
masih seputar rumah tangga riana dan sandi,mereka berdua pergi berlibur, dengan romantisnya sandi tidak pernah melepaskan genggaman tangannya.
sandi dan riana sudah berada di negara K,mereka menikmati suasananya.
di sebuah hotel berbintang riana merebahkan tubuhnya,badannya begitu lelah karena perjalanannya menguras tenaga.
sandi menghampiri riana dan berbisik,"apa kau sudah siap menerima serangan ku?"
"serangan apa,aku sangat lelah sekali mas..." lirih riana.
"aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini sayang..." ucap sandi membujuk istrinya.
riana berdecak,"ck...dasar otak mesum tidak tahu waktu dan kondisi"
sandi membungkam mulut istrinya dengan mulutnya,riana pun pasrah dia menikmati perlakuan suaminya,dan akhirnya mereka melakukan persatuan.
setelah beberapa jam melakukan kegiatannya,sandi terkulai lemas dan berbaring di samping riana dengan nafas yang belum teratur,sedangkan riana dia bangkit dan pergi untuk bercermin,di pandangnya tubuh kecilnya yang polos tanpa sehelai kain dan berkata," badan ku makin kurus sayang...dan lihat apa yang sudah kau lakukan banyak sekali tanda merah yang kau buat"
sandi tersenyum," itu karyaku nanti akan ku buat lagi yang lebih banyak".
riana tak menghiraukan ucapan suaminya dia langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan keringat sisa tadi,saat riana sudah hampir selesai tiba-tiba tangan kekar sandi melingkar di pinggangnya,sandi memeluk riana dari belakang dan berbisik," kita lakukan lagi disini..."
riana pun menggelinjang kegelian akibat sentuhan suaminya dan akhirnya....ya gitu deh...
satu jam mereka baru keluar dari kamar mandi,terlihat wajah sandi yang berseri-seri dia ingat saran dari fariq,kalau dia harus melakukan hal yang membuat fikirannya fresh.
sedangkan riana memikirkan cahaya,rasanya dia tidak enak hati tidak mengajak anaknya pergi berlibur.
"kamu kenapa sayang?" tanya sandi.
"aku memikirkan cahaya,aku tidak enak dengannya,kenapa kita tidak tunggu cahaya saja untuk kesini" jawab riana.
"tidak apa-apa masih ada waktu untuk kita berlibur lagi,lagian dia kan sedang bersenang-senang dengan ibunya" ujar sandi.
"entah lah...kamu sih kalo ngajak liburan itu suka dadakan" ketus riana.
"namanya juga kejutan..." ucap sandi.
masih didalam hotel,riana sedang menikmati cemilan yang dipesan sandi,sedangkan sandi dia sedang menerima telepon sambil menghadap jendela.
riana melihat suaminya yang sedang memunggunginya,dia teringat ucapan mantan selingkuhan suaminya saat bertemu kemarin.
riana sedang duduk di sebuah cafe bersama seorang wanita yaitu lea,riana menyambut hangat kedatangan lea,tidak ada rasa benci walau lea dan sandi pernah melukainya dulu.
" terima kasih sudah memenuhi keinginan anakmu,dia teramat rindu pada mamahnya" ucap riana sambil meminum segelas teh.
"bukan hanya cahaya tapi aku juga merindukannya" ucap lea.
riana pun tersenyum," lalu...apa kau merindukan juga ayahnya?" tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut riana.
lea pun mengernyitkan keningnya,dia tidak tahu tujuan pertanyaan riana.
"maaf...kalo aku menyinggung perasaanmu,aku hanya ingin tahu sejauh mana kau mencintai suamiku" ucap riana.
lea pun menggelengkan kepalanya seraya bertanya," ibu masih meragukan suamimu?"
riana menjawab," aku percaya dengan suamiku,tapi hanya saja aku ingin tahu perasaanmu sekarang padanya".
"jangan takut bu...aku sudah menguburnya dalam-dalam,saat dia mengkhianati ku" ucap lea santai.
"aku tidak tahu kisah asmara mu dan suami ku setelah aku koma,boleh kau menceritakannya padaku?" pinta riana,dan lea pun tidak habis pikir kalau dia akan dihadapkan pada situasi seperti ini.
lea menghela nafas,rasanya dia ingin sekali kembali ke negara yang sekarang dia tinggal.
"maaf kan saya bu...tapi buat apa ini akan menyakitkan" jawab lea.
"menyakitkan buatku tapi tidak untukmu,jadi aku sudah mempersiapkannya matang-matang,ayo lah lea aku ingin tahu" ucap riana memaksa pada lea.
lea tidak bisa berbuat apa-apa,akhirnya dia pun menceritakan kisah nya bersama sandi pada lea,tidak lupa juga menceritakan hubungannya dengan fariq sampai akhirnya fariq menikahi maira.
lea juga meminta maaf pada riana atas perbuatannya dia tidak tahu kalo akhirnya akan fatal,riana pun sudah memaafkan lea karena riana mengerti alasan yang diberikan lea.
"maaf aku terlalu ingin mengetahui kisahmu,apa kau ingin tahu alasannya?" tanya riana.
"apa aku layak tahu?" tanya balik lea.
"tentu...karena kau ibu dari anak suamiku" jawab riana dengan santai.
"aku berusaha membujuk suamiku untuk menikahi mu,tapi ini sulit sekali" keluh riana.
lea menggenggam tangan riana,"jangan lakukan sejauh itu,aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak mencintaiku" tutur lea.
"tapi dengan seiringnya waktu cinta akan tumbuh,apa lagi kalian dulu pernah mengisi hati masing-masing" ujar riana.
"berikan aku alasannya"
"aku ingin cahaya memiliki orang tua yang utuh" ucap riana membuat lea tertunduk.
"apa aku salah?" tanya riana meminta pendapat lea.
"aku tidak tahu,tapi kalau kau meminta itu padaku maaf aku tidak bisa walaupun cahaya alasannya" ucap lea sebelum riana memintanya.
"jadi akhirnya aku tidak bisa menjadi momy yang baik" lirih riana.
"jangan berpikir seperti itu,aku yakin cahaya akan sangat menyayangimu melebihi ku,karena setiap di hari kau memberinya kehangatan" lea meyakinkan riana.
"lalu...apa alasanmu tidak ingin menikah dengan suamiku?" tanya riana.
"aku sudah menjelaskannya tadi aku tidak bisa menikah dengan laki-laki yang tidak mencintaiku,apa lagi sekarang aku sudah mempunyai calon ayah untuk cahaya" ujar lea.
riana pun terkejut,"oh ya...apa aku mengenalnya?"
lea menggeleng,"dia orang luar,aku juga sudah bertunangan dengannya"
"kapan akan melangsungkan pernikahan?"tanya riana sepertinya riana turut bahagia.
"aku tidak tahu,aku menunggu ijin dari cahaya" ucap lea.
"aku akan membantumu..." ucap riana.
tiba-tiba ingatan riana kembali ke suasana hotel,dia sudah tidak melihat sandi,dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan,riana mencari ke kamar mandi tapi tidak ada," kenapa aku tidak menyadari kepergian sandi" gumam riana.
orang yang dicari-cari riana sedang berada di luar hotel,dia sedang membeli sesuatu untuk di bawa ke hotel,tidak lama kemudian sandi kembali kekamar hotel.
saat dia sudah masuk kamar,terlihat riana yang sedang kebingungan,"apa yang kau lakukan sayang?" tanya sandi sambil membawa kantong plastik.
"aku mencarimu..."teriak riana.
sandi pun bingung melihat tingkah istrinya,"kenapa mencariku,aku kan tadi sudah ijin kalo aku mau keluar membeli sesuatu"
riana pun mengumpat dia tidak mendengar ucapan suaminya karena keasyikan dengan ingatannya bersama lea.
"maaf...sepertinya aku harus beristirahat" ucap riana sambil membaringakan tubuhnya,sandi pun tersenyum dia akan mendapatkan kesempatan lagi,dasar otak mesum....
bersambung...