Humaira

Humaira
Bab 47 cerita sandi



maira dan fariq pagi-pagi sekali sudah berada di rumah sakit,maira langsung menuju kamar riana,terlihat kakaknya sandi sedang menyantap makanan dengan lahap.


"maira...kamu datang pagi sekali?"


"iya...maira kangen sama kakak ipar..." ucapan maira membuat hati sandi bahagia karena maira sudah menerimanya sebagai kakak,bukan hanya sandi tapi riana juga sudah dianggap kakaknya.


sandi menyudahi sarapannya dia langsung menghampiri maira yang sedang duduk di samping riana.


"kamu sudah sarapan?" tanya sandi sambil mengelus kepala maira tanda dia memberi perhatian.


"sudah kak...papah gak kesini?" tanya maira.


"belum,mungkin sebentar lagi..."


"oh iya...riana, humaira dia adik yang selama ini aku cari" lanjut sandi menoleh pada istrinya.


"oh ya.. kakak mencariku?" tanya maira.


"tentu sayang...aku dan papah ingin sekali bertemu denganmu sampai aku harus pindah kesini dan menetap disini" ucap sandi.


"lalu...bukan karena kak riana kakak disini?"


"awalnya memang aku kesini ingin mencarimu eh...aku malah nyangkut pada hati riana..." jelas sandi.


"ehm...gitu ya..." ujar maira riana pun tersenyum dan bahagia melihat kelakuan adik kakak walaupun belum bisa berbicara.


"percayalah maira...aku dan papah selama ini tersiksa dengan keadaan kami jauh dari kamu dan mamah".


"kakak mau gak jelaskan sama maira kenapa mamah dan papah pisah?" tanya maira penasaran.


"boleh...tapi ada syaratnya" ujar sandi.


"kok pake syarat "


"hari ini gak ada yang gratis" ucap sandi


"sama adik sendiri kok gitu...tapi ya udah apa syaratnya?"


"kamu bantu kakak bertemu dengan cahaya"


"oh...itu sih gampang...ya nanti maira akan ajak cahaya bertemu kakak sekarang ceritain dulu kenapa papah sama mamah bisa pisah"


"ini menyangkut rekan bisnis papah,jadi dulu bisinis papah sangat berkembang pesat,banyak yang iri dengan keberhasilan papah,waktu itu papah dijebak oleh rekan bisnisnya dia sengaja membayar wanita untuk menggoda papah,saking cintanya papah pada mamah dia tak tergoda dengan wanita itu dan akhirnya papah di jebak sebuah poto memperlihatkan seakan papah sedang tidur bersama wanita lain,mamah pun marah besar dia tidak percaya dengan penjelasan papah akhirnya mamah memutuskan pergi dari kehidupan kami,kamu tahu gak? waktu itu terasa berat buat kakak melihat kedua orang tua kita bertengkar hebat,kakak gak sanggup berpisah dari salah satu mereka,hati kakak hancur sampai papah mengirim kakak ke sebuah tempat psikolog..." ucapannya terhenti begitu sakit yang dirasakannya waktu itu,dia harus kehilangan keluarga kecilnya,dia harus menjadi orang yang kuat,dia di tuntut dewasa sebelum waktunya kehidupannya direbut paksa oleh keadaan.


"jangan diteruskan...maira ngerti kok ini sangat menyakitkan"


"maira...ijinkan kakak untuk melindungi kamu karena tugas kakak belum selesai menjaga adiknya" ucap sandi.


saat maira dan sandi berbincang,dua pasang mata sedang memperhatikan keduanya tanpa disadari mereka papah ikbal sudah berada di balik pintu sedari tadi,dia meneteskan air mata terharu melihat kedua anaknya untuk pertama kalinya berbincang.


di tempat lain gilang sedang berdiri di depan pintu apartemen


dor....dor...dor...


"karin...buka pintunya..."


tiba-tiba pintu terbuka,"bisa gak dengan sopan mengetuk pintu apalagi di sini ada belnya" ucap karin ketus.


"aku mau bicara..."


"tentu...aku juga kangen sama kamu"


mereka pun masuk kedalam,gilang di suguhkan dengan keadaan di apartemen karin yang sangat berantakan,terlihat sebuah celana dalaman pria yang berada di kursi.


gilang mengambilnya dan melemparnya pada karin.


"kau gila...apa kau sering melakukannya?" teriak gilang.


"jangan teriak-teriak telinga ku masih waras"


"jawab aku karin..."


"iya ,ini bukan yang pertama kalinya,lagian tempat dimana aku tinggal ini sudah lumrah" ucap karin.


"lalu kenapa kau masih mengejar fariq?"


"sampai kapan pun aku akan mencintainya,asal kau tahu aku seperti ini karena fariq..." ucap karin.


"jangan bawa-bawa fariq di masalah hidupanmu,itu kesalahanmu..."


"kenapa kamu membela fariq?aku juga kan sahabatmu"


"memang benar kamu sahabatku tapi dulu...sekarang aku tidak mengenalmu karin yang sekarang liar,pemarah dan berambisi..." ucap gilang.


"terserah,kalau kau sudah tidak menganggapku lagi sebaiknya keluar..." teriak karin.


"ingat...jangan coba-coba mengganggu fariq dan istrinya apa lagi sampai melukainya aku tidak segan-segan mencabik-cabik tubuhmu" ancam gilang lalu dia pergi.


ternyata saat maira di panti,gilang menemui fariq di rumah sakit,fariq menjelaskan kepada gilang sikap karin terhadap maira yang membuatnya geram,gilang akan melindungi fariq dan maira secara fariq adalah sahabatnya dan maira adalah kekasih yang tak sampai.


bersambung....