Humaira

Humaira
Bab 71 mau tidak mau harus datang



sandi sudah berada dikamar,tidak lama kemudian riana datang sambil membawa segelas kopi lalu dia memberikannya pada sandi.


"ini mas kopinya"


"makasih..." ucap sandi sambil meminum kopi buatan istrinya.


saat itu juga riana hendak pergi tapi tangan sandi menarik tangan istrinya hingga riana benar-benar berada dipelukannya.


sandi menyimpan kopinya di meja dekat dia berdiri,dipandangnya wanita yang kini sedang bersamanya,"maafkan aku sayang...semalam aku terlalu kekanak-kanakan,aku sudah menyakitimu lagi"


riana hanya melihat sorot mata suaminya tanpa berbicara.


"ana...apa kamu baik-baik saja?" tanya sandi masih berada di posisi yang sama.


"lepaskan aku mas..." tiba- tiba riana bersuara.


"aku tidak akan melepaskannmu..." ujar sandi.


"aku mohon jangan seperti ini..." pinta riana.


"baiklah aku akan lepaskan tapi kamu janji akan memaafkanku?"


"kamu tidak salah jadi tidak perlu meminta maaf"


ucapan riana semakin membuat sandi bersalah tidak seharusnya sikapnya seperti itu,dia tidak tega melihat wajah istrinya.


sandi melepaskan pelukannya dan membiarkan riana menjauh darinya,riana duduk disofa dengan wajah menunduk,lalu sandi menghampiri dan duduk disebelahnya.


"soal semalam,maaf aku tidak bisa mengabulkan keinginanmu,jadi jangan paksa aku untuk menikahi lea" tutur sandi.


"kenapa?,apa alasannya bukan kah kamu dulu tergila-gila padanya?" tanya riana.


"aku tidak bisa mengatakannya..."lirih sandi.


riana terdiam sambil melihat raut wajah suaminya,dia tidak tahu apa yang sedang di sembunyikan oleh sandi.


"kenapa? aku kan istrimu sebaiknya selalu terbuka tidak ada yang di tutupi"


"maafkan aku sayang..."


"baiklah,apa pun alasannya aku tetap meminta mas menikahi lea..." tegas riana.


sandi tidak menyangka kenapa riana begitu ingin dia menikahi lea.


"dengarkan aku mas...aku sangat menyayangi anakmu aku tidak ingin dia pergi dari hidupku,aku seperti ini demi masa depan cahaya aku yakin dia membutuhkan orang tua yang utuh" jelas riana.


"kalo kamu masih dalam pendirianmu berarti kamu ayah yang egois tidak pernah memikirkan perasaan anaknya" lanjut riana.


"sayang...bagiku ini sulit..." rengek sandi sambil menggenggam tangan istrinya.


"aku tahu mas ini tidak mudah bagi kita,tapi tolong kali ini saja,aku janji setelah ini aku tidak akan memaksamu lagi dan aku yakin kamu bisa menerima lea kembali dengan seiringnya waktu" riana mencoba meyakinkan sandi.


sandi tidak bisa menjelaskan alasannya,saat ini sandi dilanda kebingungan sampai dia mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


riana yang sedari tadi memperhatikan tingkah suaminya itu mencoba untuk pergi,tapi sandi masih menahannya,"jangan pergi sayang..."


"sayang...beri waktu aku untuk berfikir" pinta sandi.


"baiklah kalo begitu,aku akan memberimu waktu" ucap riana lalu dia pergi untuk menemui cahaya.


sesampainya dikamar cahaya,riana melihat anak sambungnya sedang belajar menggambar.


"cahaya sedang apa nak?" tanya riana.


"aku lagi menggambar keluarga kecil kita" jawab cahaya.


riana mengusap kepala cahaya sambil bertanya,"bisa jelaskan sama momy siapa saja yang cahaya gambar?"


cahaya menjawab sambil menunjukkan satu persatu,"ini papih,yang ini cahaya dan yang ini momy"


riana tersenyum sambil mengerutkan keningnya,"kalo mamah lea mana?" tanya riana.


cahaya terdiam tidak menjawab pertanyaan momynya,"sayang kenapa gak menggambar mamah lea?" tanya riana.


"aku takut kalo momy sama papih bertengkar lagi" lirih cahaya.


"kenapa mamah harus marah,kenapa takut kan cahaya mempunyai dua ibu..." ujar riana mencoba membuat cahaya mengerti dengan keadaanya sekarang ini.


"apa momy tidak akan marah kalo cahaya menggambar mamah lea?" tanya cahaya.


"kenapa harus marah nak,justru momy senang kalo cahaya mengingat mamah lea" jelas riana.


"makasih momy..."


"ayo gambar sekarang mamah leanya..." riana menyemangamati cahaya.


ada rasa sakit di dadanya ketika mendengar ucapan anak sambungnya,seakan dia menjaga perasaan momy nya,tidak sia-sia dia menyayangi cahaya.


ditempat lain papah ikbal sedang berbicara dengan seorang perempuan di sebuah cafe ternama di negara J.


"aku sudah tahu perbuatanmu pada menantuku,seandainya tidak ada cahaya mungkin aku sudah melaporkanmu pada yang berwajib" ucap papah ikbal kesal.


ternyata papah ikbal menemui lea atas permintaan menantunya.


"maafkan saya tuan..." ucap ibu kandung cahaya yaitu lea.


"kalo ini bukan keinginan riana aku tidak Sudi untuk menemuimu..." ujar papah ikbal.


"saya harus bagaimana pak...untuk membalasnya?" tanya lea.


"datang lah untuk menemui riana,tempat dan waktunya akan ku kabari padamu"


"saya akan usahakan karena saya masih banyak pekerjaan disini" tutur lea.


"setelah aku sudah memberikan alamat dan waktu,mau tidak mau kau harus datang..." tegas papah ikbal.


lea tidak bisa berbuat apa-apa kalo sudah berhubungan dengan mantan bosnya.


bersambung....