Humaira

Humaira
Bab 23 kemarahan sandi



lea terbangun dari tidurnya,terlihat sandi yang sedang menikmati makan malam di balkon,lea turun dari tempat tidur dan menghampiri sandi.


"hai...",sapa lea pada sandi.


sandi tidak bergeming dia masih menikmati santapannya,lea diam dengan penuh pertanyaan tidak biasanya sandi bersikap acuh pada lea.


saat lea beranjak pergi sandi berkata,"bagaimana dengan persembunyian mu?".


"maksud persembunyian?",tanya lea.


"kamu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu!",ujar sandi.


"aku tidak mengerti apa yang kamu ucapkan?",lea terus bertanya.


"sudahlah lebih baik kau mandi badanmu terasa bau",goda sandi.


lea pergi dengan kesal,"apa yang sebenarnya terjadi?",ucap lea sambil beranjak pergi.


setelah lea berpakaian dia mengahampiri sandi yang masih ada dibalkon.


"tolong jelaskan apa maksud dari perkataanmu tadi?",lagi dan lagi lea bertanya.


sandi menyeringai,"bukan kah kau sudah menganiaya calon istri fariq?".


deg...hati lea tak karuan,"dari mana sandi tahu ?",gumam lea.


"jawab lea jangan diam saja!",ucap sandi.


"kau sudah tertangkap basah",lanjut sandi.


"kalau iya memang kenapa?",ujar lea seperti menantang.


"apa tujuanmu lea?",tanya sandi.


"aku hanya kesal dengan fariq yang tidak mau mendengarkan penjelasanku dan tiba-tiba dia akan menikahi perempuan lain",jelas lea.


"hanya itu?",tanya sandi dengan setengah marah.


"aku kan sudah bilang padamu kalo aku sudah menjelaskannya pada fariq...",ucap sandi.


"tapi itu berbeda...seharusnya dia mendengarkanku karena aku wanita yang dicintainya sudah 3 tahun aku menjalin hubungan dengannya sandi...",jelas lea.


"itu dulu...tapi sekarang enggak lea..."ucap sandi.


"aku tidak habis fikir kau akan nekat melakukan hal seperti itu,asal kau tahu kau sudah melakukan kriminal",lanjut sandi.


lea tertegun mendengar perkataan sandi.


"kau tahu siapa yang kau pukul itu?",tanya sandi lagi.


lea menggeleng..."dia adalah perempuan yang mengasuh anak kita dari kecil",ucap sandi.


mata lea membulat saat sandi berkata kalau perempuan yang dia pukul adalah pengasuh anaknya.


"dari mana kau tahu?",tanya lea.


"aku sudah bertemu mereka tadi pagi saat di rumah sakit,dan kau mau tahu?,anakku juga berada di sana",bisik sandi.


"dan sampai sekarang aku tidak menyangka dengan perbuatanmu kali ini lea...!",sandi marah dan berteriak.


lea pun terkejut dan ketakutan,"kenapa kau tidak bisa mengendalikan emosimu lea...kenapa kau tidak bisa menerima takdirmu?..." sandi mencekram pundak lea.


"kalau kau tertangkap oleh polisi,maaf aku tidak bisa menolongmu,kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu",ucap sandi.


lea mundur dari hadapan sandi dan ambruk,tubuhnya masih bergetar...


"tidak...aku tidak akan masuk penjara...tidak ..."teriak lea histeris.


sandi menyeringai, "lihat pada dirimu sendiri lea bahkan sekarang kau ketakutan..."


"sandi...tolong aku... lindungi aku sandi...",lea memohon pada sandi.


"kau jangan memintanya padaku tapi mintalah pada fariq dan calon istrinya",ujar sandi.


"kenapa lea?",tanya sandi.


"aku....aku...takut...",lirih lea.


"kenapa kau sekarang takut hah...?",tanya sandi.


"seharusnya sebelum kau berbuat kau memikirkannya terlebih dahulu...",sandi berteriak.


"kenapa kau begitu marah padaku...?",tanya lea.


"alasanku marah padamu karena cahaya... cahaya sangat menyayangi maira...",sandi berteriak lagi.


lea terdiam mendengar nama maira...ya maira perempuan yang menjaga cahaya sejak kecil..maira yang sempat dia temui ketika lea ingin bertemu dengan anaknnya.


"kenapa fariq bisa berhubungan dengan gadis itu ..."lirih lea.


tangis lea pun pecah...


dirumah sakit tepatnya diruang tunggu,fahmi,fariq dan gilang sedang berbincang masalah penganiayaan maira,fahmi ingin kejadian yang menimpa adiknya di bawa ke jalur hukum,fahmi juga akan meminta hasil visum maira untuk menjadi tanda bukti,fahmi juga akan mencari kejadiaannya lewat cctv yang berada di jalan itu.


"kalau kamu bersih keras untuk itu kami akan mendukung",ucap gilang.


fariq masih terdiam,karena dia yakin orang yang menyebabkan maira terluka pasti adalah mantan tunangannya.


"bagaimana fariq?",tanya gilang.


fariq masih bergelut dengan fikirannya hampir panggilan gilang tidak di sadarinya.


"fariq....",sahut gilang.


"oh.. iya bagaimana?",fariq kaget dengan suara gilang.


"kau kenapa sih...apa yang sedang kau fikirkan?",tanya gilang.


"tidak...maaf aku hanya banyak fikiran saja...",ucap fariq.


"bagaimana tanggapan mu tentang ide fahmi kalo kita akan bawa masalah ini ke jalur hukum",jelas gilang pada fariq.


"iya...aku ikut saja...",ujar fariq.


lea masih menangis,sandi pun merasa iba dengan keadaannya sekarang tapi dia tidak boleh mengalah karena cinta kalau dia mengalah lea akan berbuat lebih jauh lagi.


sandi meninggalkan apartemen dan membiarkan lea sendiri.


di perjalanan sandi sedang menelepon


("jaga nona lea jangan sampai dia pergi,kalau ada apa-apa hubungi aku")


sandi menutup panggilan.


"tuan....",sahut seorang supir pribadi sandi yang sedang menyetir.


"emmmm...."


"maaf kalo boleh saya tanya,bagaimana perkembangan kasus istri tuan?",tanya supir.


"kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal itu ?",tanya sandi.


"tidak tuan...hanya saja ada yang mengganjal",ucap supir.


"maksudmu...?",tanya sandi lagi.


"maksud saya tidak mungkin kalo nyonya bunuh diri".


"tapi kasusnya sudah di tutup dan riana di anggap bunuh diri",jelas sandi.


"oh begitu tuan..."


"iya...jadi kamu jangan menanyakan hal ini lagi",sandi memberi peringatan pada supirnya.


bersambung....