Humaira

Humaira
Bab 14 surat pengunduran diri



fariq terbangun dari tidurnya,kepalanya terasa berat akibat semalam dia menangisi kepergian kakek,fariq berfikir kalo dia sangat bodoh tidak mendengarkan perkataan kakek,dia merasa ini adalah kesalahan terbesar dia meninggalkan kakek demi perempuan yang sudah mengkhianatinya sampai di waktu kakeknya sakit dia tidak berada di sisinya,sekarang hanya penyesalan yang fariq rasakan.


didapur bibi sedang menyiapkan makanan untuk fariq dan gilang,dia sangat cekatan ketika sedang memasak.


"bi...fariq sudah turun?",tanya gilang.


"belum den,mungkin tidur lagi",jawab bibi.


"kalo gitu biar saya bangunin",gilang pergi menuju kamar kakek ketika membuka pintu fariq terlihat sedang duduk di balkon kamar kakeknya,gilang pun menghampiri.


"sarapan yuk",ajak gilang.


"duluan saja,aku gak berselera makan",ujar fariq.


"ayolah bro,dari kemarin aku gak lihat kamu makan jangan kaya gini kamu harus maksain makan biar gak cepet sakit,kakek gak bakalan senang lihat lo berlarut-larut dalam kesedihan",ucap gilang.


"please lang,jangan paksa aku kamu aja yang makan".


"ok kalo begitu tapi ingat mungkin hari ini kamu masih berkabung tapi besok-besok kamu harus merelakan kepergian kakek",gilang menepuk pundak fariq lalu keluar dari kamar.


lea sedang membereskan berkas-berkas di kantor yang beberapa hari dia tinggalkan.


"selamat pagi lea",ucap seorang pria yaitu bos dimana tempat lea bekerja.


"selamat pagi pak",ucap lea tanpa semangat.


"oh iya bagaimana seru kan pestanya?".


lea tersenyum dan memberikan sebuah amplop kepada bosnya.


"ini apa?",tanya bos.


"itu surat pengunduran diri",jawab lea.


"dari siapa?".


lea tersenyum,"lebih baik bapak buka saja di dalam".


bos pun masuk kedalam ruangan sambil membuka isi amplop,saat dia membacanya dia langsung memanggil lea lewat telepon.


diluar sana lea masih berdiri dengan hati deg...degan...dan lea pun masuk kedalam ruangan.


"iya,pak".


"kamu yakin dengan ini?",tanya bos.


"saya sudah pikirkan matang-matang pak",jawab lea.


"hari gini nyari kerjaan susah lea",ucap bos.


lea diam,memang benar apa yang dikatakan bosnya dia tidak mungkin mendapat kerjaan secepatnya.


"baiklah kalo itu keputusan kamu,apa boleh tahu alasan kamu mengundurkan diri?".


sebelum lea menjawab tiba-tiba sandi datang dan berkata,"aku yang memintanya aku ingin dia menjadi sekertarisku lagi".


"apa-apaan ini kamu nyuruh lea mengundurkan diri,sedangkan masih banyak yang harus dia kerjakan",ucap bos.


"sorry bro,aku baru mau bilang tapi lea sudah mendahuluinya memberikan surat itu",jelas sandi.


"sekertarisku dipecat karena dia tidak bisa bekerja seperti lea,kamu jangan khawatir bukan kah kamu masih ada sekertaris cadangan kemarin waktu lea ke luar kota?",lanjut sandi.


"aku benar-benar gak ngerti apa yang ada di fikiranmu, kalo bukan kamu yang seperti ini sudah ku ajak main tinju",ucap bos.


sandi memberikan kode kepada mantan bos lea bahwa ada sesuatu yang lea tidak tahu.


flashback


waktu lea meninggalkan sandi,dia benar-benar tidak mempunyai pekerjaan dia mencoba melamar kesebuah perusahaan tapi tak diterima,lea tidak putus asa karena dia berniat akan mengambil anaknya setelah dia sukses nanti.


lea terus mengirimkan lamaran pekerjaan sampai akhirnya lea dipanggil untuk interview dan lea pun di terima,tanpa lea ketahui di belakang itu ada campur tangan sandi karena pada saat itu perusahaan yang dipegang bos lea sangat membutuhkan sekertaris yang cekatan,dan sandi pun membiarkan lea bekerja di sana tapi dengan catatan kalo sandi membutuhkan lea lagi,dia akan mengambilnya karena pada awalnya lea bekerja menjadi sekertaris sekaligus wanita simpanan sandi.


"baik lah lea kamu boleh pergi saya tidak bisa menahanmu,selamat juga kamu sudah memiliki bos baru".


"terima kasih,berkas-berkas sudah saya siapkan untuk diberikan kepada sekertaris baru",ucap lea dan dia keluar melewati sandi yang sedang berdiri.


fariq sedang melihat poto-poto di layar ponselnya,terlihat dia dan kakek sedang berpose,ketika dia menggeser layarnya terlihat wanita cantik berambut panjang tersenyum lebar menghiasi layar ponsel.


hati fariq begitu sakit ketika melihat poto lea dan dia teringat dengan kejadian malam itu dadanya terasa sesak dan ingin berteriak sekeras-kerasnya,fariq membanting hpnya sampai tidak utuh lagi.


lea berjalan menuju parkiran,lalu dia menggantungkan kunci motornya,saat dia akan menstater motornya tiba-tba sebuah tangan mengambil kunci motor itu.


"kamu mau kemana?",tanya sandi.


"kamu kenapa mengambil kunci motorku",ucap lea kesal.


"jawab,kamu mau kemana?".


"apa aku harus jawab,apa hak kamu?".


"lea,aku tahu kamu masih kesal padaku tapi tolong jangan kaya gini,aku mau kamu kerja lagi di perusahaanku",pinta sandi.


"kamu jangan seenaknya menyuruhku semaumu",ujar lea.


"seharusnya kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan",lanjut lea.


"apa yang aku lakukan?sudah jelas kamu yang memulainya",ujar sandi.


"kalo kamu gak datang kekamarku mungkin aku juga gak bakalan lakuin hal seperti itu",ucap lea.


"aku gak tahu kalo kamu satu kamar dengan kekasihmu,lagian kamu harusnya tahu kalo di sana ada fariq kekasihmu".


lea menutup mata,dan mengambil kunci yang sedang di pegang sandi dan dia buru menstaternya tapi sandi menahannya dengan tangan.


"ingat lea kamu akan kembali lagi pada ku,dan aku janji akan memperjuangkanmu",sandi langsung mengecup kening lea lalu pergi.


lea pun menangis,kenapa dia tidak bisa pergi dari pelukan sandi kenapa juga sandi begitu mempertahankan cintanya,sebegitu besarkah cinta sandi pada lea.


bersambung...