
sandi keluar dari kamarnya dan melewati fariq,maira dan papah ikbal,tidak lama kemudian riana menyusul sandi.
"mas...tunggu..." panggil riana kepada sandi sambil menuruni anak tangga.
sandi tidak mendengarkan panggilan riana dia terus berjalan keluar dan pergi menuju mobil yang diparkir di halaman mansion.
"mas...mau kemana?" teriak Riana ketika sudah tiba di luar dia mencoba menghampiri suaminya,tapi sandi sudah mengendarai mobilnya dan tidak sengaja mobilnya mengenai tangan riana.
"aww..." teriak riana,sontak papah ikbal menghampiri riana.
"riana...apa kamu baik-baik saja?" tanya papah ikbal yang ikut menyusul.
"gak apa-apa pah..." jawab lea dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"ayo kita masuk nak..." ajak papah ikbal.
mereka pun melangkahkan kaki,maira,fariq dan cahaya sedari tadi berada di belakang mereka.
"momy..."panggil cahaya.
"sayang...ayo kita masuk" ajak riana pada cahaya.
mereka masuk kedalam rumah,sedangkan papah ikbal menyuruh maira untuk membawa cahaya kekamarnya.
"cahaya kita tidur yuk ini sudah malam nak..." ajak maira.
"cahaya ingin tidur sama momy"
"sayang...sebaiknya kamu bersama kak maira dulu nanti momy menyusul" riana mencoba membujuk cahaya.
cahaya pun mengangguk dan pergi kekamarnya bersama maira.
diruangan keluarga papah ikbal mencoba bertanya pada riana," sebenarnya ada apa sampai sandi seperti itu?"
"pah...aku meminta mas sandi untuk menikahi lea" ucap riana.
papah ikbal dan fariq pun terkejut saat riana mengatakan hal itu.
"apa papah tidak salah dengar?"
riana menggeleng,"tidak pah..."
"apa maksud kamu meminta hal itu pada sandi?" tanya papah ikbal lagi.
"ini demi masa depan cahaya,riana yakin dia membutuhkan orang tua yang utuh"
papah ikbal pun terdiam dia mengerti dengan ucapan menantunya walaupun dengan sangat yakin kalo hati riana pasti terluka.
"bagaimana dengan sandi?" tanya fariq penasaran.
"dia malah marah,dia bilang kalo dia tidak akan pernah menikahinya" jawab riana.
fariq juga mengerti kenapa sandi bersikap seperti itu.
"pah...riana gak ngerti kenapa tiba-tiba mas sandi berubah fikiran,dari awal memang dia akan menikahi lea secara lea sudah memberikan keturunan,tapi kenapa dia jadi begini?" lirih riana.
papah ikbal menghela nafas lalu berkata,"sudah...kamu tenangkan dulu fikiranmu sebaiknya kamu istirahat nanti papah akan bicara pada sandi."
"tapi mas sandi kemana pah,apa dia tidak akan pulang?" tanya riana dengan khawatir.
"pah...sebaiknya papah juga istirahat,jangan terlalu memikirkan hal ini nanti papah bisa sakit" ucap fariq.
"sebenarnya papah sudah gagal mendidik sandi,papah tidak menyangka kalo dulu dia akan melakukan hal seburuk itu" ucap papah ikbal.
"jangan menyalahkan diri papah sendiri,sebenarnya fariq tahu alasan sandi tidak mau menikahi lea" ucap fariq yang membuat mertuanya penasaran.
"apa kamu tahu yang sebenarnya?" tanya papah ikbal.
fariq pun menceritakan semua kejadian yang menimpa riana,tidak ada yang terlewatkan.
papah ikbal sekarang mengerti rasanya dia ingin cepat-cepat menemui anaknya sandi.
di kamar cahaya sudah tidur,dengan perlahan maira keluar dari kamar,saat dia membuka pintu sudah ada riana yang berdiri di depan pintu.
"kak riana..."
"apa cahaya sudah tidur?" tanya riana.
"sudah kak...sebaiknya kakak tidur juga"
"kakak akan tidur bersama cahaya,makasih sudah membantu kakak menidurkan cahaya"
"sama-sama maira sudah biasa kok"
maira pun pergi kekamarnya dan riana masuk kekamar cahaya,dia tidur disamping cahaya dan melihat wajah mungil cahaya dan mencium keningnya.
"mamah akan berusaha mengabulkan keinginanmu walau kamu tidak mengatakannya sayang..." gumam riana sambil meneteskan air matanya.
papah ikbal masih di ruangan keluarga dia menyendiri mencerna perkataan menantunya riana,dia tidak habis fikir kalo riana akan setegar itu untuk meminta sandi menikahi lea.
sedangkan maira dan fariq sedang memperhatikan papah ikbal dari atas tanpa papah ikbal mengetahui.
"kak...kasian papah,sudah tua masih terbebani masalah anaknya" ucap maira.
"iya...tapi kita berdoa saja mudah-mudahan semuanya kembali membaik" ujar fariq.
"aamiin..."
"kak...apa mungkin kak sandi menolak permintaan kak riana?" tanya maira.
"dia punya alasan tertentu sayang untuk menolaknya"
"maksudnya?" tanya maira penasaran.
"sebaiknya kita berbicara di kamar saja" ajak fariq.
sandi sedang berada di apartemennya dia mengacak-ngacak barang yang berada disana semuanya sangat berantakan.
"aaakhh...." teriak sandi.
lalu dia menangis ketika dia mengingat kelakuannya dulu saat dia berselingkuh dengan lea,dia tidak berfikir jauh dia hanya memikirkan kepuasan diri sendiri,dan sekarang hanya ada penyesalan.
"ana...maafkan aku..." lirih sandi yang sudah berbaring di kasur yang biasa dia tempati bersama lea dulu,sandi pun tertidur.
bersambung.....