
terlihat sandi duduk sambil kepala tertunduk,dia mencemaskan keadaan riana yang tadinya sandi sangat bersemangat kalo riana sudah merespon tapi sekarang hatinya menciut karena kondisi istrinya saat ini.
"sandi...",panggil fariq sambil menepuk punggung sandi.
sandi mengangkat kepalanya terlihat fariq dan temannya gilang sedang berdiri di hadapannya.
"istriku...",lirih sandi dengan wajah yang mengkhawatirkan.
"tenang...istrimu akan baik-baik saja...!",tutur fariq.
"bagaimana keadaannya sekarang?",tanya fariq.
"dia sudah tenang kembali...tapi aku tidak tahu apa yang membuat istriku seperti ini",ujar sandi.
"lalu apa kata dokter...",
"dokter bilang ada sesuatu yang membuat istriku ngedrop,tapi aku gak tahu apa yang membuatnya sampai sekarang ini",jelas sandi.
fariq pun melirik gilang,fariq yakin kalo dalangnya adalah lea.
"apa kamu yakin istrimu murni kecelakaan?"tanya fariq.
sandi terdiam mendengar pertanyaan fariq,seakan mengingatkan pertanyaan supirnya waktu itu.
"maaf...bukannya aku ingin menyulitkanmu tapi...",fariq tidak meneruskan perkataannya.
di apartemen milik sandi lea membaringkan tubuhnya di atas kasur berukuran king size yang biasa mereka tempati,lea melihat atap langit apartemen,seandainya dulu dia tidak mencintai sandi mungkin sekarang ini hidupnya lebih tenang dan lebih baik.
"sandi sudah berjanji padaku akan menikahiku jadi aku tak perlu khawatir lagi",senyum licik lea.
keadaan riana sudah seperti biasa dia masih terbaring dengan tatapan kosong,sandi dan perawat membawa riana ke tempat dimana riana dirawat,gilang dan fariq mengikuti sandi.
setibanya di kamar pasien,mereka bertiga duduk di sofa yang di sediakan.
"terima kasih sudah mau menemaniku...",ucap sandi pada gilang dan fariq.
"santai saja...kami masih banyak waktu luang kok",goda gilang.
"kamu gak kerja?",tanya fariq pada sandi.
"tadinya hari ini mau ke kantor,tapi melihat keadaan riana aku tidak bisa meninggalkannya",ujar sandi.
"kamu mau tahu yang sebenarnya..." tiba-tiba perkataan itu terucap dari mulut gilang,sontak fariq pun melirik kearah gilang dengan tatapan yang mengerikan.
gilang pun membalas tatapan fariq,sandi yang bengong melihat tingkah laku mereka jadi penasaran.
"kalian kenapa?",tanya sandi.
"maksud ucapan mu tadi apa?",tanya sandi lagi pada gilang.
gilang memberikan sebuah ponsel yang didalam nya terdapat rekaman vidio lea kepada sandi,fariq menutup wajahnya dia tidak menyangka kalo sahabatnya akan senekat ini.
sontak sandi geram,"lea kau sudah kelewatan".
"tenang dulu jangan ke bawa emosi,kita harus mencerna maksud dari perkataan lea tadi,"bujuk fariq.
"ini sudah kelewatan aku gak menyangka ternyata dia wanita j***g",ucap sandi kesal.
"kau sudah keterlaluan lang...lihat sikap sandi dia benar-benar marah",ujar fariq.
"ini gak boleh dibiarin,nanti gimana kalo banyak korban atas perbuatannya",ucap gilang.
"benar apa yang dikatakan gilang,semakin kita biarkan semakin menjadi tingkah lakunya",ucap sandi.
sandi mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
(kamu tahu dimana lea sekarang?)
(.......)
(ok...jangan biarkan dia keluar)
sandi menutup panggilannya tanpa menoleh ke arah gilang dan fariq,sandi pun keluar dari ruangan itu dengan wajah seperti singa yang akan menerkam...
sesampainya di apartemen sandi langsung mencari keberadaan lea dan dilihatnya lea sedang mengganti pakaian dengan pakaian kurang bahan yang mendapat membangunkan gairah lelaki.
"sayang...kau sudah pulang",lea memeluk sandi.
sandi diam tidak membalas pelukannya,lea terasa heran dengan sikap sandi tidak seperti biasanya.
"sayang...aku kangen ayo kita tidur aku kelonin ya...",rayu lea.
"cukup lea..."sandi mendorong lea dengan keras sampai terjatuh kelantai.
"apa yang kau lakukan padaku...",teriak lea.
"apa yang aku lakukan?",sandi mencekram dagu lea.
"ini belum seberapa...",ucap sandi melepaskan cengkramannya.
"kamu kenapa sayang...apa salahku...?",lirih lea.
"kamu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu..." ucap sandi.
"maksud kamu apa?",lea berdiri.
"jawab pertanyaan ku dengan jujur apa tadi kamu ke rumah sakit menemui riana?",tanya sandi.
mata lea membulat karena pertanyaan sandi.
"jawab lea..." sandi berteriak.
"iya...memangnya kenapa?",tantang lea.
"apa yang sudah kau lakukan pada riana?".
"aku tidak melakukan apa-apa!".
"jangan bohong nona lea",tiba - tiba gilang dan fariq muncul di hadapan lea dan sandi,ternyata mereka mengikuti sandi saat pergi dari rumah sakit.
"kenapa kalian ada disini?"tanya lea.
"jawab saja pertanyaannya!" ucap fariq.
mereka bertiga melihat kearah lea dengan tatapan tajam.
"aku tidak melakukan apa - apa sayang..." lea memegang tangan sandi.
"sudah lah mengaku saja",ejek gilang.
"diam kau...aku tidak berbicara padamu",bentak lea.
"sayang...",lea melingkarkan tangannya ke leher sandi sambil melirik fariq lea ingin melihat reaksi fariq.
"ehm...keluar deh jurus lamanya...",ledek gilang lagi.
"lepaskan...",sandi melepaskan tangan lea.
"tolong tunjukkan kepada wanita ini...",sandi menoleh kearah gilang.
gilang dengan suka hati memperlihatkannya pada lea.
lea mematung dan jantungnya berdetak kencang kalau sesuatu akan menimpa dirinya.
"sudah cukup bukti bukan...",jelas sandi.
"lalu kamu akan tetap mengelak?",ucap sandi geram.
lea tertawa ha...ha...ha...
semua melihat lea dengan aneh,"wanita gila...",ucap gilang bingung.
"aku...ha...ha...aku ya aku memang kesana!",ucap lea.
"lalu apa maksud perkataanmu itu?",tanya sandi kesal.
"itu karena istrimu yang memulainya dia mengancamku..",ujar lea.
"jadi...kau yang membuat riana seperti ini?",tanya sandi.
"maafkan aku sayang... aku tidak akan membiarkan orang menyakiti anakku,kau paham itu..."
"tapi kenapa kau harus melenyapkannya...?".
"aku tidak melenyapkannya,aku hanya sedikit membuat dia beristirahat..."
plaaak...
tamparan sandi mendarat di pipi lea.
"kau...kau akan mendapat ganjarannya",ucap sandi.
"pengawal..." teriak sandi.
tidak menunggu lama pengawal pun datang,"iya tuan".
"seret wanita ini keluar dan pastikan dia masuk penjara..." titah sandi.
pengawal pun membawa lea,"lepaskan...sandi aku mohon mengertilah dengan keadaanku waktu itu..." pinta lea.
"fariq...tolong aku fariq...aku mohon..." lea menangis sambil dipaksa keluar oleh suruhan sandi.
fariq hanya terdiam melihat lea meronta-ronta,di hatinya campur aduk kesal dan kasihan tapi bagaimana pun lea harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
bersambung.....