
mafia itu berdiri mematung melihat darah yang mengalir dari kepala karin "ternyata ini kejutannya" gumam mafia itu,tiba-tiba terdengar suara tembakan dor...."angkat tangan..."polisi menodongkan pistol ke arah mereka.
gilang datang bersama aparat kepolisian,semua orang yang berada disana ditangkap termasuk ketua mafia itu.
saat gilang memasuki kamar tubuhnya tiba-tiba ambruk,dia melihat karin sudah tergelatak dan bersimbah darah,hatinya hancur ketika melihat orang yang benar-benar dekat dengannya sudah menjadi mayat.
saat polisi sedang menyelidiki gilang menghampiri," apa motifnya pak?"
polisi menjelaskan,"sepertinya korban bunuh diri di dekatnya ada pistol dan dia meninggalkan ini" polisi menunjukkan sebuah kertas dan amplop.
"apa boleh saya tahu?"
polisi hanya membacakannya dan memberikan sebuah poto hasil usg,surat itu di tunjukkan untuk mafia itu.
gilang merasa tersayat mendengarnya sampai dia mengeluarkan air mata,apa yang dia impikan sekarang sudah benar-benar pergi,dia belum sempat mengutarakan isi hatinya pada karin.
gilang hanya bisa melihat jenazah karin dari luar garis pembatas polisi,seketika tubuh karin diangkat dan di bawa kerumah sakit,gilang pun mengikuti mobil ambulance dari belakang.
saat sudahn berada di rumah sakit,gilang mencoba menghubungi fariq.
"riq..." ucap gilang serak.
"....."
"karin..."
"...."
"karin sudah tiada..." lirih gilang sambil menangis.
gilang menutup teleponya seketika ada tangan yang memegang pundaknya,saat gilang menoleh dilihatnya seorang perempuan paruh baya,"tante ..."
dia adalah ibu dari karin,dia sudah mendengar kalo anaknya meninggal dan suaminya masuk penjara.
"nak gilang" ibu karin memanggil nama gilang dan menangis.
"tante....yang sabar ya karin sudah tenang" ucap gilang.
"ini salah tante...seharusnya tante tidak egois seharusnya Tante membiarkan dia pergi ikut ayahnya"
"sudah tante...mungkin ini sudah jalan cerita hidupnya" ucap gilang menenangkan ibu karin.
"yang lebih menyayat lagi,karin meninggal dengan keadaan hamil" tutur gilang.
ibu karin menutup mulutnya dia tidak menyangka kalo karin sedang hamil,"apa mungkin anak itu..."
"ya...anak yang dia kandung adalah anak mafia itu"
ibu nya semakin terpukul dan semakin bersalah dia menangis terus menerus mendengar hal itu.
di tempat lain fariq sedang memberi tahu maira dan papah ikbal kalo karin sudah tiada,hati maira begitu sakit saat mendengarnya,dia tidak bisa membantunya sampai ajal menjemputnya.
sedangkan papah ikbal memikirkan gilang,mungkin hari ini gilang benar-benar bersedih.
maira juga mencoba menghubungi fahmi tentang karin yang sudah meninggal,semua orang yang berada di panti ikut bersedih.
"kak...apa maira boleh tahu isi surat yang ditinggalkan karin?" tanya maira saat berbicara lewat telepon.
"iya kak..."
"bagaimana keadaan sandi sekarang?" tanya fahmi.
"Alhamdulillah kak sandi sudah sadar..." jawab maira.
"syukurlah kalo begitu,maaf kakak belum bisa menemuinya"
"iya..gak apa-apa minta doanya saja" ucap maira.
setelah beberapa menit berbicara di telepon maira mengakhiri panggilannya dan masuk kedalam ruangan sandi.
disana sudah berkumpul,maira melihat keadaan kakaknya dan menghampirinya,"kak...maafkan maira sudah membuat kakak jadi seperti ini" ucap maira.
sandi tersenyum," ini bukan kesalahan mu...sebaiknya kamu jangan terlalu memikirkannya ya"
"iya kak..."
"mai...kakak sudah tahu soal karin,kakak juga turut berduka dengan meninggalnya dia"
papah ikbal mendekati kedua anaknya,"papah sangat takut kehilangan kalian,sudah cukup papah kehilangan ibu kalian"
maira memeluk tubuh papahnya dan sandi menggenggam tangan papahnya mereka saling menghangatkan suasana,fariq dan riana yang berada di sana ikut bahagia.
maira dan fariq pamit pulang karena keadaan maira tidak bisa tinggal lama-lama di rumah sakit.
setelah sampai dirumah,maira langsung membaringkan tubuhnya dia penasaran dengan pesan yang dituliskan karin.
"kamu memikirkan apa sayang...?" tanya fariq.
"ah...tidak sayang,aku hanya lelah saja" jawab maira.
"kalau gitu istirahatlah,aku akan pergi mandi" ucap fariq dan beranjak pergi ke kamar mandi.
setelah beberapa menit fariq keluar,terlihat maira yang sudah tertidur,fariq mendekati maira dan mengusap rambutnya,"kamu terlalu lelah sayang..."
fariq keluar dari kamar dia pergi ke halaman yang berada di samping rumah,dia mencoba menelepon gilang.
"lang...bagaimana apa jenazah karin sudah di semayamkan?"
"....."
"pasti kamu sangat terpukul melihat kejadian itu,aku juga disini merasa sedih,kita sudah kehilangan teman"
"...."
"lang,kapan kamu akan balik kesini?"
"....."
"baiklah kalo begitu aku titip salam pada ibunya karin, jaga diri kamu baik-baik disana aku tunggu kepulanganmu nanti" fariq menutup teleponnya.
gilang berniat untuk tinggal sementara di negara itu,negara dimana karin menerima perlakuan yang sangat keji,gilang akan menemani ibu karin untuk sementara waktu sampai keadaannya membaik.
bersambung....