
pagi-pagi sekali fariq sudah berada di rumah sakit dia berjalan masuk ke ruangannya,didalam fariq segera memakai jas putih yang biasa di kenakkan dokter pada umunya,tiba-tiba terdengar suara ketukan.
tok....
tok...
tok...
"masuk...",ucap fariq.
seketika pintu terbuka,"selamat pagi dr fariq!",suara seorang laki-laki.
fariq menoleh,"sandi... silahkan masuk silahkan duduk...",fariq mempersilahkan.
"maaf...aku tiba-tiba menghampirimu",ucap sandi.
"tidak apa-apa,kebetulan masih ada satu jam",ujar fariq.
"ada apa ya...?",tanya fariq.
"ehm...begini ini soal anak yang waktu itu datang menjenguk maira,kalo gak salah namanya.....cahaya."
"oh iya...cahaya,ada apa dengan cahaya?",tanya fariq tidak mengerti.
"oh...gak enggak aku cuma menanyakan anak itu soalnya lucu",ucap sandi ragu-ragu.
fariq teringat soal kemarin waktu lea menemui cahaya,pasti kedatangan sandi kesini ingin mengetahui tentang cahaya.
"kamu ingin tahu siapa cahaya?",tanya fariq.
sandi tersenyum ternyata fariq sangat peka terhadapnya.
"kemarin saya baru tahu siapa cahaya,dan saya yakin cahaya adalah anak kamu dan lea",tutur fariq.
"saya sudah menduganya,waktu pertama bertemu anak itu,batin saya memang berkata seperti itu",jelas sandi.
"dari mana kamu tahu cahaya anak lea,pasti maira yang memberitahumu!".
"maira hanya menjelaskan selebihnya aku melihat lea menemui cahaya",ucap fariq.
sandi terperanjat mendengar hal itu,"apa kamu yakin...?".
"sangat yakin karena aku juga mengetahuinya sendiri...tapi sayangnya cahaya belum bisa menerima keadaannya",jelas fariq.
sandi terdiam mungkin perlakuan cahaya akan sama kepadanya seperti perlakuannya pada lea,tapi dia akan berusaha untuk mengambil hati anaknya dia tidak ingin menyia-nyiakan cahaya.
waktu yang sama saat sandi sedang mengobrol diruangan fariq,lea pergi menemui istri sandi yang sedang koma dia melihat sekeliling ruangan tidak ada siapa-siapa hanya riana yang tengah berbaring.
"selamat pagi nyonya..."ucap lea.
"Bagaimana dengan keadaan anda? ehm sangat mengkhawatirkan,andai saja dulu anda tidak berniat mengambil anakku mungkin keadaan anda tidak akan seperti ini",ucap lea.
flashback
di sebuah ruangan dengan bernuansa klasik terlihat dua orang wanita sedang mengobrol.
"silahkan kamu pertimbangkan apa keinginanku",ucap riana pada lea.
Riana menarik nafas sangat dalam,"Saya janji akan menjaganya dan memberikan kasih sayang sepenuhnya asalkan kamu mau menyutujui perjanjian ini",riana sedikit memaksa.
"maafkan saya nyonya,saya tetap pada pendirian saya",tegas lea.
"tapi sandi berhak atas anak itu..."ucap riana kesal
"tapi saya juga ibunya...",
"kamu benar-benar lea...aku tidak menyangka kamu akan selicik ini,kamu merebut suamiku dan menghancurkan rumah tangga ku dan pergi tanpa bertanggung jawab," riana berteriak.
"saya kurang apa nyonya,saya sudah pergi dari kehidupan suami nyonya lalu apa lagi...",ujar lea.
"apa dia sudah tidak mencintai nyonya lagi?" tanya lea.
"itu sudah bukan urusan saya,lebih baik anda perbaiki suami anda dulu toh dia yang memulai hubungan ini",lanjut lea.
plakkk
sebuah tamparan melayang ke pipi lea,"kamu dan suamiku sama saja kalian manusia tidak punya perasaan dan ingat ada hak sandi untuk mengambil anaknya...",tekan riana.
"itu tidak akan terjadi karena aku akan melindunginya",jelas lea lalu pergi meninggalkan riana.
saat lea melangkah pergi dia melihat sebuah botol minum milik riana yang biasa di bawa kekantor suaminya,lea mengambilnya dan memasukkan sebuah pil kedalam botol itu,dan pil itu larut begitu saja saat masuk kedalam air,lea pun menyeringai licik.
saat lea mengingat kejadian itu dia benar-benar beruntung karena tidak ada yang melihatnya.
"nyonya...ini sudah menjadi nasib anda,saya pernah bilang kalo saya akan melindungi anak saya dan maaf kalo suami anda kembali kepelukan saya itu bukan salah saya,karena anda tidak bisa memberikan apa yang dia inginkan",bisik lea di telinga riana.
sontak tubuh riana seakan mengejang,lea pun panik dengan keadaan riana,dia tidak mau disalahkan langsung keluar dari ruangan.
saat sandi tiba di ruangan riana,dia melihat kondisi istrinya,sandi pun memencet tombol untuk memanggil dokter.
"riana...bangun riana...",sandi memanggil istrinya.
riana di bawa keruang icu,dari kejauhan nampak lea sedang memperhatikan sandi yang pergi membawa riana,"sudah tamat nyonya...",senyum licillk lea.
gilang yang sedang di rumah sakit itu pun melihat lea yang sedang memperhatikan sandi teman fariq yang dikenalkan pada waktu itu,gilang langsung pergi menemui fariq.
"maaf saya ingin bertemu dokter fariq",ucap gilang pada asisten fariq.
"aduh maaf pak dokter sedang ada pasien,kalo bapak mau bapak boleh tunggu".
mau tidak mau gilang harus menunggu fariq selesai,setelah beberapa jam menunggu gilang di persilahkan masuk karena sudah tidak ada pasien.
"bro...aku lama banget nunggu kamu!",ujar fariq.
"ada hal apa yang akan kamu sampaikan sampai tidak tahan lagi untuk menceritakannya,"ucap fariq.
"coba deh lihat ini...",gilang memperlihatkan sebuah vidio pada fariq.
sontak fariq terkejut dengan ucapan lea,"kapan kamu merekam ini?",tadi pagi.
ternyata diam diam gilang mencium gelagat lea,dia selalu mengintai lea pergi termasuk pergi ke panti,tadi pagi gilang pun mengikuti lea sampai akhirnya dia melihat lea masuk kesebuah ruangan dan gilang pun beraksi.
bersambung...