
waktu begitu cepat kandungan maira sekarang menginjak 8 bulan dan kakaknya fahmi sekarang sudah bahagia karena kelahiran putri pertamanya bersama rahmi.
di kediaman fariq,maira hendak pergi ke rumah sakit,seperti biasa sebulan sekali dengan rutin maira memeriksakan kandungannya kerumah sakit,walaupun suaminya adalah dokter kandungan tapi dia seperti yang lainnya mengantri menunggu giliran.
maira pergi kerumah sakit ditemani bibi,saat dia sedang duduk diruang tunggu namanya dipanggil,"nyonya humaira..."
seketika maira bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam ruangan.
"sayang...ayo berbaringlah" fariq membantu maira berbaring ketika sudah berada di ruangan pemeriksaan.
fariq akan melakukan usg pada maira,"sayang...bayi kita semakin hari semakin bagus perkembangannya" ucap fariq.
"syukurlah...tapi aku masih penasaran dengan jenis kelaminnya" ucap maira penasaran.
"sebentar ya..." fariq masih mencari posisi alat kelamin calon bayinya.
mereka pun dibikin penasaran,"bagaimana?" tanya maira.
fariq tersenyum ketika melihat pada layar,"laki-laki sayang...sepertinya bayinya laki-laki "
"oh...ya..."
"tapi ini hanya perkiraan manusia saja selebihnya hanya tuhan yang tahu" jelas fariq.
"iya sayang..."
setelah selesai di usg fariq membantu maira bangun dari berbaring dan kembali ke meja dia menuliskan resepnya,"ini seperti biasa ambil diapotek"
"makasih pak dokterku..." maira pergi keluar dibantu oleh asisten suaminya.
terus maira berjalan menuju apotek dan menyerahkan resep dari suaminya.
setelah selesai maira dan bibi pergi,tapi hari masih siang,maira belum ingin pulang dia berfikir kalo dia mending kerumah papahnya karena sudah lama tak berkunjung,maira langsung memberi kabar pada suaminya.
maira sudah sampai dirumah papahnya,mereka sedang berbincang mengenai kehamilan maira,sedangkan riana sedari tadi hanya mendengarkan perkataan maira.
"mai...kamu beruntung ya bisa merasakannya" lirih riana.
"kak...insyaallah suatu saat nanti kakak juga akan seperti maira,susah jalan,berdiri apalagi tidur,asal kita bersabar..." tutur maira.
"iya.. semoga saja, kakak mau sekali memberikan adik pada cahaya" ujar riana.
papah ikbal yang sedang meminum secangkir kopi pun ikut nimbrung,"riana...papah harap kamu akan selalu bersabar,bagi papah kamu menyayangi cahaya sudah buat papah bahagia"
"riana juga sama pah...riana bahagia bisa memiliki cahaya walaupun dia bukan berasal dari rahimku tapi hati ini sungguh menerima kehadirannya".
"wah...wah...ternyata ada tamu spesialnya papah" ucap sandi mereka pun menoleh.
"apa kabar sayang..." ucap sandi pada maira adiknya.
"baik kak..."
"jam segini sudah pulang?" tanya papah ikbal.
"iya pah...aku sepertinya lagi gak enak badan" jawab sandi.
"kenapa kak?" tanya maira.
riana menjawab,"sepertinya semalam kurang tidur,karena terlalu fokus pada pekerjaan,jam 3 subuh baru tidur"
"jangan seperti itu tidak baik untuk kesehatan"pesan papah ikbal.
"ya terserah kamu saja..." ucap papah ikbal dengan nada datar.
"maira...kamu tidur saja disini bukannya fariq besok libur kerja?" tanya papah ikbal.
"maira gak janji pah..." jawab maira.
"biar papah bicara pada fariq".
hari sudah sore,sandi dan riana berada dikamar mereka sedang menikmati suasana romantis,sedangkan cahaya sedang berada dikamarnya ditemani maira.
mereka sedang asyik mengobrol,"kakak...cahaya tadi di sekolah senang sekali,karena banyak teman"
"oh...ya..."
"iya kak...nanti cahaya mau ajak teman-teman ke sini" ucap cahaya.
maira mendengarkan cahaya yang dari tadi menceritakan suasana di sekolahnya.
"kakak...kenapa kak fariq belum kesini?"
"kak...fariq masih kerja sayang..." maira mencubit pipi cahaya karena gemas.
"kak...cahaya boleh curhat gak?" cahaya bertanya dan membuat maira terkejut,anak seperti cahaya sudah tahu curhat.
"memangnya cahaya mau curhat apa?" tanya maira balik.
"tapi kakak jangan bilang-bilang sama mamih dan papih ya" ucap cahaya.
"kenapa sayang?" tanya maira.
"cahaya takut kalo papih sama mamih sakit hati" ujar cahaya.
"oh...coba dong mau curhat apa?"
"cahaya kangen mamah" ucap cahaya membuat maira terdiam,ternyata cahaya merindukan lea,karena sampai saat ini lea tidak pernah memberi kabar.
"cahaya...kalo kamu kangen mamah berdoa saja sayang,minta agar mamah di beri kesehatan dan bisa secepatnya bertemu cahaya lagi" tutur maira.
"cahaya sering berdoa kak...agar bisa bertemu sama mamah tapi mamah gak pernah telepon cahaya" jelas cahaya dengan ciri khas bicara anak kecil.
maira memeluk cahaya dan berkata," sabar sayang,mungkin mamah sibuk kerja" maira mencoba menenangkan.
papah ikbal mendengar hal itu karena pintu kamar cahaya sedikit terbuka,tidak menunggu lama papah ikbal mendekati anak dan cucunya.
"maira...fariq sudah datang sebaiknya kamu temui dia" ucap papah ikbal.
"baik pah...sayang kak maira mau menemui kak fariq dulu ya" ucap maira sambil mengusap kepala cahaya.
maira pergi keluar dan papah ikbal menemani cahaya," bagaimana kamu betah gak disekolah baru?"
"betah dong kek..." jawab maira.
"sekolahnya harus rajin ya biar cahaya makin pintar" pesan papah ikbal.
"siap kek..."
papah ikbal pun tersenyum melihat tingkah cahaya,dia kasian pada cahaya karena sudah merindukan mamahnya,seharusnya diusianya sekarang di butuhkan adalah kasih sayang dari seorang ibu kandung.
bersambung....