
karin sedang berjalan tergesa-gesa menuju parkir mobil,saat dia memasuki mobilnya karin langsung membungkukkan tubuhnya,dia bersembunyi di balik mobil saat melihat orang-orang suruhan ayah tirinya.
karin hendak kabur dari ancaman ayah tirinya,dia ingin keluar dari belenggu lelaki yang selama ini membuatnya gila.
karin diam-diam melangkah meninggalkan mobil,setelah orang-orang itu lengah karin langsung berlari menyusuri jalan,orang-orang itu menyadari kepergian karin lalu mengejarnya, akhirnya merek saling kejar.
maira yang sedang berada di mobil bersama sandi dan fahmi melihat aksi itu sontak maira meminta menghentikan mobilnya,"berhenti kak..." ucap maira.
sandi menepikan mobilnya,saat maira melihat karin sudah mendekat,maira langsung membuka pintu mobil dan memberi kode pada karin untuk mengikuti ajakannya.
karin melihat sosok maira,langsung dia masuk dan menutup pintu mobil,sandi pun melajukkan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
di dalam mobil karin mengatur nafasnya,dia melihat ke arah maira yang sedang duduk di sampinganya.
"turunkan aku jika sudah tak terlihat orang-orang yang mengejarku" pinta karin.
"tidak...aku tidak akan menurunkanmu,kau harus ikut bersama ku" ucap maira.
"apa yang akan kau lakukan padaku?"
"kenapa?apa kau takut?" tanya maira.
"turunkan aku disini" teriak karin.
"hei...jangan berteriak kau akan membangunkan anakku " ucap sandi karena fahmi sedang memangku cahaya yang tertidur di pangkuannya.
"kalo kau ingin selamat maka ikuti perintahku" ucap maira.
mobil yang ditumpangi maira dan kedua kakaknya,juga karin sudah sampai di halaman panti,mereka langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
rahmi dan bu lastri menyambut kedatangan mereka,tapi ada yang mengganjal dari mata bu lastri dan rahmi,mereka melihat sosok wanita dengan berpakaian kurang bahan datang bersama rombongan maira.
"ayo masuk..." ajak maira pada karin.
saat mereka sudah berada di dalam rumah,maira memperkenalkan karin pada fahmi,rahmi dan bu lastri.
"ini karin dia teman kak fariq...karin kenalkan mereka keluarga ku" ucap maira.
karin pun tersenyum melihat keramahan mereka bertiga berbeda dengan sandi yang sedari tadi menunjukkan ketidak sukaannya pada karin.
"ayo ikut aku..." maira membawa karin kekamarnya.
saat mereka berdua sudah berada di kamar,maira langsung menyuruh karin mengganti pakaiannya.
"ganti lah bajumu semua orang disini akan risih melihatmu".
"siapa kamu menyuruhku seenaknya saja" ucap karin kesal.
"apa kamu tidak lihat tatapan orang di rumah ini mereka tidak suka melihatmu seperti ini" ucap maira.
"aku gak mau..."
"tidak apa-apa,tapi kalo kamu terus seperti ini orang-orang itu akan mudah menemukanmu"
setelah karin mengganti pakaian maira membawakan sebuah cemilan untuk karin.
"ini ada makanan buat kamu,aku sengaja bawa kesini mungkin kamu akan terlihat risih jika makan bersama mereka karena belum terbiasa" ucap maira.
"ini tempat apa?"tanya karin.
"ini rumah panti,dimana aku dulu tinggal sebelum aku menikah" jawab maira.
"kenapa apa kamu tidak suka?" tanya maira.
"aku tidak akan lama tinggal disini mungkin besok aku akan pergi" ucap karin.
"itu terserah kamu,kalo gitu aku akan pulang" ucap maira.
saat maira melangkahkan kakinya,karin menghentikannya,"tunggu..." maira pun menoleh.
"kenapa kau mau menolongku?" tanya karin.
maira tersenyum mendekati karin dan berkata,"itu sudah kewajiban kita saling tolong menolong" ucap maira.
"apa kamu akan balas dendam padaku?"
maira menggeleng,"kalo aku membalas perlakuanmu berarti aku tidak jauh beda sepertimu" jawab maira.
"tinggallah disini kamu akan aman" ucap maira.
"aku tidak bisa tinggal di sini aku tidak mau bergantung pada orang lain" ujar karin.
maira mengerti apa yang di ucapkan karin,tapi maira harus mencegah karin pergi karena bagaimana pun bahaya sedang mengintai wanita yang sudah pernah menyakitinya.
"tinggallah sementara waktu sampai keadaan seperti semula"
"terima kasih sudah membantuku..." ucap karin.
"sama-sama...jangan sungkan bila membutuhkan sesuatu bicaralah pada bu lastri dan kak rahmi dilemari ada bajuku pakailah,kalo gitu aku pergi..."
maira keluar dari kamar dan menghampiri mereka yang sedang berada di ruang tamu.
"maira...dia siapa,ibu tidak suka dengan penampilannya"
"bu...dia baik kok,maira titip karin tolong jaga karin,dia sedang membutuhkan kita" pinta maira.
"iya nak...kami akan menjaga nya..."
"makasih bu...kalo gitu maira pulang... ayo kak..." ajak maira pada sandi.
"tunggu...bagaimana dengan cahaya?" tanya fahmi.
"besok aku akan menjemputnya,aku yakin kalian akan merindukan cahaya" ucap sandi.
maira dan sandi pergi meninggalkan panti,sandi mengantarkan maira pulang kerumahnya,di perjalan sandi dan maira tidak saling bicara.