Humaira

Humaira
Bab 38 gunjingan warga



fariq sudah mulai masuk kerja dia pagi-pagi sudah berada di rumah sakit,kedatangannya di sambut dengan gurauan teman-teman dan asistennya.


sedangkan maira masih berbaring di ranjang keadaannya belum pulih benar,terlihat bibi mondar mandir masuk keluar kamar majikannya.


ting.. teng... suara bel rumah berbunyi,bibi segera membuka pintu, di dapatnya pak satpam yang sedang berdiri.


"ada apa pak?" tanya bibi.


"anu loh bi...orang yang maki-maki nona maira kemarin ada didepan, saya tidak berani ijin dia masuk takut bikin onar lagi"


"sama bibi juga takut.. bilang aja yang punya rumah sedang keluar" perintah bibi.


"saya sudah bilang tapi dia tetap maksa"


"tahan saja dulu saya telepon den fariq dulu" ujar bibi.


bibi kembali menutup pintu saat membalikkan tubuhnya maira sudah berada di hadapannya.


"siapa bi?" tanya maira.


"anu...non...salah alamat" ucap bibi.


"oh..."


saat maira melangkah akan kembali terdengar teriakan seorang wanita.


"hei...keluar wanita j***g kamu sudah merebut calon suamiku..." teriak karin.


sontak maira melihat dari dalam lewat jendela," mau apa lagi dia kesini?"gumam maira.


"non...sudah lebih baik nona istirahat saja,jangan dengarkan wanita itu" ucap bibi.


"ini gak bisa dibiarin bi...ini sudah melawati batas".


maira pergi keluar dan dia menghampiri karin yang sedang membuat kegaduhan warga pun berkerumun di depan gerbang rumah fariq.


"dengar ibu-ibu wanita di dalam bukan wanita baik-baik dia sudah mengguna-guna calon suami saya" ucap karin.


"ada apa ini?" tanya maira yang menghampiri karin dan warga.


"hei kamu wanita rendahan jangan coba-coba bersembunyi di balik kerudungmu itu buka topengmu aku sudah tahu kelakuanmu" ucap karin.


"iya sebaiknya kamu taubat sebelum ajal menjemput kalo mau cari suami jangan pake cara kotor dong,pake guna-guna segala" ucap salah seorang warga.


"astagfirullah haladzim" ucap maira menutup mulutnya.


tiba-tiba pak rw dan aparat kampung datang,"ada apa ini ribut-ribut di depan rumah orang" tanya pak rw.


"ini loh pak ada orang yang mau punya suami tapi pake guna-guna,gak jaman neng..." ucap salah seorang warga.


"eh...jangan sembarang menuduh orang apa kalian punya bukti?" tanya pak rw pada warganya.


semua yang berada disana saling berbisik membicarakan maira.


"kamu siapa lagi,pasti kamu yang menghasut warga di sini ya?" tanya pak rw pada karin.


"saya adalah korban dia,calon suami saya di rebut olehnya..." jawab karin.


"bohong pak...dia dalang semua ini" ucap pak satpam.


"iya...kamu harus sadar diri buktinya kemarin den fariq sangat khawatir sama nona maira saat dia menghilang apa lagi kamu menampar nona den fariq jelas-jelas khawatir" jelas pak satpam lagi.


semua semakin terdengar ricuh saat mendengar penjelasan bibi dan pak satpam.


"uuuh...dasar kamu yang rendahan" salah seorang warga menunjuk pada karin.


"iya dasar wanita tidak tahu malu,suka sama suami orang" ucap lagi warga yang lain.


"diam kalian...heh...ingat urusanku belum kelar..." ucap karin kepada maira lalu meninggalkan warga yang berkerumun.


"huuuuuh...." teriak semua yang berada disana pada karin saat dia pergi.


"sudah-sudah makannya jangan menghakimi orang kalo kita tidak tahu yang sebenarnya" ucap pak rw.


"iya kami salah...maaf ya neng ucapan kami sudah membuat neng sedih" ucap salah seorang warga.


maira pun mengangguk, "tidak apa-apa semua manusia kan tempatnya salah" ucap maira.


"maafkan ya neng warga saya" ucap pak rw.


"sama-sama pak".


pak rw dan warga pun pergi,terlihat maira yang sedari tadi berdiri dan menunduk tidak tahan atas ucapan karin tiba-tiba saja air matanya jatuh.


"non...yang sabar ya,mungkin ini awal ujian pernikahan nona" ucap bibi.


"iya bi...makasih bibi sama bpk sudah bantu maira" ucap maira saat tangisannya pecah.


di rumah sakit fariq teringat dengan istrinya kenapa hatinya tak tenang saat meninggalkan maira dirumah tapi dia buang jauh-jauh fikirannya,dia melanjutkan kembali aktivitasnya.


dirumah maira sedang menonton tv di temani bibi,dia sesekali melihat arah jarum jam,belum ada tanda-tanda suaminya pulang.


"bi...kak fariq biasa pulang jam berapa?" tanya maira.


"gak tentu non...kadang sore hari kadang larut malam" jawab bibi.


"heem..."


"memangnya kenapa non?" tanya bibi.


"enggak aku cuma mau masakin buat ka fariq" jawab maira.


"tapi non kan lagi sakit!"


"sekarang sudah baikan bi...gak enak kalo diem terus sakitnya makin parah" ujar maira.


"kalo begitu bibi bantu ya"


"bibi kan mau pulang!"


"nanti aja masih siang kok,bibi kan mau bantu nona dulu" ucap bibi.


"oh...ayo bi kita kedapur" ajak maira.


bersambung....