
fariq dan maira sedang sarapan pagi,tidak ada obrolan diantara mereka sampai fariq pamit berangkat kerja.
maira mengantar fariq sampai pintu depan,seperti biasa maira mencium punggung tangan suaminya.
setelah fariq pergi maira masuk kedalam rumah dan membantu bibi membereskan sisa sarapan tadi.
fariq membelah jalan raya tapi dia tidak pergi ke rumah sakit melainkan kerumah mertuanya,disana sudah ada papah ikbal yang sudah siap-siap pergi ke kantor.
fariq pun turun dari mobil dan menghampiri papah mertuanya.
"pah..." fariq mencium punggung tangan papah ikbal.
"kamu tidak berangkat kerja?" tanya papah ikbal.
"fariq kerja tapi fariq mampir dulu kesini,tapi kelihatannya papah mau pergi"
"iya...papah harus ke kantor sandi,papah yang cansel sementara waktu"
"bagaimana pah...apa sudah ada kabar tentang keberadaan sandi?" tanya fariq.
papah ikbal melihat kebelakang,dia takut kalo riana mendengarnya dan papah ikbal memberi kode pada fariq untuk mengikutinya.
sampai di sebuah taman yang berada di pinggir rumah,papah ikbal menceritakan bahwa pencariannya masih tetap nihil,mobil dan ponsel sandi sulit untuk dilacak.
fariq mencoba menenangkan mertuanya itu,fariq juga akan mencoba meminta bantuan orang-orang gilang.
fariq pamit karena sebentar lagi jam masuk kerja,papah ikbal pun sama mereka berangkat dengan memakai mobil masing-masing tentu jelas beda tujuan.
dirumah sakit fariq menelepon pada gilang dia menceritakan tentang hilangnya jejak sandi,gilang pun siap membantu dia akan mengerahkan anak buah ayahnya untuk melacak keberadaan sandi.
papah ikbal sudah sampai di kantor dia sedang berbicara dengan suruhannya.
"bagaimana apa ada kabar lagi?" tanya papah ikbal.
"iya pak...saya membawa kabar kalo pak sandi belum sempat terbang" ucap suruhannya.
"apa...jadi sandi masih disekitaran sini?" tanya papah ikbal terkejut.
"saya juga tidak tahu pak,informasi yang saya dapatkan hanya seperti itu".
"kenapa informasinya tidak akurat...saya mau kamu secepatnya cari sandi sampai dia ketemu" teriak papah sandi katena kesal.
"baik pak saya akan berusaha semaksimal mungkin"
"ya sudah aku tunggu...kamu boleh pergi" papah ikbal menyuruh orangnya untuk pergi.
papah ikbal menarik nafas dia tidak mau kehilangan orang tersayangnya baru saja dia menemukan putrinya masa dia sekarang harus kehilangan putranya,dia tidak tahu harus menjawab apa kalo menantu dan cucunya menanyakan sandi.
hari sudah sore,fariq sudah pulang kerumahnya badannya sangat lelah karena hari ini bukan hanya pasien tapi soal hilangnya sandi membuat dia penat.
maira memberikan air hangat pada fariq,"kenapa sayang...kelihatannya kusut begitu?"
fariq tersenyum dan menjawab," biasa jalanan macet bikin cape dijalan"
"oh...ya udah kalo begitu mandi sana biar segar" maira menyuruh suaminya mandi.
"kamu gak keluar rumah?" tanya fariq,maira menggeleng.
saat fariq sedang dikamar mandi,suara ponselnya berbunyi...kring...kring...maira mengambilnya dilihatnya layar ponsel ternyata panggilan dari gilang,tapi maira tidak berani mengangkat telepon untuk suaminya tanpa ijin dari fariq,jadi dibiarkan begitu saja.
setelah beberapa menit kemudian fariq keluar dari kamar mandi lalu maira memberi tahu bahwa gilang tadi menelepon.
fariq penasaran dengan panggilan gilang dia menunggu maira pergi agar lebih leluasa berbicara dengan gilang.
kesempatan itu tiba-tiba ada,maira pergi untuk memasak,kesempatan itu tidak sia-siakan,fariq pun menelepon gilang.
"hallo lang...bagaimana ada kabar?"
"....."
"apa? ini ada hubungannya dengan karin?"
"...."
"aku tidak berani lang,maira belum tahu tentang sandi"
"...."
"tapi akan kucoba...baiklah kalo begitu...makasih nanti aku tunggu rencanamu selanjutnya"
saat fariq menutup panggilannya dia terkejut dengan suara maira",ada apa dengan kak sandi?"
fariq bingung dia harus menjawab apa,dia takut kalo maira akan syok mendengar kakaknya menghilang karena terjerat masalah karin dengan seorang mafia.
"jawab...ada apa dengan kak sandi?" tanya maira kesal.
"ini sayang...sandi..." tiba-tiba maira memotong ucapan fariq,"kalo engga mau jawab biar aku tanya pada papah".
"tunggu sayang...kemarilah aku akan jelaskan"
maira mendekati fariq,mereka berdua duduk di pinggir kasur.
"begini sayang...saat sandi pergi keluar negri jejaknya hilang begitu saja,dan baru saja gilang mengabariku kalo hilangnya fariq ada kaitannya dengan karin berarti sandi di culik oleh mafia itu" jelas fariq.
maira menutup mulutnya dia tidak menyangka kalo kakaknya menjadi korban.
"sayang...apa aku boleh tanya?"
maira mengangguk fariq pun melanjutkan pertanyaannya," apa waktu kamu menyelamatkan karin sandi bersamamu?"
maira mengangguk," iya..."
fariq menutup matanya,maira penasaran dengan sikap fariq dia belum mengerti.
"kenapa sayang..."tanya maira mata yang sudah berkaca-kaca.
fariq menatap istrinya dan berkata," pasti sandi yang mengendarai mobilnya kan?" maira mengangguk.
"itu artinya mereka sudah melacak mobil sandi...makannya sandi yang di culik" jelas fariq.
tangis maira pun pecah,dia merasa hilangnya kakaknya karena sikapnya.
bersambung.....