puas?"
"aku berbicara fakta sayang..." ucap riana.
"terus...?" tanya sandi.
"aku mohon nikahi lea" jawab riana.
"kamu sudah gila..." ucap sandi kesal.
"mas...aku mohon"
"apa-apaan kamu ana...hentikan semuanya,aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan lagi,aku gak mau menyakiti kamu lagi sayang..."lirih sandi.
"kamu tidak menyakiti aku tapi ini permintaan ku" ujar riana.
"tidak...aku tidak akan melakukannya" ucap sandi lalu dia mengambil kunci mobil dan pergi.