Humaira

Humaira
Bab 46 dipanti



"bagaimana sayang...sehat bayinya?" tanya maira penasaran.


"alhamdulillah...bayinya sehat..." jawab fariq.


fariq memberikan beberapa macam obat kepada rahmi yang sudah duduk di samping maira dan menjelaskan satu persatu.


fahmi dan fariq keluar kamar di susul maira dan rahmi.


"kenapa kamu memilih menjadi dokter kandungan?"tanya fahmi.


"kenapa aku memilih pekerjaan ini? karena aku terlahir dari rahim seorang wanita yang bergelar ibu,tidak sedikit yang meninggal pasca melahirkan,salah satu nya ibu ku....dia meninggal setelah aku lahir ke dunia ini...itu alasan aku kenapa memilih menjadi dokter kandungan...karena kita seorang lelaki tidak akan merasakan betapa sakitnya melahirkan..." jelas fariq sampai semua yang mendengarkan di buat tertegun termasuk istrinya.


fahmi menepuk pundak fariq seraya berkata, "aku tahu niatmu sangat mulia".


maira mendekati fariq dia bersandar pada pundak suaminya," aku yakin kamu tidak akan menyakiti seorang perempuan termasuk aku...karena aku tahu kamu selalu membantu mereka yang melahirkan artinya kamu sudah bisa merasakan sakitnya seperti apa" ucap maira.


"itu sudah pekerjaanku sayang..."


maira dan fariq menunjukkan kemesraan di hadapan fahmi,rahmi dan bu lastri pun tersenyum malu melihat tingkah mereka.


"kak...sebenarnya maira ingin berbicara sesuatu" ucap maira pada fahmi.


"katakanlah..."


"maira bertemu dengan papah dan kakak kandung maira..."


fahmi,rahmi dan bu lastri sontak terkejut mendengar perkataan maira.


"jangan bercanda kamu" ujar fahmi.


"iya...kemarin malam kami baru mengetahuinya" timpal fariq.


"bukannya kedua orang tua kamu sudah meninggal waktu kecelakaan?" tanya fahmi.


"awalnya maira juga memang seperti itu tapi kemarin papah ikbal menjelaskan semuanya" jawab maira.


"jadi gini,papahnya maira dan ibunya sudah bercerai saat maira berusia 9 bulan,kebetulan maira ikut ibunya,maira juga punya kakak laki-laki dia ikut bersama papahnya" fariq membantu maira menjelaskannya.


"dari mana dia tahu kalo maira anaknya?" tanya bu lastri.


"dari sebuah poto keluarga yang terdapat di dalam dompet maira,papah maira mengenali wajah yang berada di poto itu " fariq tidak menceritakan secara detail karena menurutnya membutuhkan waktu lama.


"jadi bagaimana kamu sudah mengakuinya?" tanya fahmi pada maira.


"itu ide bagus...kakak akan dukung kamu" ucap fahmi.


"tapi...ada yang lebih menggelitik" ujar fariq.


"apa...?"


"cahaya adalah anak dari kakaknya maira" ucap fariq.


semua diruangan itu kaget mendengarnya,dunia terasa sempit tidak tahu kebetulan atau ini lah yang di sebut takdir.


"iya kak...dan kami juga berniat tes DNA untuk cahaya jadi aku butuh bantuan kalian" ujar maira.


fahmi menarik nafas dan berkata," segeralah tes DNA,semoga hasilnya sesuai yang di harapkan,selamat kamu sudah bisa berkumpul dengan keluargamu,takdir yang tidak di sangka-sangka"


"tapi kamu tidak akan lupa kan pada kami?" tanya bu lastri.


"maira tidak akan lupa dengan tempat ini,karena maira punya kenangan yang sangat indah...maira tidak akan lupa dengan kebaikan ibu,kak fahmi,kak rahmi pokoknya kebaikan semuanya,tanpa kalian maira tidak akan seperti ini"


maira menghampiri fahmi dan duduk dibawah kaki fahmi.


"makasih kakak sudah menjadi kakak yang baik buat maira,menjaga maira,melindungi maira,selalu ada saat maira butuhkan...maira minta maaf kalo selama ini maira belum bisa jadi adek yang baik,maira selalu menyusahkan kakak.." ucap maira.


fahmi menggeleng," kamu adek kakak yang baik,selalu nurut apa kata kakak kamu wanita kuat tidak mengeluh jika kamu kesusahan,fariq apa aku boleh memeluk maira sebagai adek dan kakak?"


fariq mengangguk,tangisan mereka pun pecah fahmi dan maira saling berpelukan,fahmi teringat saat maira kecil sedang sakit,dia selalu menyuapinya,menidurkannya hingga memandikannya,maira adalah adik satu-satunya,adik kebanggaannya walau mereka tidak memiliki darah.


momen itu di rekam oleh fariq dan dikirimkan kepada sandi,dia pun melihat betapa dekatnya maira dan fahmi tidak ada darah di antara mereka tapi cinta kasih seorang kakak pada adiknya begitu kuat.


"beruntung sekali kamu maira...di kelilingi orang-orang yang sangat menyayangimu,dan mulai sekarang bukan hanya aku papah juga akan menyayangi dan melindungimu" ucap sandi sambil menyeka air matanya.


maira dan fariq sudah berada dirumah,terlihat fariq sudah tidur kelelahan dia lupa akan niatnya pada maira.


maira perlahan mendekati fariq,dia mencium kening suaminya.


cup...


"tidur yang nyenyak imamku...terima kasih sudah membantuku hari ini..." gumam maira.


bersambung....