Humaira

Humaira
Bab 16 penyesalan



fariq menangis sejadi jadinya ketika dia selasai membaca isi kertas itu.


"aku...bodoh...aku memang bodoh...",fariq memukul kepalanya.


"maafkan aku kek...aku menyesal kek...tidak mendengarkan ucapan kakek..."


"aaaaaakh..." fariq berteriak sampai gilang dan bibi terkejut dan menghamipiri keberadaan fariq.


"fariq,kamu kenapa riq...?" tanya gilang.


fariq memberikan kertas itu kepada gilang dan gilang pun membacanya,dia terkejut ketika membaca kalo kakek ingin menjodohkan fariq dan maira,hatinya terasa sakit.


"aku kehilangan kamu mai...",lirih gilang dalam hati.


gilang pun duduk di samping fariq yang bersandar di pinggir ranjang.


"bagaimana dengan keinginan kakekmu?",tanya gilang.


fariq menoleh ke arah Gilang,"aku akan mengabulkannya,tapi aku mohon padamu untuk tidak memberitahu keluarga maira",ucap fariq yang mambuat gilang merasa harus mundur untuk mendapatkan maira.


"kenapa mereka gak boleh tau?",tanya gilang.


"aku akan berusaha mencintai maira apa pun yang terjadi",ujar fariq.


"lalu bagaimana dengan lea tunanganmu?".


fariq menyeringai,"aku sudah tidak punya hubungan lagi dengannya,aku sudah bodoh menjalin hubungan dengan lea".


gilang mengernyit dia tidak paham apa yang dibicarakan sahabatnya itu.


"lea mengkhianati ku,ternyata dia sudah memiliki seorang anak dari hubungannya bersama seorang pria,dan kau mau tahu apa yang terjadi?", gilang mengangguk.


"dia melakukan adegan yang tidak wajar di depan mataku,layaknya sepasang kekasih yang baru bertemu mereka ingin melampiaskan hasrat mereka tapi itu tidak terjadi karena lea menyadari aku melihat aksi mereka",lanjut fariq.


"yang sabar riq...",gilang mengusap pundak fariq.


"apa kamu menyesalinya?",tanya gilang.


"sangat...sangat menyesalinya,andai waktu bisa ku putar kem..."fariq tidak melanjutkan ucapannya.


gilang bertanya,"apa yang akan kamu lakukan setelah ini?".


"tolong berikan alamat maira aku akan menemuinya",ucap gilang.


"aku antar?",gilang menawarkan.


fariq menggeleng,"tidak perlu,aku akan menemuinya sendiri,tapi tidak sekarang".


"baiklah,semangat bro",gilang menepuk pundak fariq.


disebuah apartemen sandi sedang memikirkan sesuatu,dia hanya mangut-mangut tiba-tiba seorang suruhan sandi datang.


"tuan ada kabar baik".


"ada apa?".


"nyonya lea ingin bertemu siang nanti".


sandi berdiri dari duduknya,"siapa yang memberi tahu mu ?".


"maaf tuan,tadi dia kesini tapi dia lalu pergi katanya dia akan datang lagi ke sini jadi dia memberi pesan kalo tuan jangan kemana-mana".


"aku tunggu kedatangan mu lea",gumam sandi.


di tempat parkiran mobil rumah sakit fariq sedang berjalan santai tiba-tiba langkahnya terhenti ketika seseorang memeluknya dari belakang.


"fariq,aku kangen...",lirih seorang wanita yang tak lain adalah lea.


"lepaskan lea..."


"aku tidak ingin melepaskannya",ucap lea.


fariq melepaskan tangan lea dengan kasar,"jangan coba-coba menyentuhku lea",teriak fariq.


"hentikan sandiwaramu itu,dan ingat jangan coba-coba menemuiku lagi",lanjut fariq.


"mudah saja mengatakan maaf lea,tapi luka yang kau gores masih membekas dan ingat satu hal kesalahan terbesar ku adalah mencintaimu...",teriak lagi fariq.


"andai saja aku mendengarkan ucapan kakekku,mungkin aku tidak akan menyesal seperti ini,aku menyesal telah bertemu denganmu",fariq mengangkat telunjuknya ke arah lea.


lea menangis,"akan ku jelaskan semuanya fariq...tolong dengarkan aku dulu".


"tidak ada lagi penjelasan,kita sudah berakhir sekarang kau bebas berhubungan dengan siapa pun",fariq lalu pergi dari hadapan lea.


beberapa jam kemudian lea masuk ke sebuah apartemen,terlihat sandi menyambut kedatangan lea.


"siang lea...",sandi tersenyum lebar.


lea masih menatap sandi dengan mata sendu,"lea kenapa sayang...?",tanya sandi.


"apa kamu benar ingin hidup bersamaku?",sandi diam.


"jawab sandi?",teriak lea.


"iya,itu keinginan ku dari dulu".


"lalu bagaimana dengan istrimu?".


sandi terdiam,"aku akan tetap bersamanya".


lea berbalik dan pergi meninggalkan sandi,ketika lea membuka pintu,sandi dengan cekatan menarik tangan lea dan membiarkan lea di pelukannya.


"jangan pergi lea...",ucap sandi.


"kau bodoh atau apa?",ujar lea masih dalam pelukan sandi.


"kau mau aku disisimu tapi kau tidak mau melepaskan istrimu",lanjut lea.


sandi melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi lea,"dengarkan aku lea,aku tidak bisa meninggalkan istriku karena dia sedang sakit".


"aku juga tidak mau kehilanganmu,aku ingin kau bersabar suatu hari nanti kita akan bahagia",sandi meyakinkan lea.


"sampai kapan?",tanya lea.


"aku tidak tahu,asal kamu tahu istriku sedang koma sudah dua tahun".


mata lea membulat,"kenapa?".


"dia mengalami kecelakaan yang sangat hebat sampai dia koma,maka dari itu aku tidak bisa meninggalkannya aku mohon kau bisa mengerti",ucap sandi.


"lalu bagaimana dengan anak kita?".


"untuk sementara waktu kita biarkan dulu dia di sana,aku ingin kita menikah dulu lea baru kita menjemputnya".


"kenapa baru sekarang kau ingin menikahiku?".


"andai dulu kamu bersabar dan tidak meninggalkanku mungkin kita sudah bersama".


"apa banar-banar kau mencintaiku?",tanya lea lagi.


"sangat...aku sangat mencintaimu.kenapa kau ragu?" tanya sandi.


"aku ingin melihat perjuanganmu",ucap lea.


"aku rasa,aku selalu berjuang untuk mendapatkanmu kembali,kau tahu itu".


wajah sandi mendekati wajah lea dan sandi pun mencium bibir lea dan lea pun tidak diam,dia membalas perlakuan sandi terhadapnya,tiba- tiba lea menghentikannya.


"aku tidak mau melukai istrimu lagi,dia sedang keadaan koma".


sandi tersenyum menggendong lea dan membawanya ke kamar,lea meronta "hentikan sandi..." ucap lea.


sandi pun melemparnya ke atas kasur dan mengahmpiri lea yang tengah berbaring.


"jangan pergi dariku lea,ku mohon jangan sakiti aku lagi dengan kepergianmu",sandi mencium kembali bibir lea dengan kasar dan lea pun menikmatinya.


bersambung.....