Humaira

Humaira
Bab 109 Ratna hamil



3 bulan kemudian


Fariq kini sudah bekerja lagi di rumah sakit dan Maira seperti biasa menjalankan perannya sebagai Istri dan Ibu bagi Dzakir,hari-hari mereka di hiasi dengan keharmonisan apa lagi sekarang Dzakir bertumbuh besar dan dia sudah bisa berjalan.


tidak hanya sebagai ibu rumah tangga,setiap bulannya Maira selalu berkunjung menemui Ratna dan Alif,dia sangat menikmati kesibukannya.


Kini Maira sedang bersama Ratna karena dia mendengar kalo Ratna sering pingsan,terlihat wajah Ratna yang pucat,"apa sudah di periksa?" tanya Maira,dan Ratna pun mengangguk,"sudah..."


"bagaimana kata dokter?" tanya Maira lagi.


Ratna tidak bergeming dia tidak tahu harus menjawab apa karena semua ini adalah Aib baginya.


"Na...katakanlah kamu jangan takut" bujuk Maira.


tiba-tiba Ratna menangis membuat Maira jadi kebingungan,"kenapa kamu menangis apa penyakit mu berat?" tanya Maira penasaran.


Ratna menggelengkan kepalanya,"tidak...aku hamil" ucap Ratna sambil terisak.


Maira terkejut,"apa..."


"iya...aku hamil sudah 4 bulan..." lirih Ratna.


Maira menggenggam tangan Ratna,"siapa yang sudah menghamili mu?".


Ratna menatap mata Maira,"Bang Gobang" ucap Ratna.


"Astagfirullah" ucap Maira sambil menghela nafasnya.


"baiklah orang itu harus bertanggung jawab" lanjut Maira.


"tapi apa dia mau?" tanya Ratna tidak yakin.


"harus..." tekan Maira.


"tapi...dia sudah berkeluarga,lagian ini juga salahku seharusnya aku tidak melakukannya" lirih Ratna.


"apa pun alasannya dia tetap harus bertanggung jawab,anak ini tidak bersalah dia juga berhak atas kehidupannya" ucap Maira sambil mengelus perut Ratna.


Ratna pun memeluk Maira,"terima kasih sudah mensuport ku,lalu bagaimana aku bisa menikah dengannya,kita kan sama-sama sedang di pendapat hukuman" ucap Ratna setelah melepaskan pelukannya.


"jangan pikirkan itu,aku yang akan mengurusnya" ujar Maira menenangkan Ratna.


"makasih Mai...aku tidak tahu kalo aku tanpa mu" ucap Ratna dan Maira pamit pulang karena dia harus cepat membicarakan ini pada kedua kakak Ratna dan dia juga akan memberitahu Suaminya terlebih dahulu.


Maira sedang berada di perjalanan menuju rumah sakit,tiba-tiba saja ponselnya berdering,dia langsung melihat layar ponsel,ternyata satu pesan Wa masuk,Maira membukanya.


(sayang kamu dimana ada kabar gembira)


ternyata pesan itu dari suaminya,Maira pun membalas pesannya.


(kabar gembira apa sayang)


(kalo di wa rasanya gak seru,nanti saja kalo aku sudah di rumah)


(aku juga ada kabar untukmu,sekarang aku sedang di perjalanan menuju rumah sakit)


(baiklah kalo begitu kita ngobrol di kantin saja,kalo sudah sampai hubungi aku,emmmmuuuahh)


Maira pun tersenyum,betapa senangnya dia ketika Fariq memperlakukannya seperti orang yang benar-benar istimewa di hidupnya.


selang beberapa menit Maira sudah sampai,dia sedang berjalan menuju kantin yang berada di area rumah sakit,sebelumnya dia sempat menghubungi Suaminya.


"selamat siang sayang...." bisik Fariq dari belakang,yang membuat Maira terkejut.


"sayang...ih kamu..." rengek Maira.


Fariq terkekeh,"kenapa suka ya..." ucapnya menggoda Maira.


"ih...gak lucu tahu"


fariq tersenyum melihat Maira yang sedang cemberut.


"udah dong...jangan manyun gitu,jelek tau" goda Fariq.


"dih...kenapa mesti malu aku kan suamimu"


"udah ah...sebenarnya ada kabar gembira apa sih?" tanya Maira penasaran.


"yang pertama Gilang akan melangsungkan pernikahan minggu depan dan yang kedua kamu sebentar lagi akan mempunyai keponakan baru"


Maira mengernyitkan keningnya,"ponakan baru,siapa?"


Fariq tersenyum melihat Istrinya yang belum paham,"Sandi dan Riana akan memberikan adik Pada Cahaya" jelas Fariq.


"oh ya...alhamdulillah ternyata perjuangan mereka tidak sia-sia kak..." ucap Maira kegirangan.


"dan sekarang giliran mu,ada kabar apa" tanya Fariq pada Maira.


Maira menghela nafasnya,"tadi aku ada kabar kalo Ratna sering pingsan jadi aku memutuskan untuk menemuinya,tapi hasil diagnosanya dia sedang hamil usia kandungannya sudah 4 bulan" jawab Maira.


Fariq memejamkan matanya,sudah pasti dia akan hamil,secara mereka melakukannya dimana pun yang di inginkan termasuk di rumah kayu saat Fariq di sekap.


"aku sudah menduganya sayang...lalu apa rencana mu" ucap Fariq.


"aku akan pergi menemui kedua kakak Ratna untuk memberitahunya dan meminta Gobang untuk bertanggung jawab" jelas Maira.


"aku akan menemanimu menemui Rudi dan Budi,dan kita akan sama-sama meminta pertanggung jawaban Gobang" ujar Fariq.


"iya sayang..."


"kamu tunggu di sini aku akan pergi dulu" ucap Fariq sambil melangkah pergi.


beberapa menit kemudian Fariq datang lagi dan mereka langsung pergi menuju rumah Budi,sampainya di sana Budi langsung menghubungi Rudi karena dia kedatangan Fariq dan Maira ada yang ingin di bicarakan.


kini mereka sudah berkumpul dan Maira mulai menceritakan keadaan Ratna saat ini dan Maira memberikan saran agar menemui Gobang untuk meminta tanggung jawaban dan kedua adik berkakak itu pun setuju.


akhirnya mereka bersepakat untuk menemui Gobang besok siang,setelah lama berbincang akhirnya Fariq dan Maira pun pamit pulang.


keesokan harinya Maira sudah bersiap pergi dia sedang menunggu Rudi dan Budi untuk menjemputnya karena mereka akan pergi bersama menemui Gobang.


tidak lama kemudian Rudi dan Budi pun datang,dan mereka pergi,sedangkan Fariq dia tidak bisa mengantarnya karena tiba-tiba saja Fariq di hubungi untuk segera ke rumah sakit.


sampainya di sel tahanan,mereka melihat kedatangan Gobang yang di gandeng dua orang polisi yang sedang menghampiri mereka.


"waktunya tidak banyak" ucap salah seorang polisi.


kini mereka duduk berempat,Gobang merasa heran kenapa orang-orang ini kenapa mereka ingin menemuinya.


"apa kabar..." sapa Rudi.


"kami kakak Ratna dan ini nona Maira majikan ibu kami,kedatangan kami kesini untuk meminta pertanggung jawabanmu atas kehamilan adik kami Ratna" lanjut Rudi.


Gobang pun terkejut,"hamil..."


"ya dia sedang mengandung anakmu" timpal Budi.


Gobang tertunduk dia tidak tahu bagaimana caranya bertanggung jawab sedangkan dia sedang di bui.


"bagaimana...?" tanya Rudi.


"lalu dengan apa aku bertanggung jawab?" tanya Gobang.


"ya dengan menikahinya" jawab Rudi.


"aku kan tidak bisa kemana-mana" ujar Gobang.


"kamu jangan memikirkan hal itu,semua serahkan saja pada ku" ujar Maira.


Gobang pun berpikir,akhirnya dia bisa memiliki Ratna walaupun keadaannya seperi ini dengan senang hati dia akan bertanggung jawab dengan cara menikahi Ratna,dan mereka pun bersepakat kalo Ratna akan menikah dengan Gobang secepatnya.


mereka pun pulang kerumah masing-masing,sedangkan Maira dia pergi kerumah Papa Ikbal untuk memberitahu kalo Ratna akan menikah dan meminta bantuannya,tidak lupa dia juga ingin mengucapkan selamat atas kehamilan kakaknya Riana dan sebentar lagi keluarganya akan kedatangan anggota baru.


bersambung....


Author : makasih udah kasih like nya jangan lupa selalu setia membaca karya pertamaku.