
sandi,fariq dan gilang masih tetap diruangan yang sama,fariq dan gilang mencoba menenangkan sandi.
"apa kamu yakin akan memasukkannya ke penjara?",tanya fariq pada sandi.
"aku gak tahu,yang dipikiran ku sekarang adalah cahaya...kalau lea masuk penjara bagaimana dengan cahaya apa lagi dia baru mengetahui lea adalah ibunya..." jawab sandi.
"maka dari itu jangan dulu terburu-buru toh kita belum tahu sebenarnya bagaimana kita tunggu sampai istri mu sadar",ucap fariq.
"tapi sampai kapan? melihat kondisi riana yang sekarang ini aku merasa tidak ada harapan",lirih sandi.
"kamu yakin kuasa allah?",tanya fariq.
sandi melihat ke arah fariq.
"jika kamu yakin maka terus lah meminta pada yang menciptakannya",lanjut fariq.
" Waw...tumben dia bisa berkata bijak..." gumam gilang.
sandi hanya terdiam mendengar ucapan fariq,dia merasa sudah sangat jauh dengan yang menciptakannya,sudah lama dia meninggalkan kewajibannya sebagai seorang hamba.
lea masih menyangkal kalo dirinya tidak salah,dia terus berteriak di balik jeruji besi dia merasa dia bukanlah penyebab dari kecelakaan itu.
"pak...aku gak salah pak...aku juga adalah korban",pecah tangisan lea.
tiba-tiba seorang polisi datang dan membuka pintu sel," hei...nona hari ini kau bebas",ucap bpk polisi itu.
lea pun keluar dari sel dia mengikuti langkah bpk polisi,saat lea berada di ruangan kantor terlihat sandi yang sedang duduk dikursi menunggu kebebasan lea.
"hari ini kamu selamat lea,tapi kalau kau terbukti bersalah maka tidak ada ampun bagimu",setelah berbicara pada lea sandi pergi meninggalkan lea tapi lea tidak diam dia mengejar sandi.
"tunggu...."
sandi menoleh ke arah lea.
"bagaimana dengan janji mu untuk menikahiku dan membuat keluarga kecil kita kembali?",tanya lea.
"aku sudah memikirkannya,kalau aku akan membawa cahaya pergi ke rumah sakit untuk tes DNA,kalo tesnya sesuai aku akan bertanggung jawab dengan kehidupan cahaya tapi tidak dengan menikahimu..." jelas sandi.
"kenapa kau mengingkarinya?",tanya lea kesal.
"itu karena sikapmu yang baru aku tahu...lebih baik kau renungkan kesalahanmu itu" sandi pun pergi.
keadaan maira sudah mulai membaik,semua kebutuhan pernikahan sudah dipersiapkan dari mulai dekorasi sampai hidangan pun sudah di bicarakan tinggal menunggu beberapa hari sebentar lagi maira akan menjadi nyonya fariq.
"mai..." panggil fahmi.
"iya kak..."
"gak terasa kamu sudah mau menikah".
"iya kak...maira juga berfikir seperti itu kita tidak tahu takdir kita seperti apa,mati jodoh ada di tangan allah,maira juga gak nyangka kalo calon suami maira adalah kak fariq."
"kamu sudah pandai bicara sekarang ya...",goda fahmi sambil mengusap kepala maira.
"iya dong ini juga berkat didikan ayah sama ibu kita",ucap maira sambil tersenyum.
tiga hari lagi menjelang pernikahan,lea tiba-tiba datang lagi ke panti,kedatangnnya sekarang bukan ingin bertemu cahaya melainkan bertemu maira.
"siang kak..."
"sepertinya akan ada pesta di panti ini?" tanya lea.
"iya kak...maira mau nikah, nanti kakak datang ya...",ujar maira.
"oh...pantesan, eh...kalo kakak tahu calon kamu yang berpapasan denganku waktu itu? "
" iya kak..."
"oh fariq...." ucap lea.
"kakak kenal sama kak fariq?" tanya maira.
"tentu dong tapi maaf ya kalo aku nyinggung perasaan kamu...aku sama fariq sudah kenal lama kita hampir mau menikah" ucap lea.
maira pun kaget dengan ucapan lea,karena selama ini fariq tidak menceritakan kisah hidupnya.
"kamu gak apa-apa kan?" tanya lea.
"apa yang membuat kakak tidak jadi menikah dengan kak fariq?" maira balik tanya.
"maaf kalau aku berkata jujur,fariq meninggalkanku karena akan menikahimu!"
"gak mungkin..." mata lea berkaca-kaca.
" itulah kenyataannya.. fariq meninggalkan ku karena kesalahanku dan secepat itu dia akan menikahimu ,tapi aku gak tahu tentang persaannya padamu secara baru satu bulan dia meninggalkanku" jelas lea.
maira masih terdiam dia sedang menahan air matanya,ternyata dia belum mengenal jauh calon suaminya dan bagaimana kehidupannya dulu.
"maafkan aku fariq...dia sudah mengengetahuinya",ucap lea dalam batin.
sepeninggal lea,maira menangis di kamarnya dia merasa kalau dia penyebab hancurnya hubungan fariq dan lea.
rahmi menghampiri maira seraya bertanya," kamu kenapa?"
"kakak..." maira memeluk rahmi.
"maira gak tahu harus gimana?"
"apa maksud kamu?"
"tadi kak lea ibunya cahaya datang kesini dia bilang dia hampir menikah dengan kak fariq terus dia bilang kalo kak fariq pergi darinya karena lea...hik...hik...." tangis lea.
"kamu jangan mendengar dari sebelah pihak dulu,kamu harus minta penjelasan fariq...."
"kak...apa mungkin cahaya anak kak fariq!"
"usst...maira kamu jangan berfikiran yang tidak-tidak"
fahmi mematung ketika mendengar pembicaraan adik dan istrinya,ternyata fahmi sedari tadi berada di belakang maira dan rahmi.
"fariq harus menjelaskannya pada maira..." gumam fahmi.