
papah ikbal hendak pergi mengantarkan maira,mereka sudah berada di dalam mobil,panasnya terik matahari membuat mereka kehausan sampai mereka menemukan mini market.
papah ikbal turun dari mobil sedangkan maira di dalam mobil,maira mengambil ponsel hendak menelepon fahmi untuk menanyakan keadaan karin.
terlihat papah ikbal keluar dari mini market,maira pun menyudahi panggilannya.
"ini sayang...pasti segar..." papah ikbal memberikan minuman teh pada maira.
"makasih pah..." maira mulai meminumnya.
supir pun kembali melajukan mobilnya.
di perjalanan maira mencoba berbicara pada papah ikbal tentang karin.
"pah...apa boleh maira minta bantuan papah?"
"boleh sayang...memangnya ada apa?" tanya papah ikbal.
maira menceritakannya kepada papahnya,sampai kehamilan karin juga papah ikbal sudah mengetahuinya,tapi perjuangan maira tidak semudah itu,karena papahnya berusaha menolak.
"pah...katanya mau bantuin maira,tapi kenapa jadi beralih kaya gini?" rengek maira.
papah ikbal menghela nafas dan berkata," harus kamu tahu maira...papah tidak suka pada gadis itu dia terlalu sombong,apa lagi dia sudah menghina dan menjelekanmu itu membuat papah geram"
maira mencoba membujuk papahnya," pah...maira tahu orang tua mana yang tidak sakit hati melihat anaknya di rendahkan orang,tapi apa kita akan membiarkan orang yang butuh pertolongan kita?"
"maira tahu perasaan papah...tapi tolong pah ini bukan tentang sakit hati,tapi tentang nyawa seseorang" lanjut maira.
papah ikbal mengerti perkataan maira,dia baru paham kalo putrinya mempunyai hati yang begitu lembut.
"baiklah sayang...ini demi kamu " ucap papah ikbal.
maira tersenyum," makasih pah..."
"tapi ingat nak...kamu juga harus jaga kehamilanmu,akhir-akhir ini kamu sering berpergian"
"iya pah...maira akan jaga kondisi maira sekarang..."
maira sudah sampai dirumah,papah ikbal langsung pulang karena dia meninggalkan cahaya bersama riana.
"maira...papah harus pulang,papah gak bisa lama-lama disini".
"iya pah...hati-hati di jalan",mobil yang ditumpangi papahnya sudah keluar dari parkiran,maira pun masuk kedalam rumah,terlihat bibi yang sedang membuat kue.
"ehm...ini wangi apa bi?" tanya maira.
bibi tersenyum dan memberikan sepotong kue yang masih hangat.
"ni non,coba deh..."
maira mengambil kue itu dan mencicipinya,"emmm ini enak banget bi...maira suka",menikmati kue buatan bibi.
"bibi sengaja bikin buat nona,ibu hamil kan gak boleh jajan sembarangan"
"oh...gitu ya bi..."
bibi mengambil kue lagi untuk dimakan oleh maira,maira pun dengan senang hati menerima kue dari bibi.
"non...bagaimana semalam tidurnya nyenyak?" tanya bibi.
"nyenyak bi...eh iya maaf ya bi semalam acaranya dadakan" ujar maira.
"gak apa-apa non,semalam juga bibi nginep disini soalnya gak bisa pulang,hujannya deras non..." jelas bibi.
"anu non...bibi..."belum sempat melanjutkan maira sudah memotongnya,"biar nanti saya bicara sama kak fariq", bibi hanya tersenyum.
tiba-tiba fariq datang,"assalamualaikum"
"waalaikumsalam..."jawab maira dan bibi serentak.
"kamu sudah pulang sayang..."
"iya sayang.. ni aku di bikinin kue sama bibi" ucap maira dengan senang.
"oh ya...boleh coba dong..."
"sini aku suapin aaa...." maira menyuapi suaminya.
"emmm bikinan bibi memang selalu enak" puji fariq.
"makasih den..kalo begitu bibi kebelakang"
setelah bibi benar-benar sudah pergi,fariq mencium pipi istrinya dan berkata,"aku kangen..."
maira mengernyit," setiap hari juga bertemu"
"kamu tuh...gak paham aja" fariq mencubit pipi maira dan langsung masuk kedalam kamar.
maira pun mengikuti suaminya,saat mereka berada di kamar,maira memeluk fariq dari belakang.
"kenapa sayang...?" tanya fariq.
"aku...lagi mencoba untuk membuat suamiku nyaman" jawab maira.
fariq membalikkan tubuhnya mengahadap maira,mereka saling melempar senyum,lalu fariq mencium seluruh wajah istrinya.
"sayang...geli..." ucap maira manja.
"katanya mau membahagiakan suaminya"
"iya tapi..." ucapan maira terhenti karena ciuman suaminya berhenti di bibirnya.
maira pun menikmati perlakuan fariq,sampai mereka lupa dengan kata lelah.
******* demi ******* keluar dari mulut keduanya,sampai erangan yang mengakhiri pekerjaan mereka.
cup...fariq mengecup kening istrinya," makasih sayang..."
maira dan fariq pun bergegas membersihkan diri karena sebentar lagi hari menjelang sore.
setelah beres bersih-bersih mereka langsung duduk ditaman sambil menikmati udara sore hari.
"sayang...semalam bibi nginep disini dia gak bisa pulang karena hujan deras" ucap maira.
"oh ya...syukur kalo begitu rumah ada yang jagain selain pak satpam", ujar fariq.
"kamu suruh bibi tidur disini saja,kasian kan kalo bolak balik kerumahnya"
"aku sudah pernah,tapi dia tetap gak mau,kamu yang bujuk dong" perintah fariq.
"iya nanti akan aku coba".
bersambung....