Humaira

Humaira
Bab 79 Dzakir hafizh



fariq berbaur dengan keluarga maira,terasa hangat dirumahnya sekarang ini karena canda tawa yang di buat oleh cahaya.


papah ikbal yang sedang memasang wajah datar pun ikut tersenyum melihat tingkah cucunya.


fariq pun sempat meliriknya,ternyata kehadiran cahaya bisa menghibur mereka,sedangkan lea dan maira masih berbincang mengenai pekerjaan lea di luar negeri.


mereka juga sempat membicarakan tentang kelahiran cahaya,sungguh menyayat hati kisah lea melahirkan cahaya,di bantu dengan dukun beranak dan langsung ditinggalkan di panti asuhan setelah satu hari dilahirkan.


"ini memang salahku,andai saja aku mendengarkan ucapan kakakmu mungkin cahaya sedari kecil akan merasakan kasih sayang yang sesungguhnya" lirih lea.


"apa sekarang kamu menyesalinya?" tanya maira.


lea menjawab,"tentu saja maira,aku takut terjerumus ke lubang yang sama".


maira tersenyum dia senang mendengarnya,ternyata semua bisa berubah dengan baik.


setelah lama berbincang akhirnya lea pamit untuk pulang,karena dia ingin mengajak cahaya pergi berjalan-jalan menikmati sisa waktunya sebelum dia pergi.


setelah lea keluar dari kamar,dia melihat sosok papah ikbal yang sedang menunggu di depan pintu kamar maira,lalu dia berkata,"cukup satu kali kau menyakiti anakku,dan jangan pernah sekali lagi menyakitinya".


lea mengernyit dia tidak paham apa yang di ucapkan papahnya maira,"maksud tuan?"


"aku sudah mendengar dari sandi kalo kau pernah membuatnya celaka sampai dia di larikan kerumah sakit karena tunanganmu memilih anakku" jelas papah ikbal.


lea pun mengerti dan mengingatnya kembali,"maafkan saya tuan saya menyesalinya".


"bagus kalo kau sudah tobat..." ucap papah ikbal lalu meninggalkan lea.


fariq mendengar dengan jelas perkataan mereka,dia mengepalkan tangannya sudah mendidih kepalanya sekarang,tapi dia berfikir lagi dia tidak mau suasana keluarganya menjadi buruk.


lea pergi menghampiri cahaya yang sedang bersama fahmi dan bu lastri,dia mengajak cahaya untuk pulang,dia mencoba menahan tangis yang di pendam.


"cahaya,ayo kita pulang nak?" ajak lea.


cahaya pun menoleh pada ibunya," kenapa pulang mah,cahaya belum sempat melihat dedenya kak maira".


"dedenya sedang tidur,nanti kalo ada waktu kita berkunjung lagi" ucap lea.


cahaya pun menghampiri lea dan melihat kearah wajah lea,"ibu baik-baik saja?" tanya cahaya.


"sepertinya ibu perlu istirahat nak..." jawab lea dengan menahan segala kesedihannya.


"kak fahmi...bu lastri...cahaya pulang dulu" pamit cahaya.


bu lastri pun menghampiri cahaya yang berdiri di samping lea,"hati - hati dijalan ya nak..." ucap bu lastri dan mengecup kening cahaya.


cahaya dan lea pergi tanpa pamit pada tuan rumah,Fahmi dan bu lastri merasa ada yang salah dengan sikap lea.


sedangkan fariq masih memikirkan perkataan ayah mertuanya kalo lea orang yang menyiksa maira,"aku yakin sandi tahu semuanya" gumam fariq.


di dalam kamar maira menidurkan bayinya,perutnya sudah keroncongan,dia mencoba berdiri dan pergi keluar untuk memakan sesuatu.


saat maira hendak membuka pintu,tiba-tiba fariq sudah didepannya,"mau kemana sayang?" tanya fariq.


"aku lapar sayang..." rengek lea.


"baiklah aku bantu ke dapur" fariq menggandeng maira,mereka melangkah pergi ke dapur.


bu lastri dan fahmi berdiri saat melihat maira hendak menghampiri,"mau kemana neng...?" tanya bi lastri.


"maira mau makan bu..." fariq yang menjawab.


"sayang sebaiknya makan lah disini,biar aku yang ambilkan makanannya" titah fariq.


fariq mengusap kepala maira dan menjawab," tidak apa-apa sayang,sekarang giliranku yang mengurusmu".


fariq pun pergi ke arah dapur,dia hendak mengambil nasi dan lauk pauk untuk maira,setelah selesai dia membawanya ke ruang keluarga.


"ehm...suami siaga" ucap fahmi menggoda adiknya ketika fariq sudah berada di dekat maira.


"alhamdulillah,suami ku ini suami yang is the best" ucap maira membanggakan suaminya.


"sebaiknya kamu makan dulu,biar kamu cepat pulih" ucap fariq sambil menyuapi maira.


fahmi dan bu lastri tersenyum melihat perlakuan fariq,mereka tidak sia-sia membiarkan maira di persunting fariq.


papah ikbal sedang berada di taman samping rumah,dia sedang menelepon dengan seorang pekerja di kantor,karena ulah sandi dia harus mengurus perusahaan anaknya.


setelah maira selesai makan,bu lastri dan fahmi pamit pulang,karena fahmi tidak bisa meninggalkan rahmi lama-lama karena mereka juga mempunyai bayi.


fariq dan papah ikbal mengantar mereka sampai ke halaman depan,sedangkan maira sudah berada di dalam kamarnya,dia menggantikan popok bayinya.


setelah fahmi dan bu lastri benar-benar sudah pergi,fariq dan papah ikbal pun masuk kedalam dan mereka berakhir di taman rumah.


"papah senang sekali maira di kelilingi orang-orang baik" ucap papah ikbal.


"alhamdulillah,fahmi sudah menjadi peran kakak yang sangat baik dan bijaksana" ujar fariq.


"pasti sudah banyak rintangan yang maira lalui,papah harap kita bisa selalu membahagiakan maira" tutur papah ikbal.


"tentu pah..."


papah ikbal merasa kalo fariq akan selalu melindungi anaknya jadi dia tidak perlu khawatir lagi soal kehidupan maira.


"oh ya...apa cahaya sudah pulang?" tanya papah ikbal pura-pura tidak tahu.


fariq pun tersenyum melihat sikap mertuanya,dia juga mengikuti alurnya"sudah pah,apa papah tidak bertemu mereka lagi?" fariq balik tanya.


papah ikbal menggeleng,"tidak..."


setelah satu minggu maira melahirkan,mereka mengadakan acara akikah di kediaman fariq,para jamaah mesjid dan tetangga sekitar pun sudah berada di rumah fariq.


tidak berlangsung lama acara itu pun selesai,bayi laki-laki maira di beri nama DZAKIR HAFIZH yang artinya anak laki-laki penghafal al-quran yang mempunyai daya ingat yang kuat.


keesokan harinya,fariq sudah seperti biasa kembali pada aktivitasnya,sedangkan maira sekarang sudah mempunyai kesibukan sendiri yaitu perannya menjadi seorang ibu muda.


maira dan fariq semakin terlihat romantis ketika waktu mereka sekarang terbagi karena kehadiran Dzakir yang membutuhkan kasih sayang yang penuh dari orang tuanya,jadi mereka merasa saling merindukan satu sama lain.


sedangkan lea dia sudah kembali lagi ke negara tempat dia bekerja,dan riana beserta sandi sekarang mereka sudah berada di rumahnya berkumpul lagi bersama cahaya dan papah ikbal.


* dikediaman papah ikbal


"sayang...kenapa akhir-akhir ini aku merasa lelah,makan pun aku tidak ada nafsu" keluh riana pada suaminya.


sandi mendekati riana yang sedang duduk di sofa kamar,"beristirahatlah kalau merasa lelah,nanti aku akan membuatmu bersemangat lagi seperti liburan kemarin" bisik sandi menggoda riana.


"ih...dasar mesum,kemarin bukan liburan itu hanya kamu ingin selalu berdua dan tidak ingin ada yang mengganggu,liburan kok diam saja di hotel" ketus riana.


"sayang...masa kamu tidak peka,aku sedang melakukan misi ku" ujar sandi.


riana pun mengernyitkan keningnya dia tidak mengerti apa yang di ucapkan suaminya.


bersambung....