
hari sudah malam,masih belum ada kabar tentang sandi,fariq dan maira sudah berada di kamar begitu juga riana dan cahaya mereka sudah tertidur lelap.
maira yang sedari tadi terus mondar mandir,fariq yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.
"sampai kapan akan seperti itu,ini sudah larut malam sayang...sebaiknya kamu tidur" ucap fariq.
"aku belum ngantuk..."
fariq menghela nafas,"baiklah kalo gitu aku tidur duluan" ucap fariq sambil menyelimuti tubuhnya.
saat fariq sudah tertidur,maira keluar dari kamar dan pergi menuju dapur,saat dia hendak mengambil minum,suara bel berbunyi.
ting...teng... maira melihat arah jarum jam tepat pukul 22.00,"siapa jam segini ingin bertamu" ucap maira sambil melangkah pergi.
sebelum membuka pintu maira mencoba melihat dari dalam jendela,dilihatnya pak satpam yang sedang berdiri bersama dua orang.
maira langsung membuka pintu,"ada apa pak malam-malam begini?"
satpam menjawab," anu non ini ada yang mau bertemu dengan den fariq"
maira menatap kedua orang itu,"ada keperluan apa ya sama suami saya?" tanya maira.
sebelum menjawab tiba-tiba pak sopir menghampiri," non...ini mereka orang-orang suruhan bapak"
maira mengerutkan keningnya,"lalu...?"
"mereka kesini membawa kabar"
"kabar apa...ayo ceritakan pada saya" ucap maira dengan penasaran.
suruhan papahnya saling melirik lalu berkata," maaf tadi ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah tuan ikbal,kami tidak tahu tujuan mereka apa,tapi kami curiga mereka melemparkan sesuatu"
"kalian sudah mencarinya?" tanya maira.
"sudah non...tapi tidak ketemu" ucap salah seorang dari mereka.
maira mencoba berfikir,"apa disana ada orang berjaga?" tanya maira lagi.
"tuan mengerahkan 30 penjaga,sebagian disini dan sebagian dikediaman tuan".
"ya sudah kalo begitu saya akan bangunkan dulu suami saya" maira langsung masuk kedalam dan menutup pintu kembali.
dia bergegas membangunkan suaminya,"sayang...bangun" maira menggoyangkan tubuh fariq.
"hem...ada apa maira ini masih malam"
"bangun...di luar ada orang suruhan papah mereka ingin bertemu denganmu" ucap maira.
fariq pun langsung terbangun,di lekas pergi menemui mereka,sudah tiba diteras depan kedua orang suruhan mertuanya menjelaskan apa yang terjadi.
fariq pun menyuruh mereka untuk mencari apa yang dijatuhkan,saat hendak fariq masuk kedalam rumah tiba-tiba suara seseorang dari luar gerbang berteriak," tuan..." fariq pun menoleh dan mereka semua menghampiri orang itu.
"ada apa?" tanya pak sopir.
"itu... tuan sandi sudah kembali" ucap laki-laki itu.
"Alhamdulillah" ucap mereka serentak.
"tapi...keadaan tuan sandi sangat mengkhawatirkan,wajahnya penuh luka dan tubuhnya lemah tidak berdaya,mungkin saja tuan sandi di aniaya" jelas laki-laki itu.
"masih dalam perjalanan tuan"
"baiklah kalo begitu saya akan kesana,pak sopir ikut saya,kalian berdua tinggal disini jaga nona-nona di dalam" perintah fariq.
maira yang sedari tadi mendengar hal itu langsung mencegah suaminya," aku ikut..."
fariq menghela nafas," tidak sayang...kamu tunggu saja dirumah,ini sudah malam"
"tapi..."
"nona,apa yang dikatakan tuan memang benar sebaiknya nona tinggal di rumah saja" ucap pak satpam.
"baiklah,tapi kalo ada apa-apa kabari aku" pesan maira.
fariq mengangguk dan pergi bersama sopir papah ikbal.
maira masuk kedalam rumah,dia mencoba menghubungi papahnya memberi tahu kalo sandi sudah pulang dan langsung dibawa kerumah sakit.
papah ikbal pun segera pulang,tapi gilang dia masih di sana ada sesuatu yang harus dia urus.
setelah memberikan kabar pada papahnya,maira masuk kedalam kamar dan mencoba membaringkan tubuhnya.
hari sudah pagi,maira,riana dan cahaya sedang berada dimeja makan untuk sarapan.
"kak... kenapa kak fariq tidak ikut makan?" tanya cahaya.
maira tersenyum dan menjawab," kak fariq sedang dirumah sakit sayang..."
"se..pa..gi i..ni?" tanya riana.
"iya kak...oh ya apa kalian sudah siap? aku akan mengajak kalian pergi" ucap maira.
"pergi kemana kak?" tanya cahaya.
"kita pergi mengunjungi papih sayang..." ujar maira.
cahaya dan riana pun terkejut saat mendengar ucapan maira,tidak menunggu waktu lama mereka pun pergi menuju rumah sakit.
setelah sampai di rumah sakit,terlihat fariq sedang mengobrol dengan seorang dokter yang menangani sandi.
"kak...." maira memanggil suaminya saat berada di rumah sakit.
fariq pun menoleh,"kalian pagi-pagi sekali sudah kesini"
"bagaimana keadaan kak sandi?" tanya maira.
" dia sudah ditangani dokter tapi dia belum sadarkan diri" jelas fariq.
riana mencoba melihat keadaan sandi,dia membuka pintu tapi fariq menahannya,"jangan dulu masuk dokter belum mengijinkannya" ucap fariq.
maira melihat itu dia langsung menghampiri dokter,"pak dokter,ijinkan istrinya masuk dia sangat mengkhawatirkan suaminya" rengek maira.
dokter pun memberi ijin tapi hanya satu orang.
bersambung....