
di kediaman maira,dia sedang santai di taman yang berada disamping rumah sambil mengutak-atik ponselnya mencari sebuah kontak lalu mengirimkan sebuah pesan WA pada kakaknya fahmi.
maira sangat merindukan keluarganya dipanti,sudah beberapa bulan maira tidak berkunjung semenjak kehamilannya semakin mendekati persalinan.
di dalam rumah fariq melihat istrinya lalu dia menghampiri maira yang sedang asyik.
"kamu sedang apa sayang?" tanya fariq sambil mencium pucuk kepala maira.
"aku sedang mengirim pesan pada kak fahmi" jawab maira.
"kamu kangen sama mereka?" fariq bertanya lagi.
"jangan tanya sayang...kamu pasti sudah tahu" ucap maira fariq pun tersenyum.
"masuk yuk...anginnya kenceng banget nanti masuk angin" ajak fariq.
maira pun menuruti ajakan fariq,mereka masuk kedalam rumah dan berakhir di kamar,maira mencoba membaringkan tubuhnya karena pinggangnya sudah terasa sakit.
fariq ikut membantu maira,dia begitu telaten menjaga istrinya,di kecup kening maira.
"aku tidak ingin kehilangan mu,karena kamu satu-satunya yang aku punya dan calon bayi kita" ucap fariq.
"jangan sayang...kalo kamu seperti ini suatu saat aku pergi kamu pasti akan terlalu sakit,sewajarnya saja karena aku bukan hanya milikmu tapi aku juga milik sang pencipta,suatu saat aku akan memenuhi panggilannya mau tidak mau" tutur maira.
fariq terdiam kenapa dia begitu takut kehilangan maira,dia begitu amat menyayangi maira.
"iya sayang...aku tahu semua ini hanya milik tuhan,kamu,anakku dan semua yang aku punya" akhirnya fariq mencoba untuk menyadari semuanya.
"kak...apa kak sandi sudah pulang kerumah atau belum ya?" tanya maira tiba-tiba teringat pada kakak kandungnya,
"mungkin dia sudah pulang,dia bukan tipe orang yang kejam meninggalkan istrinya begitu saja" ucap fariq.
"aku salut sama kak riana,dia mengorbankan perasaannya untuk kebahagiaan cahaya,bagaimana pun aku sangat yakin kalo cahaya lah alasan utama kak riana" ujar maira.
"mudah-mudahan saja rumah tangga mereka membaik,karena aku yakin tidak mudah seorang perempuan rela memberikan apa yang mereka punya pada wanita lain" tutur fariq.
"memang benar sayang,apa lagi masalah hati..." ucap maira.
"apa papah sudah memberikan kabar?" tanya fariq.
"sudah,katanya besok dia akan pulang,karena urusannya di percepat" jawab maira.
maira dan fariq tidak mengetahui kalo papah ikbal menemui lea,yang tahu hanya riana karena dia yang meminta pada mertuanya untuk mempertemukan dia dengan lea.
beralih pada riana,dia sekarang sedang menyiapkan makan malam di bantu dengan art,di tata dengan sedemikian rapih,walaupun dia terlahir dari anak konglomerat tapi sikapnya tidak manja dia tipe wanita mandiri,semenjak dia menikah dengan sandi dia tidak pernah mengunjungi keluarganya karena pernikahannya tanpa restu orang tuanya.
sandi yang mulai turun dari lantai atas sambil memegang tangan anaknya untuk makan bersama,mereka sudah berada di dekat meja,riana meladeni keduanya.
"momy,kenapa kakek belum pulang?" tanya cahaya.
riana menjawab," kakek sedang berada di negara J jadi malam ini kakek tidak pulang"
"kenapa kamu kangen sama kakek?" sandi bertanya pada cahaya.
"rumah ini sepi kalo tidak kakek,tidak ada yang manggil cahaya untuk diajak belajar" ucap cahaya.
"kan ada papih,sekarang papih akan menggantikan kakek" ucap riana sambil melirik suaminya,sandi pun menghela nafas.
"kenapa,itu hal yang baguskan ?" tanya riana.
"iya...papih akan menjadi guru les dadakan" ucap sandi sambil memasukan sepotong daging kedalam mulutnya.
"yee..." cahaya bersorak gembira.
"sudah...sudah...ayo makan" ujar Riana.
setelah makan cahaya dan sandi langsung pergi ke ruang keluarga,sandi mencoba mengajari cahaya belajar membaca.
sebelum di mulai,cahaya terlebih dahulu memberikan sebuah buku gambar dia menunjukkan kalo dia menggambar sebuah keluarga kecilnya.
"ayah lihat apa yang aku gambar" ucap cahaya ingin sekali ayahnya melihat hasil karya nya.
sandi memperhatikan satu persatu,disana terlihat gambar manusia yang asal-asalan,sandi pun tersenyum mengingat pada masa kanak-kanaknya dulu,dia juga pernah melakukan hal yang sama seperti anaknya.
"bagus...siapa yang mengajarimu?" tanya sandi.
"aku menggambar sendiri papih" jawab cahaya.
"pintar sekali anakku ini..." ucap sandi sambil mencubit pipi cahaya.
sandi mengamati hasil menggambar cahaya, terlihat ada 4 orang jenis manusia yang digambar anaknya,sandi sudah paham maksud gambar tersebut,cahaya menggambar anggota keluarga kecilnya.
disela menemani cahaya belajar,fikiran sandi masih tertuju pada keinginan istrinya,dia bertekad untuk memberikan alasan kenapa dia menolak permintaan riana.
"sayang...kita akhiri belajarnya,papih ada urusan sebentar jadi papih harus kembali ke kamar..." ucap sandi.
"iya papih...cahaya juga sudah mengantuk"
mereka pun pergi ke kamar masing-masing,saat sandi sudah berada di kamar dia melihat istrinya sudah tidur dengan memakai pakaian dinasnya.
sandi ikut berbaring di sampingnya,niat dia ingin membicarakan alasannya berubah jadi nafsu karena melihat tubuh sexy riana.
di kecupnya bahu riana,ingin sekal dia mencumbunya,tapi dia tahan dia tidak mau mengganggu riana yang sudah tertidur.
tiba-tiba saja riana terbangun,dia melihat suaminya sudah berada disampingnya," mas...apa cahaya sudah tidur?" tanya maira.
"aku gak tahu,tapi dia sudah masuk ke kamarnya katanya sudah mengantuk" jawab sandi.
riana bangkit dari tidurnya dia hendak pergi ke kamar cahaya untuk melihat cahaya.
"kamu mau kemana sayang?" tanya sandi melihat istrinya membuka pintu.
riana menjawab," aku akan memastikan cahaya apa dia sudah tidur atau belum".
riana keluar dari kamarnya kemudian masuk kedalam kamar cahaya,dengan hati2 menghampiri cahaya,"kamu sudah tidur nak...mimpi yang indah sayang..."ucap riana mencium pipi anak sambungnya.
hari sudah pagi,riana mencoba membangunkan suaminya,"sayang...bangunlah hari ini waktunya ke kantor nanti kamu terlambat".
sandi membuka matanya,dilihatnya riana yang sudah bersiap untuk turun keluar kamar.
"sayang...kemarilah"
riana mendekat dan ditariknya tangan riana sampai jatuh pada pelukan sandi,"kamu cantik sekali" bisik sandi.
"jangan gini mas,aku harus membangunkan cahaya dia hari ini masuk sekolah" ujar riana.
"abisnya kamu ngangenin..."rayu sandi.
"kalo aku ngangenin kenapa dulu kamu selingkuh?" tiba-tiba keluar dari mulut riana begitu saja tanpa dia sadari.
sandi pun melepaskan pelukannya,dan bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi.
"kenapa kau ini mulut bicara seenaknya saja" gumam riana sambil memukul mulutnya.
di kamar mandi sandi menyalakan shower dia membiarkan tubuhnya di basahi air,ucapan istrinya tadi membuat sesak di dada,penyesalannya semakin mendalam andai saja waktu bisa di putar kembali.
bersambung....