Humaira

Humaira
Bab 31 penjelasan fariq



fariq berada di panti,dia datang karena permintaan fahmi untuk menjelaskan semua hal kepada maira agar pernikahannya tak terganggu dengan masa lalunya,disana sudah ada maira,fahmi,rahmi dan bu lastri.


"riq...jelaskan pada maira tentang perkataan mantan tunanganmu itu..." pinta fahmi.


"sebelumnya aku minta maaf sama pihak keluarga terutama sama kamu maira,tadinya aku mau ngasih tahu ke kamu soal ini kalo nanti kita sudah menikah,karena sekarang kamu sudah mengetahuinya aku akan jelaskan,benar yang di katakan lea aku dan dia pernah ada hubungan malahan kita sudah bertunangan tapi hal itu tidak sampai menikah karena ada sesuatu yang aku gak mungkin menikahinya,yang pertama aku hubungan dengan lea tanpa restu dari kakek dan yang kedua dia sudah membohongiku jadi itu alasannya kenapa tidak sampai menikahinya jadi bukan karena kamu maira".


"apa kakak punya niat lain untuk menikahiku?" tanya maira.


"sebelumnya ini atas dasar keinginan...kakek lah yang menginginkannya dan aku berusaha mengabulkan, seiring berjalannya waktu aku sudah mulai ada perasaan sama kamu makannya aku gak mau menunda lagi pernikahan ini" fariq menjelaskannya di depan keluarga maira tanpa malu.


"lalu cahaya?" tanya maira lagi.


fariq mengerutkan keningnya dia tidak mengerti dengan pertanyaan maira tentang cahaya.


"maksud maira apa cahaya anak kamu?" fahmi ikut nimbrung.


fariq terkekeh, "aku gak ada sangkutan sama cahaya."


"sebenarnya gini mai...alasan kedua aku tidak menikahi lea karena dia sudah punya anak dari laki-laki lain tanpa aku ketahui..." lanjut fariq.


"berapa tahun kakak berhubungan dengan kak lea?" maira mengintrogasi fariq.


"3 tahun aku menjalin hubungan dengannya"


maira terdiam,sepertinya dia masih mempertimbangkan penjelasan fariq.


"kakak mohon kamu jangan goyah hanya dengan perkataan seseorang yang kamu juga tidak tahu kebenarannya,fariq sudah menjelaskan semuanya mai..." ucap fahmi.


"semua keputusan ada pada kamu,kakak sudah menjelaskannya...apa masih ada yang dipertanyakan?".


maira menggeleng.


"kalo begitu kakak pergi dan kakak tunggu kabar kamu besok assalamualaikum" ucap fariq.


"waalaikumsalam" jawab mereka serentak,fariq pun pergi dia merasa kesal pada lea dan sedikit takut akan keputusan maira.


sepeninggalnya fariq,fahmi rahmi dan bu lastri masih terdiam sambil saling melihat karena kelakuan maira yang hanya terdiam dan melihat poto keluarga dengan tatapan kosong.


"maira..." panggil fahmi,maira pun menoleh tanpa berbicara.


"apa yang sedang ada di fikiranmu sekarang?"


"maira gak tahu kak...apa maira yakin dengan keputusan maira nanti!"


"keputusan yang kamu buat pasti sudah menjadi takdirmu" ujar fahmi.


"sebenarnya apa kamu sudah punya jawaban atas pertanyaan diri kamu sendiri?" tanya bu lastri.


"maira bingung bu,pernikahan ini tinggal 3 hari lagi undangan sudah di sebarkan kalo di batalkan bagaimana perasaan semuanya...dan disisi lain maira takut untuk kedepannya",rengek maira.


"neng...anggap saja ini cobaan sebelum nikah,semuanya butuh pengorbanan tidak ada yang instan jadi kalo kamu bimbang lebih baik kamu sholat istikharah dulu mudah-mudahan allah kasih petunjuk",bu lastri memberi nasihat.


"makasih bu..."


"sama-sama neng..."


"kakak yakin kalo fariq tidak main-main dengan parnikahan ini...sebaiknya kamu pikirkan baik-baik jangan sampai menyesal nantinya." tutur fahmi sambil beranjak pergi.


fariq menjatuhkan tubuhnya di atas kasur,dia kesal dengan kelakuan lea yang sudah membuat hati maira bimbang terhadapnya.


aaakh.... teriak fariq.


"lo kenapa?" gilang bertanya yang sedari tadi berada di kamar fariq.


"aku lagi kesel sama tingkah lakunya lea,semakin sini semakin menjadi" ucap fariq geram.


"memangnya dia bikin ulah apa lagi?"


"dia menemui maira dan memberi tahu tentang hubunganku dan dirinya."


"terus apa yang kamu lakukan?"


"aku berusaha menjelaskannya dan meyakinkan maira..."


"lalu tanggapan maira?"


"dia kayanya ragu sama niatku."


gilang menepuk pundak temannya yang sudah keadaan duduk," kamu yang sabar aku yakin semuanya akan berjalan sesuai keinginan,dan aku yakin maira bukan gadis sembarangan yang akan membatalkan pernikahannya begitu saja."


"untuk apa?"


"memberi perhitungan Padanya"


"jangan buang waktumu untuk perempuan gila sepertinya,biarkan dia mau berbuat apa yang penting kau berdoa agar maira tetap ingin menikah denganmu" pesan gilang.


"tapi aku takut kalo dia akan mengganggu rumah tanggaku nanti!"


"tenang.. masalah lea serahkan padaku" gilang menyeringai.


"ok...makasih bro"


"sama-sama".


terlihat maira sedang memanjatkan doa,dia meminta agar di mudahkan segala urusannya,di berikan iman yang kuat dan diberikan ketetapan hati.


"ya allah berikan petunjukmu atas semua pertanyaanku aamiin..."


pagi-pagi sekali fariq sudah berada di tempat kerjanya di rumah sakit,dua hari menuju hari H fariq masih bekerja karena dari awal dia berencana akan mengambil cuti jika sudah menikah nanti, agar honeymoonnya tidak terganggu,di sela-sela waktunya ia masih kepikiran tentang jawaban maira yang akan menentukkan hidupnya,tiba-tiba suara pintu diketuk yang membuyarkan fikirannya.


tok...tok..tok...


"masuk..."


seseorang membuka pintu,didapatnya sandi sudah berdiri di depan pintu.


"masuklah..."


"terima kasih pak dokter,maaf pagi-pagi sekali saya sudah menemui anda", ucap sandi.


"tidak apa-apa..."


"boleh saya duduk?"


"oh ya...silahkan".


"saya dengar mantan anda membuat ulah".


fariq tersenyum,"apa gilang memberitahumu?"


"ya...dia meneleponku"


"oh...maafkan sahabatku dia sudah mengganggumu"


"tidak apa-apa,aku juga datang kesini untuk memberitahumu kalo kamu harus benar-benar lebih waspada terhadap lea" pesan sandi.


"terima kasih atas perhatianmu,eh ngomong-ngomong bagaimana dengan istrimu apa sudah ada perubahan baik?" fariq mengalihkan pembicaraan karena dia tidak mau membahas soal lea.


"belum dia masih sama"


"jangan putus asa ya,semua akan kembali seperti semula".


"mudah-mudahan...oh ya apa aku boleh minta bantuanmu?" ujar sandi.


"tentang?"


"aku ingin tes DNA mengenai putriku"


"apa kau ragu?" tanya fariq.


"tidak,hanya saja aku butuh keyakinan"


fariq berfikir sebentar lalu dia berkata,"tapi maaf tidak bisa sekarang aku harus berbicara dulu sama pengurus panti".


"oh ya tidak apa-apa,tidak harus sekarang juga",ucap sandi.


"nanti aku kabari lagi"


"ok aku tunggu tapi jangan terburu-buru selesaikan dulu pernikahanmu" goda sandi.


di dalam ruangan kerjanya fariq masih mengobrol dengan sandi sesekali dia melihat layar hp,berharap maira mengabarinya tepat dua hari lagi pernikahan mereka.


"ya tuhan tetapkan lah hati maira untuk menikah denganku".


bersambung....