
setelah selesai makan fariq dan gilang pindah mengobrol di taman,sedangkan maira masih berperang dengan pekerjaan rutin sebagai seorang istri.
"lo gak kasian sama istri lo,di biarin ngerjain kerjaan rumah sendiri!" ucap gilang.
"lagian lo pagi-pagi udah datang kesini kalau gak ada lo gue juga bantuin dia" ujar fariq.
"sorry,abisnya gue gak ada temen bosen di apartemen Mulu".
"terus lo kapan balik?" tanya fariq.
"urusan gue belum kelar,masih banyak kerjaan disini!" jawab fariq.
"emang lo kerja apa disini,kerja lo cuman lilir mudik sana sini " ledek fariq.
"lambat laun lo juga bakal tahu riq..." menepuk pundak sahabatnya.
di dalam, maira memperhatikan kedua sahabat yang sedang mengobrol tepatnya seperti saudara kandung,fariq dan gilang memang sedari kecil sudah bersama maka jika salah satu mereka terluka pasti ada yang ikut terluka.
"kalau gitu gue balik" pamit gilang pada fariq.
"hati-hati dijalan" ucap fariq.
gilang pun pergi,fariq langsung menemui maira dengan niat ingin membantu istrinya bekerja tapi saat fariq sudah di dalam dia tidak mendapatkan maira,fariq langsung menuju kamar dan akhirnya dia menemukan istrinya sedang solat duha.
setelah menemukan istrinya dia kembali ke ruangan tengah dia duduk sambil menyalakan tv,sedang asyik nonton tiba-tiba suara bel berbunyi.
ting...teng...ting...teng...
fariq langsung membuka pintu,"maaf ada keperluan apa?" tanya fariq pada seorang wanita yang tengah membelakanginya.
"kamu masih ingat aku gak?" tanya wanita itu masih membelakangi fariq.
"siapa ya?" tanya fariq.
wanita itu berbalik dan langsung memeluk fariq,seraya berkata "aku kangen....riq.."
tiba-tiba suara maira terdengar dari belakang,"sayang..."
sontak wanita itu melepaskan pelukannya dan fariq membalikkan badannya melihat sosok maira yang berdiri mematung melihat suaminya berpelukkan dengan wanita yang tidak dia kenal.
"maira...kamu dari tadi berdiri disana?"tanya fariq.
maira tidak menjawab dia langsung pergi meninggalkan fariq, terdengar suara pintu ditutup kencang.
saat fariq mengejar maira dia ditahan oleh wanita tadi.
"riq...itu siapa?"
"lepas karin...wanita tadi dia adalah istriku" jawab fariq.
wanita itu namanya karin dia teman fariq sewaktu sd,karin memang menyukai fariq sedari kecil sampai laki-laki yang mau dengannya selalu di tolak karena saking cintanya pada fariq.
"ih...kamu ko gitu sih,kabarnya kamu udah putus sama nenek lampir itu dan sekarang sudah menikah dengan yang lain...aaahh...fariq kamu tega..." karin memukul dada bidang fariq.
"hentikan karin..." teriak fariq.
"sebaiknya kamu pulang,kamu sudah menggangguku saja" lanjut fariq kesal.
"aku gak mau pulang...aku masih kangen sama kamu..." rengek karin.
"fariq...buka fariq..." karin menangis dengan perlakuan fariq sambil menggedor pintu.
didalam kamar, maira sedang menangisi perbuatan suaminya kenapa dengan beraninya mereka berpelukan tanpa sadar yang mereka perbuat adalah dosa.
"sayang....buka pintunya..." rengek fariq.
"maira gak mau buka pintu"teriak maira.
"sayang...aku bisa jelasin".
"jangan paksa aku mendengar penjelasan kamu" ucap maira.
fariq mendengar tangisan maira dia merasa sangat bersalah dan kenapa karin bisa datang kerumahnya semua ini membuat fariq pusing.
hari sudah sore maira masih belum keluar dari kamarnya,fariq sangat khawatir dengan maira yang terlalu lama mengunci pintu.
"maira sayang...apa kamu dengar suara aku?"
tidak ada jawaban," sayang buka pintunya dong kamu gak lapar?" tanya fariq.
masih sepi,"maira...kamu baik-baik saja kan disana?" ucap fariq panik.
fariq mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu...saat pintu akan di dobrak tiba-tiba pintu sudah terbuka alhasil fariq pun jatuh kelantai.
aduuuh....
"kamu lagi ngapain?" tanya maira santai.
"aku tadinya mau dobrak pintu tapi kamu sudah membuka duluan" jelas fariq.
"lagian siapa suruh dobrak pintu!" ucap maira.
"aku takut kamu kenapa-na..." fariq belum selesai ngomong maira pergi begitu saja.
fariq mengikuti maira pergi ke dapur untuk memasak buat makan malam.
"sayang kamu tadi kenapa?" tanya fariq.
maira melihat ke arah fariq,tatapan matanya yang membuat fariq merasa heran, maira berkata " apa di kehidupan kamu memeluk bukan mahramnya itu sudah menjadi hal lumrah?" tanya maira.
"kamu salah paham sayang...karin yang memelukku duluan!" ucap fariq.
"memeluk atau di peluk sama saja,dan sepertinya tadi tidak ada penolakkan!" ucap maira kesal.
"kata siapa tidak ada penolakkan,aku tadi mendorong karin keluar" jelas fariq.
"tapi sudah dipeluk",ucap maira.
"sudahlah maira aku gak mau ribut" ujar fariq.
"maira enggak ngajak kakak ribut,maira cuman mau kakak paham etika dalam rumah tangga".
degg...jantung fariq berdetak kencang saat maira memanggilnya kakak.
"sudah jelas dalam agama kita,tidak ada sentuhan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bukan mahramnya apalagi mereka sudah berumah tangga" jelas maira langsung meninggalkan fariq.
bersambung....