Humaira

Humaira
Bab 27 pertemuan maira,fariq dan lea.



lea sedang berada di teras rumah panti tempat dia menitipkan anaknya,lea sudah gugup sebelum bertemu dengan maira entah bagaimana reaksi maira ketika melihatnya.


"kenapa gak duduk kak?",seorang wanita mengagetkan lea dan melihat kearah wanita itu,maira...ya maira sedang berdiri disamping lea sambil menggenggam tangan cahaya.


"sayang...bukannya kamu ingin melihat mamah?",tanya maira pada cahaya.


cahaya mengangguk,"ayo peluk mamahna",ucap lea sambil duduk mensejajarkan dengan cahaya sambil kedua tangannya direntangkan.


cahaya diam saja seperti enggan memeluk mamahnya,"kenapa sayang...itu mamah cahaya!",jelas maira sambil mengusap kepala cahaya.


"kakak...",rengek cahaya.


"apa sayang...."


lea berdiri melihat sikap cahaya,"sudah kalo kamu gak mau mama bisa mengerti nak",lirih lea dengan mata berkaca-kaca.


"kak...maafkan sikap cahaya mungkin dia masih belum bisa menerima semua ini,tapi kalo kakak sering kesini lama-kelamaan cahaya pasti bakal suka",ujar maira.


"iya benar...sayang maafkan mamah ya,mamah baru kesini lagi soalnya sibuk...",ucap lea pada cahaya.


"kalo begitu saya tidak akan lama-lama,saya titip cahaya lagi",ucap lea dengan tidak merasa bersalah karena tindakannya pada maira waktu itu.


cup...


lea mengecup pipi cahaya,sontak cahaya pun ketakutan dengan memegang keras tangan maira.


lea pun berjalan meninggalkan cahaya dan maira yang masih berdiri,saat lea berjalan dia berpapasan dengan fariq yang baru saja keluar dari mobil.


fariq kaget melihat lea berada di panti,tatapannya sangat arogan,lea melewati fariq tanpa bertanya,saat lea sudah benar-benar pergi fariq menghampiri maira dan cahaya.


"assalamualaikum",ucap fariq.


"waalaikumsalam",jawab maira.


"apa dia sering kesini?",tanya fariq tentang lea.


"dua kali dia kesini,memangnya kakak kenal?",maira balik tanya fariq pun menggeleng dia sudah membohongi maira,mungkin ada alasa tertentu.


"silahkan masuk kak..."


"kakak gak lama...kakak kesini cuma mau bilang jaga dirimu baik-baik jangan kemana-mana,kita bertemu nanti pas akad, kamu persiapkan dirimu untuk hari pernikahan kita",ucap fariq.


"iya kak..."


"hanya itu saja kedatangan kak fariq,padahal bisa lewat telepon",ucap maira dalam hati.


"ya sudah kakak pulang".


cahaya masih diam,fariq dan maira saling tatap melihat sikap cahaya tidak seperti biasanya.


"cahaya kenapa sayang...",tanya maira.


"apa mamah tadi sayang cahaya?".


fariq mengernyit sambil berkata,"mamah!".


"tentu sayang.. kalo gak sayang mana mungkin mau kesini!",jelas maira.


"sebenarnya ada apa sih...",tanya fariq.


"cahaya masuk saja sayang..." ,cahaya pun masuk.


"mai...apa orang i...",fariq belum sempat melanjutkan maira sudah memotongnya.


"iya...perempuan tadi ibu dari cahaya namanya lea,sudah dua kali dia berkunjung kesini,tapi sayang...cahaya belum bisa menerimanya",jelas maira.


"kalo cahaya anak lea berarti bapaknya adalah sandi..." ucap fariq dalam hati.


"kak..."sahut maira.


fariq tersadar,"ah iya...mungkin cahaya masih kecil untuk bisa memahaminya",ucap fariq.


"waalaikumsalam...",jawab maira.


fariq pun pergi melajukan mobilnya,setelah fariq sudah agak jauh dari panti,lea mengikuti mobil fariq dengan taxi online,ternyata lea tadi tidak langsung pulang melainkan menunggu fariq lewat,setelah satu jam mengikuti fariq,mobil yang di kendarai fariq berhenti di sebuah rumah.


terlihat fariq keluar dari mobil,lea terburu- buru memanggil fariq.


"fariq...."teriak lea.


fariq pun menoleh kearah lea.


"lea...",gumam fariq.


"riq,aku mohon kita bicara sebentar saja",pinta lea.


fariq pun menghampiri lea yang sedang berdiri di balik pagar besi.


"ada apa?",tanya fariq.


"kamu tega membiarkan aku disini,mataharinya terik banget...",rengek lea.


"aku gak punya banyak waktu..."ketus fariq.


"kamu gak ajak aku masuk?".


"gak...aku takut ada fitnah...",jelas fariq.


mau tidak mau lea harus berbicara pada fariq di bawah sinar matahari.


"riq...apa wanita tadi calon istrimu?


"mau apa kamu bertanya tentang calon istriku...?".


"kamu yakin kamu mencintai dia?".


"apa maksudmu bertanya seperti itu?".


"aku tahu menikahi wanita itu karena pelampiasanmu saja,iya kan?".


"jangan so tahu kamu,itu urusan pribadi ku kamu gak berhak ikut campur,yang jelas aku sudah mulai menyukainya ingat itu... dan satu hal lagi jangan macam-macam dengan maira sedikit saja kau sentuh berarti kau sudah membuat boomerang di kehidupanmu",jelas fariq sambil pergi meninggalkan lea,dia tidak mau berbicara terlalu serius dengan lea.


lea hanya diam mendengar perkataan fariq,seolah-olah fariq tahu akan sikapnya pada maira.


di rumah panti maira menghampiri cahaya yang sedang duduk di sudut ruangan,maira menatap lekat wajah cahaya.


"cahaya...kamu kok jadi gini sayang...mana cahaya yang ceria...?"


cahaya memeluk maira,tangisannya pecah...


hikk...hikk....


"cahaya kenapa sayang...",maira mengusap punggung cahaya.


"kalo mamah menyayangi cahaya...kenapa mamah meninggalkan cahaya?".


"mamah kamu gak ninggalin cahaya kok, buktinya dia tadi datang",maira meyakinkan cahaya.


"kakak gak berusaha melindungi mamah kan?"


maira menggeleng,"enggak...mungkin ada alasan kuat yang membuat mamah kamu harus seperti ini,suatu saat cahaya akan mengerti dengan semua keadaan ini,"jelas maira cahaya pun mengangguk.


"cahaya maukan memeluk mamah jika nanti mamah datang lagi kesini?".


cahaya mengagguk,"anak pintar...",ucap maira.


anak adalah aset berharga bagi kedua orang tuanya,anak juga adalan investasi setiap orang tua diakhirat kelak,setiap apa yang kita berikan kepada anak pasti allah akan memberikan balasannya.


bersambung....