
pagi-pagi sekali sandi bergegas pergi,"bagaimana keadaan lea?",tanya sandi pada pengawalnya.
"nyonya kelihatan belum keluar dari rumahnya tuan,semalam mata nyonya sembab seperti habis menangis".
sandi langsung masuk kedalam rumah lea yang kebetulan tidak dikunci.
"lea...lea...",panggil sandi.
sandi melihat lea yang sedang tidur di kamarnya,sandi menghampiri lea dan duduk di tepi ranjang sambil mengusap kepala lea,"sayang...",ucap sandi.
lea pun membuka matanya,"sejak kapan kamu kesini?,aku kan sudah bilang pada pengawal
mu kalo aku yang akan menemui mu",ujar lea.
"hei...aku mengkhawatirkan mu,kau tak ada kabar",jelas sandi.
lea bangun dan duduk dari tidurnya,"kau mau sarapan?",tanya sandi.
lea menggeleng,"tidak,aku malas untuk keluar".
"biar pangawalku yang menyiapkannya",ujar sandi.
"kau ini apa-apa pengawal",ujar lea.
"lea...semalam aku pergi ke rumah fariq",ucap sandi.
lea pun langsung menatap sandi,"apa yang sudah kau perbuat pada fariq".
"aku tidak berbuat apa-apa,aku hanya menjelaskan apa yang terjadi".
"kau tak perlu menjelaskannya,biar aku saja",ujar lea.
"sudah lah,aku yakin fariq tidak mau mendengarkanmu",ucap sandi.
"oh ya boleh aku meminta sesuatu?",lanjut sandi.
"kau ingin apa?".
"aku ingin kau melupakan fariq".
lea memalingkan wajahnya dari sandi.
"semalam fariq bilang kalau dia sudah melamar seorang gadis pilihan kakeknya".
"apa?,secepat itu fariq melupakanku?",ucap lea terkejut.
"belum ada satu bulan dia pergi dariku tapi dia sudah memiliki gadis lain untuk mengganti posisiku",lirih lea.
"lea...sudah jangan bersedih kan masih ada aku disini",sandi memeluk lea.
di kediaman fariq,terlihat gilang sedang duduk di halaman dekat taman sambil memegang hpnya.
"pagi-pagi sekali sudah seperti orang bingung?",fariq menghampiri gilang.
"kamu tidak kerja?",gilang balik tanya.
"sebentar lagi aku berangkat".
"lang...aku sudah berencana menikahi maira bulan depan",ucap fariq.
uhukk...uhuk...gilang terbatuk saat mendengar ucapan fariq.
"apa tidak terburu-buru".
"lebih cepat lebih baik,aku gak mau nunggu lama-lama".
"gak tahan bos...",goda gilang.
fariq tersenyum,"mungkin sudah waktunya aku memiliki keluarga".
"aku ikut senang bro,mudah-mudahan aku ikut nyusul",kekeh gilang.
lea dan sandi sedang makan,tiba-tiba datang pengawal sandi dan berbisik pada bosnya.
"ok tunggu diluar",suruh sandi pada pengawalnya.
"lea aku harus ke kantor sekarang ada urusan penting".
"apa aku akan di tinggal sendiri lebih lama?".
"kalo urusan ku sudah kelar,pengawalku akan menjemputmu",sandi berdiri tapi tangan sandi di tahan lea.
"apa kau tidak ingin bercumbu dulu denganku?",ucap lea.
"kau ini sudah mulai menggodaku",ucap sandi dan langsung mencium bibir lea.
fariq dengan biasa ia melayani pasiennya,tiba-tiba hp fariq bergetar dret...dret...
fariq menerima panggilan,("hallo...")
("assalamualaikum kak...",suara gadis yang tak asing bagi fariq.)
("kak...soal rencana pernikahan bagaimana kalo nanti sore saja kakak bicara pada kak fahmi,soalnya kak fahmi akan menginap malam ini".)
("oh baiklah nanti kakak kesana".)
("tapi kalo kakak sibuk,gak apa-apa besok saja".)
("kakak gak sibuk,lagian kalo hari sabtu pulangnya lebih cepat")
("ya sudah kalo gitu maira tutup telepon dulu".)
("tunggu",)
("iya kenapa kak?".)
("gak nanya keadaan aku sekarang?".)
("maksudnya kakak sakit?".)
(Fariq tersenyum,"kakak sehat kok".)
("maira....sering-sering ya telepon kakak kaya gini,kakak jadi tambah semangat kerjanya,"pinta fariq.)
("iya nanti kalo kita sudah menikah,assalamualikum".tut....tut...)
"kok di matiin",gumam fariq.
waktu menunjukkan jam 13.30 fariq baru saja keluar dari rumah sakit,saat berjalan fariq melihat lea sedang berdiri di depan mobilnya.
"fariq..."lea menggenggam tangan fariq.
"lepaskan ..." lea bukannya melepaskan malah memeluk dan mencium bibir fariq.
langsung saja fariq melepaskan dengan kasar dan plaakkk...sebuah tamparan melayang dan mendarat di pipi lea.
"sudah ku bilang jangan menyentuhku..."teriak fariq.
sontak lea menatap fariq dengan memegang pipinya.
"kau sudah menamparku fariq",ucap lea.
"jangan salahkan aku kalau aku berbuat kasar,dan ingat aku bukan laki-laki yang luluh dengan caramu itu",fariq dengan kesal.
"siapa wanita yang akan menggantikan posisiku?",tanya lea.
"jadi kekasih gelapmu sudah memberitahumu!".
"fariq...secepat itu kah kau melupakanku?".
"tidak memerlukan satu hari,satu menit pun aku sudah melupakanmu",ucap fariq.
"kalau kamu sudah tahu statusku calon suami orang,sebaiknya kamu tahu diri",lanjut fariq dan pergi begitu saja dari hadapan lea.
seseorang sedang melihat percakapan lea dengan fariq.
"tuan nyonya lea menghampiri dokter itu lagi", seseorang sedang berbicara lewat telepon.
di rumah lea sedang mengamuk,mengacak-ngacak barangnya dia tidak bisa mengendalikan emosinya.
"fariq........"teriak lea sambil menangis.
"aakhh....",sebuah pot bunga di lempar lea ke dinding.
tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang,"hentikan lea...sudah hentikan..."
"fariq...fariq..."lea melemah.
"lea...ini aku sandi..."
lea membalikkan badannya dan memeluk sandi,"aku...sudah gila...."
"lea...ayo istirahat dulu",sandi membawa lea ketempat tidur.
sandi memegang pipi lea melihat bekas tangan yang merah.
"sakit...?",tanya sandi.
lea menggeleng...
"sandi buat aku malam ini lupa akan kejadian tadi bersama fariq",pinta lea.
"ok,dengan cara apa?,jalan-jalan,makan?",tawar sandi.
lea menggeleng,"aku tidak mau itu,hangatkan tubuhku...",lea melingkarkan tangannya di leher sandi dan merekapun saling bertatapan ya kemudian seperti biasa yang di lakukan pasangan mesum ini....
"lea tolong jangan jadikan aku pelampiasanmu",gumam sandi.
bersambung....