
maira berserta rombongannya sudah tiba di mansion papahnya,mereka sedang berbincang di ruangan keluarga,maira dan riana berada di kamar yang dulu di tempati sandi.
maira melihat sekeliling kamar disana ada sebuah foto keluarga,maira melihat dengan lekat,tiba-tiba terdengar seseorang memanggil namanya.
"maira..."
maira menoleh dia melihat papah ikbal yang sudah berdiri di belakangnya.
"iya pah..."
papah ikbal memegang pundak maira,"tidurlah disini nak papah akan tunjukkan satu ruangan kepadamu"
"pah...maaf bukannya maira gak mau tapi besok kak fariq kan harus masuk kerja"
"papah sudah ijin sama suamimu,dia juga akan menginap disini bersama temannya" jelas papahnya.
"baiklah pah...kalo begitu ayo kita keluar biar ka riana istirahat dulu" ujar maira.
mereka pun keluar dari kamar sandi,papah ikbal membawa maira ke kamar yang akan ditempati maira.
"sayang...ini kamarmu" papah ikbal membukakan pintu.
maira berdecak kagum melihat isi kamarnya,terlihat ruangan itu besar sekali dengan barang-barang mewah dan antik.
"apa kamu suka?" tanya papah ikbal pada maira.
"maira suka pah..." jawab maira.
"papah sengaja mendesain kamar ini sendiri spesial untukmu" ucap papah ikbal.
"makasih pah..." maira memeluk papahnya.
diruangan keluarga,sandi,fariq dan fahmi masih mengobrol dengan santai mereka sesekali tertawa kecil.
"oh iya...ini sudah malam ayo kita istirahat" ajak sandi.
mereka pun pergi ke kamar masing-masing,gilang diantar art kekamar tamu sedangkan sandi mengantar fariq ke kamar maira.
disana papah ikbal dan maira sedang berdiri menghadap poto pernikahan maira bersama fariq.
"waw...ternyata kamarnya indah juga" ucap sandi sudah berada disana.
maira dan papah ikbal menoleh ke arah sandi dan fariq,yang berdiri tepat dibelakang mereka.
"fariq,kemarilah nak..."
fariq menghampiri papah ikbal dan maira,"ini sekarang kamar kalian jika kalian menginap disini"
"terima kasih pah...ini sangat indah aku dan maira pasti tidur nyenyak" ucap fariq.
"ya sudah kalian beristirahat ini sudah larut malam tidak baik untuk ibu hamil" ucap papah ikbal.
sandi membuka pintu dengan pelan,dia menghampiri cahaya dan mencium pipi anaknya,"tidur yang nyenyak sayang,mulai besok kita akan menghabiskan waktu bersama" ucap sandi dan berlalu meninggalkan cahaya yang terjaga dari tidurnya.
sandi masuk kedalam kamarnya,dia melihat riana yang sudah tertidur,dia langsung membuka bajunya dan membersihkan badannya di kamar mandi.
setelah selesai sandi mandi,dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana boxer pendek,dan menghampiri riana.
riana pun terbangun karena gerakan tangan sandi yang membelai rambut panjangnya.
"sayang...kau bangun?" tanya sandi.
riana tersenyum,"kau...ya...ng mem..bangun...kan..ku"
"maafkan aku sayang...aku gak bermaksud seperti itu" sandi menyesal sudah membelai rambut istrinya.
"gak...a..ap- apa..."
sandi mencium kening istrinya,dan tangannya meraba mulut ranum istrinya,seakan dia rindu akan hal yang biasa suami istri lakukan pasti saja dua tahun lamanya sandi tidak menikmati tubuh istrinya.
riana pun mengerti dengan sikap suaminya,dia langsung mengecup bibir sandi.
sandi kaget bercampur senang dengan perlakuan istrinya,tidak menunggu lama sandipun membalasnya.
nafas mereka bersatu,kerinduan yang mendalam membuat sandi lupa akan kondisi istrinya,saat mereka menikmatinya tiba-tiba sandi melepas paksa ,riana pun bingung.
"maafkan aku sayang...aku takut tidak bisa menahannya,hari ini cukup sampai disini saja,nanti kalo kamu benar - benar sudah sembuh,aku akan meminta hakku padamu" bisik sandi,riana pun mengangguk.
dikamar lain maira dan fariq masih mengobrol masalah karin,fariq tidak habis fikir kalo perjalanan hidup temannya lebih sulit darinya.
"sayang...apa fahmi sudah mengetahui kalo karin hamil ?"
"sudah...kak fahmi,kak rahmi dan bu lastri sudah mengetahuinya,kami akan membantu karin untuk keluar dari masalah hidupnya,dan aku juga butuh bantuan papah"
"ehm...besok aku akan membicarakannya" lanjut maira.
fariq merasa ragu kalo papahnya akan membantu temannya,karena karin sudah membuat anak perempuannya di permalukan.
"sayang...kamu berfikir apa?" tanya maira.
"ah tidak sayang...sebaiknya kita tidur ini sudah malam" ajak fariq.
"ya sudah aku juga sudah mulai ngantuk" ucap maira sambil menyelimuti tubuhnya.
"tapi sayang...aku bolehkan besok disini dulu, karena papah ingin menunjukkan sesuatu padaku" maira meminta ijin pada suaminya.
"tentu sayang...bukan hanya itu cahaya pun masih membutuhkanmu karena dia masih terasa asing dirumah ini seperti halnya kamu kan!" kata fariq.
"iya sih..."lirih maira.
bersambung.....