Humaira

Humaira
Bab 82 art baru ratna



keesokan paginya maira dan fariq seperti biasa menjalankan aktivitas masing-masing,fariq yang masih dikamar sedang bercermin menyisir rambutnya.


setelah selesai,fariq pergi keluar kamar tapi dia mengingat sesuatu ternyata dzakir,bayi itu masih terlelap tidur fariq mencium keningnya,"nak...abi berangkat kerja dulu ya" ucap fariq tersenyum melihat ketampanan anaknya.


tidak ingin lama-lama karena waktu begitu cepat,fariq pergi meninggalkan anaknya yang masih tertidur,saat dia sudah berada di meja makan terlihat istrinya yang sudah membuatkan bekal untuknya.


"ayo sayang sarapan dulu,dan ini seperti biasa bekal cinta untuk makan siang nanti" ucap maira sambil mencium pipi fariq.


"terima kasih,kamu sudah menyempatkan membuatkan bekal untukku" ucap fariq.


"sama-sama sayang..." ujar maira,mereka pun sarapan bersama.


di sela-sela sarapan fariq menanyakan soal anak bibi yang akan bekerja di rumahnya," apa sudah ada kabar tentang anaknya bibi?".


"sudah sayang,hari ini dia kesini kata bibi dia senang sekali bekerja di rumah kita,katanya keinginan sedari dulu" jawab maira.


fariq mengernyitkan keningnya dan berkata,"anak bibi yang mana ya,setahuku bibi hanya punya anak tiga,satu perempuan yang duanya lagi laki-laki"


"mungkin yang perempuan,kalo dia hanya memiliki anak perempuan satu-satunya" tukas maira.


"kalo anak perempuan aku kenal,dia namanya ratna aku dan dia umurnya hanya beda 2 tahun,dulu dia sering kesini kalo libur sekolah sering bantuin bibi disini" jelas fariq.


"oh gitu...tapi entahlah anak atau anak menantunya kita belum tahu" ucap maira.


"iya...."


di rumah papah ikbal,mereka melakukan hal yang sama seperti dirumah maira,mereka sedang sarapan bersama.


terlihat cahaya yang sudah selesai sarapan nya dan bersiap pergi ke sekolah,"masuk sekolah jam berapa sih pagi-pagi sudah mau berangkat sekolah" tanya sandi datar.


riana yang mendengar dan melihat ekspresi suaminya lalu menjawab," masuknya jam 8,tapi karena cahaya anak yang pintar jadi dia tidak mau kesiangan jadi dia memutuskan untuk berangkat lebih awal,iyakan nak...?"


"iya papi...jadi hari ini cahaya akan diantar ke sekolah oleh papi" ucap cahaya.


sandi pun batuk mendengarnya,"kenapa sandi?" tanya papah ikbal.


"tidak pah..."


"mas...jadi tolong ya sebelum kekantor antar cahaya dulu ke sekolah" pinta riana.


sandi pun menganggukkan kepalanya,"yeee..." teriak cahaya kegirangan.


riana pun tersenyum melihat cahaya bergembira,"sudah sebaiknya kita ke depan" ajak riana.


papah ikbal pun sudah terbiasa dengan kebisingan dirumahnya,demi kebahagian riana dia pun rela terganggu,tapi bukan berarti dia tidak menyayangi cahaya.


setelah selesai sarapan sandi pamit pada papah ikbal untuk pergi bekerja,"sandi berangkat dulu pah".


"hati-hati dijalan,jaga cahaya..." ucap papah ikbal.


sandi pun melangkah keluar rumah,di sana riana dan cahaya sudah menunggunya di luar,cahaya mencium punggung tangan riana,riana pun melakukan hal yang sama pada sandi.


sandi pun mencium kening istrinya,"hati-hati di rumah sayang,jangan terlalu banyak bekerja aku tak mau kamu sakit" pesan sandi.


"kamu persis seperti cahaya,sama-sama takut aku sakit" ucap maira.


sandi pun memberikan senyuman pada riana,"tentu sayang aku kan papinya,dan asal kamu ingat aku belum bisa kehilanganmu" ucap sandi mendekati riana.


"papi...ayo berangkat,nanti ngerayunya kalo sudah pulang" teriak cahaya dari dalam mobil.


riana dan sandi pun terkekeh mendengar perkataan anaknya,"tuh kan jadi di omelin anaknya" ujar riana.


"aku berangkat sayang..." ucap sandi meninggalkan riana,seketika mobil sandi berjalan pergi...


setelah mereka benar-benar pergi,riana kembali kedalam rumah,saat dia melangkahkan kakinya papah ikbal sudah duduk tepat di sofa depan,"papah..."


"riana...papah mau ke rumah maira apa kamu mau ikut?" ajak mertuanya.


"sebenarnya aku sedang tidak enak badan tapi kalo ke rumah maira tidak ada salahnya aku juga belum bertemu dengan anaknya,tunggu ya pah aku ambil dulu tas" ucap riana sambil pergi mengambil tasnya.


"bagaimana pertemuan mu dengan wanita itu?" tanya papah ikbal.


"baik pah..." jawab riana singkat.


"lalu apa kamu membicarakan rencana mu itu?" tanya papah ikbal lagi.


"dia menolaknya sama seperti mas sandi,apa lagi dia sudah bertunangan" lirih riana.


papah sandi menoleh pada menantunya yang duduk disampingnya," lalu bagaimana dengan perasaanmu?"


"aku tidak bisa memaksa mereka,tapi aku sudah lega pah,sepertinya cahaya juga memiliki perasaan yang sama sepertiku,sama-sama takut kehilangan" tutur riana.


"baguslah,kamu juga berhak untuk bahagia" ucap papah ikbal.


mereka sudah sampai di rumah maira,riana dan papah ikbal disambut dengan orang yang tak dikenal,dia adalah art baru yaitu ratna anak bibi art fariq.


"selamat siang,bapa sama ibu ada keperluan apa?" tanya ratna.


"saya papahnya maira" ucap papah ikbal datar.


ratna pun membungkukkan badannya,"maaf pak...nona ada didalam silahkan masuk" ucap ratna.


papah ikbal dan riana masuk kedalam rumah,dia menghampiri maira yang sedang menggendong dzakir.


"maira..." panggil riana.


"kak...riana" mereka saling berpelukan.


"maaf maira aku baru menemui mu" ucap riana.


"tidak apa-apa,bagaimana dengan liburannya?" tanya maira.


"ehm...ya gitu kakak kamu tidak mengajak aku jalan-jalan aku hanya di kurung di hotel" ucap riana kesal.


papah ikbal pun tertawa mendengar penuturan riana,"ha...ha...sandi...sandi buat apa jauh-jauh kalo hanya ingin mengurung istrinya".


ratna yang sedari tadi sudah berada di dapur lagi,mendengarkan percakapan mereka ada rasa tidak suka terhadap keluarga majikannya.


"tadi cukup menegangkan berhadapan dengan lelaki tua itu" gumam ratna.


bibi menepuk pundak anaknya,"hei...sedang apa?" tanya bibi yang membuat ratna kaget.


"ibu...kenapa sih ngagetin aku?"


"kamu lagi ngapain?awas kalo kamu nguping?"


"siapa sih yang lagi nguping,aku cuma lihat mereka" ujar ratna.


"sama saja..." ketus bibi.


"sudah kamu kembali kerja,ini belum satu hari ya,jangan sampai kamu kena marah den fariq" ucap bibi walaupun fariq belum pernah marah atau membentak pekerjanya,dia lelaki yang baik apa lagi berjodoh dengan maira cocok sekali pasangan ini.


ratna pun kembali bekerja sambil mulut cemberut.


di ruangan papah ikbal bertanya pada maira,"sayang...yang tadi siapa?"


"ratna pah,art baru dia anaknya bibi"


"maaf yah pah kak fariq menyerahkan calon art pada bibi,katanya sih biar kerja bibi enak kalo sama orang lain takut canggung" jelas maira.


"gak apa-apa itu hak suamimu,lagian dia kan tuan rumah" ucap papah ikbal.


"tapi yakin dia baik dan bisa bekerja sama dengan kita?" tanya papah ikbal.


"insya allah pah..." jawab maira.


bersambung