Humaira

Humaira
Bab 22 bertemu cahaya



sandi sedang berjalan menuju sebuah kamar di rumah sakit,dia menghampiri seorang wanita yang tengah berbaring,dia adalah istri sandi yang sedang koma.


"selamat siang sayang",sandi mengecup kening wanita itu.


"maaf,aku baru bisa menjengukmu akhir-akhir ini aku terlalu sibuk",sandi mengusap pipi wanita itu.


"sayang...kapan kau akan bangun dari tidur mu?".


"aku sangat bersalah dengan keadaan mu saat ini,andai aku dulu tidak bodoh untuk mengkhianatimu mungkin kita sekarang masih bersama".


"maafkan aku riana..."lirih sandi sambil mencium tangan istrinya.


di sebuah ruangan terlihat maira sedang terbaring lemas,tiba-tiba bu lastri datang sambil menggendong cahaya.


"kakak...",panggil cahaya.


"sayang..." maira memeluk cahaya.


"kakak mana yang sakit?".


"kakak sekarang sudah baikkan sayang! kamu kok kesini?".


"emangnya cahaya gak boleh kesini?".


maira tersenyum,"ini bukan tempat rekreasi sayang",maira mencubit hidung cahaya.


"cahaya kangen sama kak maira,gak ada yang bacain cerita..."


"doain kakak ya biar cepat sembuh".


bu lastri tersenyum melihat cahaya dan maira.


"neng,ibu gak habis fikir sama orang yang mau mencelakai kamu",ucap bu lastri.


"maira juga gak tahu bu motifnya apa".


"yang sabar ya neng,biar allah yang mengbalasnya",ujar bu lastri.


sandi dan fariq sedang berjalan tidak sengaja mereka bertemu,"tuan fariq...",ucap sandi.


"tuan sandi...",ucap fariq.


"ini sangat kebetulan tuan",ucap fariq.


"anda bekerja disini?",tanya sandi.


"iya,saya bekerja disini...kebetulan saya mau menemui seseorang...",ujar fariq.


deg....


"siapa yang sakit?",tanya sandi.


"calon istri saya...",ucap fariq.


"anda sedang apa disini?",fariq balik tanya.


"saya sudah mengunjungi seseorang",jawab sandi.


"saya boleh ikut dengan tuan!",pinta sandi.


"itu pun kalo tuan tidak keberatan",lanjut sandi.


"mari...ikut saya",ajak fariq.


mereka pun berjalan berdampingan,sandi sengaja mengikuti fariq karena dia ingin tahu keadaan perempuan yang dipukul lea dan meyakinkan dugaannya.


fariq membuka pintu ruangan pasien,"eh..ada ibu...",fariq mencium punggung bu lastri.


"sejak kapan ibu disini?",tanya fariq.


"ibu baru datang belum lama kok",jawab bu lastri.


"oh ya mai...ada yang ingin menjenguk",ucap fariq.


"tuan sandi...", Panggil fariq.


sandi pun masuk dan menyalami bu lastri dan maira.


"mai...ini tuan sandi teman kakak",ucap fariq,


maira mengangguk.


"bagaimana nona keadaanya?",tanya sandi.


"alhamdulillah baik",jawab maira.


"sepertinya aku pernah melihatnya",ucap sandi dalam hati.


"hai cantik lagi ngapain?",tanya fariq.


"kak fariq yang ganteng...cahaya lagi jagain kak maira...",jawab cahaya dengan lucu.


deg...sandi kaget mendengar nama cahaya dia menelan saliva nya.


"cahaya...ya.. aku ingat sekarang poto itu ya poto itu,dia adalah cahaya ku",gumam sandi.


"bagus...kalo gitu,cahaya jagain calon istrinya ka fariq ya...",goda fariq.


sandi tersenyum melihat cahaya rasanya dia ingin memeluk buah hatinya,"cahaya anakku...",ucap sandi dalam hati.


"tuan fariq...saya pamit pulang,nona semoga lekas sembuh...",ucap sandi.


"terima kasih sudah menjenguk maira..." ujar fariq.


sandi langsung keluar dari ruangan tiba-tiba fariq menghentikan,"sebentar tuan".


"ya ada apa?",tanya sandi.


"apa tuan tahu keberadaan lea?",fariq bertanya.


"kebetulan saya belum bertemu dengannya,ada apa anda menanyakan lea?".


"tidak ada apa-apa saya hanya bertanya,saya kira lea bersama anda",ujar fariq.


"kalo begitu saya pergi",ucap sandi sambil melangkah pergi.


sandi sampai diapartemennya ketika sandi berjalan menuju pintu seorang pengawal menghampirinya.


"tuan..."


"ada berita apa?".


"kami sudah menemukan nona lea".


"dimana dia sekarang?".


"nona ada didalam".


sandi tidak sabar langsung membuka pintu apartemen,terlihat lea sedang tertidur pulas di atas ranjang.


"dasar wanita bodoh..." gumam sandi.


sandi keluar dari kamar menuju balkon,dia masih memikirkan sesuatu,"aku harus mencari informasi lebih dalam tentang cahaya..."ucap sandi.


dirumah sakit bu lastri dan cahaya nampak keluar dari kamar inap,mereka berpapasan dengan fariq.


"ibu mau kamana?",tanya fariq.


"ibu mau pulang kasihan cahaya kalo lama-lama disini,lagian maira harus istirahat",jawab bu lastri.


"maira dia akan ditemani sama bibi yang bekerja di rumah saya,jadi ibu jangan khawatir",ucap fariq.


"tapi tidak akan terjadi apa-apa kan sama maira?",tanya bu lastri dengan rasa takut.


"tenang saja...saya tidak akan pulang saya dan teman saya akan menunggu di luar",jelas fariq.


"makasih nak fariq sudah mau menjaga maira,mungkin sebentar lagi kakaknya datang",ujar bu lastri.


"kalo begitu ibu pulang,cahaya ayo salim dulu sama kakaknya",bu lastri menyuruh cahaya.


"kakak jagain kak maira ya...",ucap cahaya sambil mencium punggung tangan fariq.


"iya sayang...",ucap fariq.


bu lastri dan cahaya pergi,fariq langsung masuk kedalam untuk menemui maira.


"kamu sudah makan?",tanya fariq.


"sudah kak",jawab maira.


"mudah-mudahan besok kamu bisa pulang",ucap fariq.


"makasih kak sudah membantu maira".


"gak perlu mengucapkan terima kasih karena ini sudah sebagian tugas kakak untuk menjaga kamu",ucap fariq.


"aku sudah berjanji pada diriku sendiri maira...kalo aku akan berusaha untuk menjaga,mencintai dan membangun rumah tangga bersamamu...",gumam fariq.


bersambung...