Humaira

Humaira
Bab 60 sandi menghilang



pagi-pagi sekali sandi sudah bersiap pergi,di tentengnya sebuah koper berisi berkas-berkas perusahaan,sandi hendak pergi ke luar negri untuk menghadiri sebuah acara di perusahaan papahnya.


hati riana merasa tidak tenang saat suaminya pergi meninggalkannya hanya kurun waktu tiga hari,cahaya pun merengek terus meminta sandi untuk kembali,tapi semua tidak menggubrisnya.


papah ikbal juga pergi ke kantor sandi guna mengganti posisi sandi sementara waktu,dia meninggalkan menantu dan cucunya,semua pengawal dikerahkan untuk menjaga keluarga mereka.


di tempat lain fariq juga seperti biasa pergi kekantor dengan membawa bekal yang sudah disiapkan oleh maira.


saat fariq sudah benar-benar pergi,maira menghampiri bibi yang sedang mencuci piring,"bi...kemarin saya sudah bicara sama kak fariq,dia mengijinkan bibi untuk tinggal bersama kami jadi bibi gak perlu bolak balik pulang ke rumah"


"tapi non...bibi sudah terbiasa kok...sejak mendiang ayah tuan fariq masih ada bibi sudah seperti ini" jelas bibi.


"wah...sudah lama sekali bibi bekerja disini" ucap maira.


"iya non..."


"tapi kan itu dulu tapi maaf ya bi sekarang kan usianya sudah tua,nanti kalo bibi cepat sakit gimana,terus kalo bibi disini maira juga kan ada teman apa lagi perut maira sudah mau membesar" bujuk maira.


"ya sudah bibi ikut apa kata nona saja,jujur saja kalo nona maira sudah meminta bibi susah menolak" ujar bibi.


"makasih ya bi...jadi mulai kapan bibi pindah kesini?" tanya maira.


"besok malam saja neng soalnya bibi kan harus bawa baju" ucap bibi.


"baiklah kalo begitu,maira ke kamar dulu ya bi"


"iya non..."


maira pergi ke kamarnya sedangkan bibi melanjutkan pekerjaannya.


maira mengambil ponselnya dia menghubungi papahnya.


dikantor papah ikbal sedang bergelut dengan setumpuk berkas,tiba-tiba ponselnya berdering....kring...kring..


dia melihat layar,"maira..." lalu dia mengangkatnya.


("assalamualaikum" ) ucap papah ikbal.


("waalaikumsalam,papah lagi dimana?") tanya maira.


("papah lagi dikantor kakakmu,ada apa sayang?")


("gak ada apa-apa maira cuma ingin ngasih tahu papah kalo maira tidak jadi ke panti semalam maira hanya menghubungi kak fahmi,soal ponsel karin, dia meninggalkannya di mobil saat dia hendak kabur waktu itu,jadi sekarang karin tidak memegang ponsel")


("syukurlah kalo begitu...tapi sayang...sekali lagi ingat pesan papah kamu jangan membahayakan diri kamu sendiri ya...")


("tapi pah...") rengek maira.


("insyaallah maira akan coba kalo bisa")


papah ikbal menghela nafas dengan sikap maira yang bersih kukuh dengan pendiriannya,"wataknya persis seperti ibu nya" gumam papah ikbal.


dikamar maira sudah memutuskan ponselnya dia mondar mandir seperti memikirkan sesuatu,tiba-tiba dia teringat gilang yang berniat menikahi karin,saat dia mencari kontak gilang tiba-tiba tangannya berhenti dia langsung mematikan ponselnya,dia teringat dengan perkataan papahnya,akan ada korban diantara kita jika kita meneruskannya.


hari sudah menjelang malam,fariq sedang memainkan laptopnya sedangkan maira melihat suaminya dengan tatapan kosong.


saat fariq menyadari itu dia menghentikan kegiatannya dan menghampiri maira.


"ada apa sayang...apa kamu baik-baik saja?" tanya fariq.


"aku masih memikirkan karin..." jawab maira.


fariq menggenggam tangan maira dan berkata,"kamu jangan terlalu memikirkannya ingat ada janin di perutmu aku gak mau ada apa-apa dengan calon bayi kita,karena hal ini akan memacu pada perkembangan janin" pesan fariq.


maira terdiam,dia merasa tidak enak pada suaminya,seharusnya dia mementingkan diri dari pada orang lain.


"kita boleh menolong orang tapi dengan kemampuan kita saja selebihnya kita serahkan pada sang pencipta" lanjut fariq.


maira memeluk fariq,"maafkan aku..." fariq pun membalas pelukan maira.


waktu menunjukkan jam 23.00 papah ikbal menerima kabar bahwa sandi belum juga sampai diperusahaan yang membuat dia cemas,papah ikbal langsung menghubungi ponsel sandi tapi tidak di angkatnya,dia mencoba menelpon suruhannya untuk mencari keberadaan sandi.


papah ikbal cemas sendiri dia tidak memberi tahu pada riana karena dia takut dengan kondisi menantunya,dan dia mencoba menelepon fariq.


"assalamualaikum...fariq"


"....."


"maaf papah mengganggu istirahat kamu"


"...."


"tadi pagi papah mengirim sandi keluar negri untuk menghadiri acara di perusahaan papah,tapi baru saja papah menerima telepon dari pekerja papah bahwa sandi sampai sekarang belum juga sampai,papah jadi cemas,papah tidak tahu harus berbicara pada siapa jadi papah menelpon kamu"


"........"


"makasih nak...kita tunggu sampai besok,tapi papah mohon kamu jangan dulu bercerita pada maira"


"....."


"waalaikumsalam"


bersambung......