Humaira

Humaira
Bab 40 riana sadar dari koma



sudah satu bulan maira dan fariq menjalani rumah tangga,mereka menghiasinya dengan suka duka saling menyayangi,mengasihi dan memberikan perhatian satu sama lain.


seperti biasa fariq berada di rumah sakit,waktu menunjukkan pukul 12.00 waktunya fariq beristirahat dan menjalankan solat Dzuhur,setelah melaksanakan solat fariq berniat menyempatkan menemui sandi dan istrinya,kebetulan dari tadi sandi sudah berada di rumah sakit.


diruangan sandi sedang menggantikan baju istrinya,ternyata itu sudah pekerjaan rutin bagi sandi kalo dia sedang bersama istrinya,tidak lupa sandi mencium kening,pipi dan bibir istrinya,setiap sandi melakukan hal itu terasa sesak di dada jika dia ingat dengan perbuatan lea,tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena lea juga adalah ibu dari anaknya dan pernah mengisi relung hatinya.


"aku terlalu bodoh sudah menyakiti tiga wanita sekaligus,aku sudah egois,aku melakukan sesuka hatiku tanpa melihat orang di sekelilingku...maafkan aku riana,maafkan aku lea maafkan papahmu ini cahaya" ucap sandi sambil terisak menangis menyesali perbuatannya.


saat sandi tertunduk dan menangisi yang sudah terjadi,tangan Riana bergerak matanya perlahan membuka dan dia mengedarkan penglihatannya,terlihat suaminya tertunduk sandi belum menyadari keadaan riana yang sudah bangun dari komanya.


saat sandi mengangkat kepalanya mata sandi membulat melihat istrinya membuka mata untuk pertama kalinya dari koma.


"apa aku tidak sedang bermimpi?" tanya sandi pada diri sendiri,lalu sandi menampar pipinya sendiri "aw...sakit..."


riana melihat kearah sandi yang sedang melakukan hal konyol,riana mulai menggerakan mulutnya tapi masih kaku.


"ini nyata" ucap sandi.


"sayang...akhirnya kamu sadar..." sandi sambil mengusap puncak kepala riana,ingin sekali sandi memeluk istrinya.


saat sandi menikmati momen yang dia tunggu tanpa disadari fariq sudah berdiri di dekatnya,fariq menyaksikan kuasa Allah bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalo sang pencipta sudah berkehendak.


sandi dan fariq saling melihat satu sama lain,fariq memeluk sandi yang sekarang dia anggap sebagai temannya.


sandi menangis di pelukan fariq, "dia sadar riq...istriku sudah sadar..." isak sandi.


"syukur Alhamdulillah Allah sudah membuktikannya pada kita kalo semua ini adalah kuasanya" ucap fariq.


sandi melepaskan pelukannya," apa yang kamu katakan memang benar, terima kasih kamu selalu mensuport ku".


"sama-sama Kitakan teman" ujar fariq yang membuat sandi tersenyum.


beberapa menit dari sadarnya,dokter menyimpulkan kalo riana akan sehat seperti sedia kala,alat medis sudah di copot dari tubuh istri sandi,tapi riana harus tetap mendapat perawatan karena belum sembuh total.


"selamat ya..aku ikut bahagia" ucap fariq.


"terima kasih teman,hari ini adalah hari kebahagiaanku tidak bisa kuucapkan dengan kata-kata" ujar sandi.


"baik lah kalo gitu aku harus bekerja lagi,riana aku akan membiarkan kalian berduaan dulu untuk melepas rindu" ucap fariq pada riana,tapi tidak ada jawaban dari mulut riana karena dia masih belum sepenuhnya pulih.


fariq pergi meninggalkan sandi dan riana,saat fariq di luar dia menghubungi istrinya maira.


("assalamualaikum") ucap maira saat mengangkat telepon dari suaminya.


("waalaikumsalam") jawab fariq.


("ada apa sayang ?")


("ada berita gembira,riana istri sandi sudah sadar dari komanya")


("besok saja sayang")


("besok kan hari minggu,kamu kan waktunya istirahat!")


("tidak apa-apa, lagian aku juga mau ngajak kamu jalan-jalan")


("makasih sayang...maira juga pengen menghirup udara luar ")


("sama-sama,kalo gitu aku kerja dulu ya")


("iya...assalamualaikum")


("waalaikumsalam istriku yang cantik")


saat fariq memutuskan panggilannya terdengar pasien yang berada di sana saling berbisik.


"aduh...pak dokter romantis juga ya..." ucap salah seorang pasien.


"romantis sama istri wajibkan" ujar fariq sambil pergi memasuki ruangannya.


sandi masih menggenggam tangan istrinya sesakali dia mencium punggung tangan riana.


"sayang...aku bahagia melihat kamu sudah sadar, kamu tahu tidak 2 tahun aku menunggu momen ini,aku yakin ini buah dari kesabaran ku selama ini" ucap sandi dan di balas dengan tatapan riana.


hari sudah menjelang malam fariq sedang menceritakan kejadian tadi siang di rumah sakit.


"kalo aku boleh tahu,sandi teman SMP atau teman SMA?"


fariq tersenyum,"kita berteman tidak harus disekolah...." maira mengernyit.


"sandi dia orangnya baik sama seperti gilang orangnya ker...." jelas fariq.


"beruntung ya punya teman-teman yang baik" ujar maira.


"besok jadikan ke rumah sakit?" tanya fariq.


"jadi dong...kan ada yang ngajak jalan-jalan" jawab maira.


"kalo gitu ayo kita tidur karena besok kita akan menghabiskan waktu diluar sana" ajak fari.


"memangnya besok jam berapa kita berangkat?" tanya maira.


"pagi-pagi sekali,kita kerumah sakit dulu lalu kita jalan-jalan" jawab fariq.


"yeee..."teriak maira seperti anak kecil.


bersambung....