
lea terbangun dari tidurnya dia menatap pria yang berada disampingnya,"kamu tahu sandi aku sedang dilema,disisi lain aku masih menginginkan fariq tapi aku juga butuh orang sepertimu",gumam lea.
lea pun bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi berniat membersihkan badannya sisa keringat tadi.
beberapa jam kemudian lea keluar dari kamar mandi,dilihat sandi masih terlelap dia mendekati sandi yang sedang tidur lalu mengecup kening sandi,"aku pulang" lea langsung mengambil tasnya lalu pergi.
fariq sedang membereskan peralatan kerjanya,dia bergegas keluar,saat fariq keluar dia melihat lea sedang duduk di kursi tunggu,
fariq tidak menghiraukan lea dia pergi begitu saja.
fariq berjalan dengan langkah cepat,tiba-tiba asisten fariq memanggilnya,"pak dokter...",fariq menoleh kebelakang,"ada apa?" tanya fariq.
"maaf dok,ini hp dokter ketinggalan".
"oh iya,makasih.eh tunggu kalo ada seorang wanita yang berambut panjang dan selalu memakai pakaian seksi ingin bertemu saya bilang saja di rumah sakit ini tidak menerima tamu pribadi".
asisten itu mengangguk,"iya dok".
fariq lekas pergi.
di apartemen sandi terbangun dan melihat di sekelilingnya dia tidak menemukan pujaan hatinya,lalu dia mengambil pakaiannya yang berserekan.
"lea...lea...",sandi memanggil lea sambil membuka pintu kamar mandi.
suara pintu diketuk tok...tok...
"siapa?"
pintu terbuka ,"tuan,nyonya lea sudah pulang".
"dia mengatakan sesuatu?",tanya sandi.
"iya tuan,dia bilang tuan jangan datang ketempatnya biar nyonya lea saja yang akan kesini".
sandi tersenyum,"mungkin ini menjadi awal kebahagiaanku".
di sebuah kamar lea berdiri di depan cermin,"apa yang sudah aku lakukan kenapa aku tidak bisa menutup hati untuk fariq",lirih lea.
"maafkan aku sandi,kamu adalah pelampiasanku saja",gumam lea.
di panti asuhan maira sedang membacakan cerita pada anak-anak,terlihat fahmi dan istrinya ikut serta mendengarkan,sesekali mereka tertawa.
suara bel berbunyi ting...teng...
fahmi bergegas membuka pintu,didapatinya fariq sedang berdiri tepat di hadapannya.
"tuan fariq...,silahkan masuk".
"terima kasih",fariq masuk ke dalam rumah.
"silahkan duduk".
fariq pun duduk dan mengedarkan pandangan di tempat dia berada.
"maaf,apa yang membuat anda kemari?",tanya fahmi.
"tolong,jangan bicara formal dengan ku agar kita cepat akrab",ucap fariq.
"oh,iya ya.."
"maaf kalo kedatangan ku sangat tiba-tiba".
"tidak...justru saya terima kasih kamu sudah mau datang ketempat kami".
"aku ingin anda membaca ini",fariq memberikan secarik kertas.
fahmi meraihnya lalu membacanya,"ini apa maksudnya?".
"itu tulisan yang dibuat kakek untuk ku sebelum dia meninggal".
"tadinya aku tidak mau kamu mengetahuinya tapi aku fikir lebih baik memberitahu keluarga ini kalau kakek mau saya menikah dengan anak sahabatnya yaitu maira",jelas fariq.
fahmi terdiam sejenak
"insya Allah saya akan mengajak maira menikah".
"apa ini sebuah lamaran?",tanya fahmi.
fariq mengangguk,"mungkin bisa di bilang seperti itu".
"tapi apa maksud dengan perempuan yang dimaksud almarhum di sini?".
"sebenarnya,saya sudah bertunangan tapi kakek tidak merestui saya dan hubungan kami sudah berakhir",jelas fariq.
"ini bukan pelampiasan kan?"tanya fahmi.
"insya Allah,niat saya menikahi maira baik",jawab fariq.
"begini saja,bagaimana kalo kamu dan maira menjalankan ta'aruf dulu,mungkin maksud saya kesannya tidak mau terburu-buru,karena pernikahan sifatnya sakral tidak main-main",jelas fahmi.
"sebentar saya panggil dulu maira",fahmi beranjak pergi.
"maira,ikut kakak keruangan depan",ajak fahmi.
"ibu juga ikut",fahmi menoleh ke arah bu lastri.
bu lastri dan maira mengikuti langkah fahmi,ketika di ruangan tamu maira melihat sosok pria yang tidak lama dia kenal.
maira dan bu lastri duduk berdampingan,"maira kamu tahu ini fariq cucu dr ibrahim?".
maira mengangguk,"iya kak".
"kamu tahu kedatangan dia kemari?".
maira menggeleng,"tidak".
"maira,fariq telah melamarmu!",ucap fahmi.
maira dan bu lastri sontak terkejut.
"dia ingin berta'aruf",lanjut fahmi.
"kamu menerima lamaran fariq?",tanya fahmi lagi.
maira lama terdiam seribu bahasa sambil menunduk.
"alhamdulillah,kamu telah menerima fariq,selamat ya fariq lamaranmu diterima",ucap fahmi.
maira melihat kakaknya,fahmi pun sadar maksud maira.
"begini maira dalam islam kalo seorang gadis dilamar oleh seorang lelaki tapi gadis itu diam saja artinya gadis itu menerima lamarannya",jelas fahmi.
fariq tersenyum melihat maira yang polos.
"baiklah kalo begitu aku pamit pulang,maira kakak pamit pulang",ucap fariq.
maira mengangguk,"iya kak".
"insya allah kalo ada waktu kakak akan kesini lagi",ujar fariq.
"assalamualaikum",ucap fariq.
"waalaikumsalam",jawab maira,fahmi dan bu lastri.
fariq pergi menuju mobilnya,ketika dia sudah berada dalam mobil dia tersenyum,"kek,fariq sudah melamar maira insya allah fariq akan menjaganya dan berusaha mencintainya tidak hanya itu fariq juga akan bertanggung jawab terhadap maira".
di dalam rumah semua berbahagia hanya maira yang masih tidak percaya hanya hitungan menit dia menjadi calon istri tuan fariq.
"neng,ibu senang sekali akhirnya ada yang melamarmu",bu lastri mengusap kepala maira.
"dik,ingat ya kamu sudah punya calon suami,kamu dan fariq akan menjalankan ta'aruf mudah-mudahan fariq secepatnya menikahi kamu dan kamu sudah siap membangun rumah tangga seperti kakak",fahmi memeluk istrinya sambil menggoda maira.
bersambung.....