
riana masuk kedalam kamar,didapatinya cahaya sedang belajar,riana menghampirinya,"pintarnya anak mamah..."
cahaya menoleh," kenapa momy baru pulang?" tanya cahaya.
"maafkan momy ya tadi tidak jemput cahaya,soalnya momy mau ngasih kejutan sama cahaya" ucap riana yang membuat hati cahaya senang.
"oh ya...kejutan apa momy?" tanya cahaya penasaran.
"kita kebawah yuk..." ajak riana pada anak sambungnya.
mereka pun berjalan keluar kamar,setelah sampai di ruang tamu,cahaya melihat sosok mamahnya yang sedang berdiri menunggu kedatangannya.
"mamah..." panggil cahaya serasa sedang bermimpi,tapi cahaya tidak menghampiri lea dia hanya mematung melihat keberadaan lea.
lea berjongkok dan merentangkan kedua tangannya berharap cahaya datang memeluknya.
riana mencoba meyakinkan cahaya bahwa mamahnya datang menemuinya," sayang...kenapa diam saja,katanya kangen sama mamah lea?"
cahaya masih mematung,"mamah lea juga kangen sama cahaya,ayo peluk dia" bisik riana.
cahaya pun berlari menghampiri lea,mereka pun saling berpelukan dan tangisan pun pecah,"mamah..." ucap cahaya sambil terisak.
"cahaya...mamah kangen kamu sayang..." ucap lea.
riana pun tidak bisa menahan air matanya akhirnya jatuh juga dia menyeka air matanya agar tidak terlihat oleh cahaya.
cahaya melepaskan pelukannya lalu menoleh pada riana yang sedari tadi menyaksikan adegan live cahaya dan lea.
"momy...inikah kejutannya?" tanya cahaya,riana pun mengangguk.
"makasih momy sudah mengabulkan keinginanku" ucap cahaya.
"buat cahaya apa pun momy akan lakukan".
dari kejauhan papah ikbal melihat mereka,tak terasa air matanya keluar dan menetes pada tangannya,bukan pertemuan cahaya dan lea yang dia tangisi,tapi menantunya riana dia begitu berbesar hati menerima kehadiran cahaya,sifat riana tidak jauh dengan maira anaknya,sampai papah ikbal geram mendengar kedua perempuan itu kehidupannya di usik.
masih di ruangan itu,mereka bertiga sedang berbincang," momy sangat menjagaku dengan hati-hati mamah" ucap cahaya.
"tentu sayang...dia juga kan momynya cahaya juga,jadi kalo cahaya kangen sama mamah,cahaya temui saja momy" ujar lea.
"cahaya berlebihan,justru aku sering mengabaikannya" ucap riana.
cahaya cemberut," momy kok gitu..."
"benarkan sayang...momy tidak bisa nemenin cahaya apa lagi kalo cahaya lagi bersedih" lirih riana.
"momy gak gitu kok mah...dia sayang banget sama cahaya" cahaya sedang mengadu pada mamahnya.
"kamu gak bilang juga mamah sudah tahu kalo momy bakal memperlakukan cahaya dengan baik" ujar lea.
"kalo papih gimana,apa dia sama kaya momy?" tanya lea,dan riana pun terdiam,dia tidak tahu apa yang akan cahaya jawab.
"papih juga sama,apa lagi kakek dia sering menemani cahaya belajar..." ujar cahaya.
lea pun tersenyum dan berkata,"makasih bu...sudah memperlakukan anakku dengan baik" ucap lea pada riana.
"itu sudah kewajiban ku sebagai ibu sambungnya" ujar riana.
riana masih menemani lea dan cahaya sedangkan sandi di kamar sedang mondar mandir fikirannya hanya pada riana karena dia takut riana berbuat yang tidak-tidak dan akhir-akhir ini istrinya bertingkah aneh.
lea pamit pulang pada riana dan cahaya,tapi anaknya itu menahannya karena dia masih rindu.
"momy...apa mamah boleh menginap disini?" tanya cahaya pada riana.
"momy gak keberatan tapi cahaya harus ijin dulu sama papih dan kakek" jawab riana.
"sayang...mamah bisa pulang kok,mamah gak mau ngerepotin semuanya,besok mamah antar kamu kesekolah ya..." rayu lea.
cahaya merajuk,riana pun tidak enak hati pada mereka secara suaminya sudah memperingatkan.
"kalo mamah tidak bisa tidur disini,cahaya ikut mamah aja" rengek cahaya,riana pun terkejut mendengar ucapan si kecil.
"momy bolehkan cahaya bersama mamah selama dia di sini?"
riana menghela nafas lalu bertanya pada lea," berapa lama kamu akan tinggal disini?"
lea menjawab," aku ambil cuti dua minggu"
"dua minggu cukup sayang?" tanya riana pada cahaya.
"iya mom...tapi bolehkan?"
riana mengangguk," tentu sayang..."
akhirnya cahaya ikut pada lea,tanpa sepengetahuan suaminya.
setelah kepergian cahaya dan lea,riana pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat,ketika dia sudah berada di kamar,terlihat suaminya yang sudah tertidur pulas dia langsung beranjak menghampiri dan berbaring di sampingnya tanpa mengganti pakaiannya karena dia sudah merasa lelah.
keesokan harinya,sandi sudah siap untuk berangkat,dia menyuruh istrinya untuk berdandan yang cantik.
"kita mau kemana sayang...?" tanya riana.
"aku akan mengajakmu ke sesuatu tempat" jawab sandi.
"tumben...?"
"sudah lah jangan banyak bertanya siapkan saja dirimu,aku ingin menyapa anakku" ucap sandi sambil beranjak pergi tiba-tiba riana berkata," cahaya ikut lea"
ucapan riana membuat sandi menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya,"apa..."
"iya...semalam cahaya ingin sekali mamahnya menginap disini tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena teringat ancamanmu,jadi cahaya ikut lea selama dia disini,hanya dua minggu sayang..." jelas riana.
"kenapa kamu tidak memberi tahuku?" tanya sandi.
"barusan aku sudah memberi tahumu" jawab riana santai.
" seharusnya sebelum dia pergi" ucap sandi kesal.
"memangnya kenapa,lea juga berhak atas cahaya kan!" ujar riana.
"ya terserah kamu...kalo begitu aku lebih leluasa memilikimu" ucap sandi sambil pergi meninggalkan istrinya karena dia enggan berdebat lagi.
papah ikbal sudah berada di meja makan,dia sedang menunggu anak menantunya untuk sarapan bersama,tidak lama kemudian sandi datang dan di susul riana,mereka pun melakukan sarapan bersama.
"pah...aku dan riana akan pergi beberapa hari" ucap sandi yang membuat riana menghentikan makannya.
"kita mau kemana mas?" tanya riana.
"kita akan pergi berlibur sekalian honeymoon" jawab sandi.
"kalian mau berlibur kemana?" tanya papah ikbal dengan santai.
sandi menjawab," ke negara K pah,aku membutuhkan ketenangan bersama istriku,aku ingat pesan papah kalo aku harus memperbaiki hubunganku dengan riana" jelas sandi.
riana pun hanya terdiam sambil memandangi suaminya,ternyata sandi benar-benar ingin merubah sikapnya.
"baguslah...kalo begitu hati-hati di jalan,oh ya bagaimana dengan cahaya?" tanya papah ikbal.
riana pun menjawab pertanyaan mertuanya," semalam cahaya ikut lea,karena dia terus memaksa ingin ikut,hanya dua minggu pah kebersamaan mereka"
"biarkan dia mengobati rasa rindunya" ucap papah ikbal.
"dan untuk kalian,jangan berdebat lagi soal cahaya dan lea,papah tidak mau kalian bertengkar karena wanita itu" lanjut papah ikbal.
"iya pah.. asalkan riana tidak mengungkit pernikahan lagi aku akan berusaha menjaga hubungan ini" ucap sandi.
"papah percaya pada kalian,dan papah harap pada kamu sandi,jangan mengulangi lagi kesalahan yang sama karena belum tentu papah akan memaafkan mu lagi ingat pesan papah"
sandi pun mengangguk dan mengerti pesan papahnya itu,dia langsung menggenggam tangan riana...
bersambung....