Humaira

Humaira
Bab 15 secarik kertas



fariq baru saja keluar dari kamar mandi dia berniat pergi ke rumah sakit tempat dia bekerja,dia tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan karena masih banyak yang harus dia kerjakan termasuk kewajibannya sebagai seorang dokter,fariq sengaja berangkat siang hari karena dia merasa lelah.


"den...mau kemana?",tanya bibi saat fariq keluar kamar.


"saya mau ke rumah sakit bi,mungkin saya pulang agak malam",jawab fariq.


"den gak makan dulu?".


"gak bi saya gak berselera makan,saya pergi bi kalo bibi mau pulang seperti biasa kunci titipkan ke pak satpam",ucap fariq.


"iya den".


fariq masuk kedalam mobil peninggalan kakeknya dia masih mengenang saat-saat mereka berdua.


di panti terlihat maira sedang duduk di teras depan,dan bu lastri menghampiri.


"cuacanya panas banget ya neng",ujar bu lastri.


"iya bu",maira masih tertunduk.


"kamu kenapa neng?,kalo punya masalah bicara sama ibu".


"gak ada masalah apa-apa kok bu,maira cuman sedih aja,donatur kita satu persatu berkurang apa maira bekerja aja ya bu",ucap maira.


"kamu mau kerja apa?,hari gini nyari kerjaan itu susah",bu lastri menepuk pundak maira.


"iya ya bu,maira kan cuman lulusan SMA mana ada yang mau nerima maira bekerja".


"kita berdoa saja mudah-mudahan kita di beri kecukupan dan ada donatur baru"


suara gilang mengagetkan maira dan bu lastri.


"assalamualaikum",ucap gilang.


"waalaikumsalam",jawab bu lastri dan maira serentak.


"masuk kak".


"makasih tapi disini aja adem banget kalo diluar",gilang tersenyum.


"duduk nak",ucap bu lastri.


"makasih bu",gilang menuju tempat duduk.


"ibu kebelakang dulu mau ambil minuman".


"jangan bu saya gak mau merepotkan ibu",ujar gilang.


"gak apa-apa",bu lastri pergi menuju dapur.


"gimana keadaan ka fariq?",tanya maira pada gilang.


"kenapa dia nanya fariq,dah jelas-jelas aku di depan matanya",ucap gilang dalam hati.


"fariq...dia...masih bersedih,ya mungkin tidak gampang kehilangan orang tercintanya",ucap gilang.


"ya mudah-mudahan aja kak fariq di beri ketabahan",ujar lea.


"ada keperluan apa ya kak?",tanya maira.


"oh gak,tadi kakak lewat sekalian nyimpang dulu kesini,gak apa-apa kan?",gilang balik tanya.


"oh...gak apa-apa",ucap maira.


gilang bertanya,"fahmi kemana?".


"kak,fahmi tidak tinggal disini,dia tinggal bersama istrinya".


"oh sudah berkeluarga".


"kapan ya aku berkeluarga sama kamu maira",batin gilang.


gilang sangat kagum dengan kecantikan maira yang natural tanpa riasan di wajahnya.


di sebuah ruangan pemeriksaan fariq sedang menuliskan resep untuk pasiennya.


"iya,makasih dok".


hendak pasiennya keluar ruangan,fariq teringat dengan secarik kertas yang waktu itu dia lihat di atas meja kamar kakeknya yang tidak sempat dia baca.


tiba-tiba pesan wa masuk ting.... fariq membukanya.


gilang,


(kamu lagi ngapain?)


fariq,


(aku di rumah sakit)


gilang,


(syukur kalo kamu sudah bisa bekerja)


fariq,


(kamu lagi dimana)


gilang,


( aku lagi bersama maira di panti)


"sejak kapan gilang main ke panti,aku aja belum pernah",ucap fariq.


fariq,


(oh iya,nanti pulang ke rumah atau ke apartemen?)


gilang,


(mau kamu kemana?)


fariq,


(kerumah aja)


gilang,


(ok)


fariq menutup pesan,lalu bergegas keluar untuk pulang.


sesampainya di rumah,fariq langsung ke kamar kakeknya dan dilihatnya kertas itu sudah tidak ada.


keesokan harinya fariq bangun dengan pagi-pagi sekali dia menghampiri bibi yang baru datang.


"bi lihat kertas yang berada di meja kamar kakek?",tanya fariq.


bibi mengernyitkan keningnya,


"itu yang dekat pas foto di meja dekat ranjang kakek",lanjut fariq.


"oh iya,sebentar ya den bibi ambil".


bibi pergi mengambil kertas itu,tidak lama kemudian bibi memberikannya kepada fariq.


"ini den,maaf bibi simpan tapi bibi gak baca loh den",ujar bibi ketakutan.


"gak apa-apa,makasih ya bi",fariq pergi menuju kamar kakek.


setelah sampai di kamar dia perlahan membuka kertas itu dan membacanya.


...**maafkan kakek fariq,kakek tidak bisa menjaga amanah papahmu,kakek tidak bisa memberikan kebahagian kepadamu,sikap kakek terhadapmu semata-mata ingin menjagamu....


keinginan kakek tidak banyak,kakek ingin kamu pergi dari wanita itu karena kakek ingin kamu menikah dengan gadis pilihan kakek,wanita yang akan menjadi pendamping hidup selamanya,kalo kamu gak keberatan kakek mau kamu menikah dengan humaira anak angkat dari sahabat kakek,kalo kamu tidak mau kakek tidak akan marah lagi kakek janji pulang lah nak**...


bersambung...