
di pagi hari maira sedang sibuk memasak di bantu bibi yang sudah mulai bekerja,hari ini fariq sudah mulai kembali bekerja setelah seminggu lamanya dia cuti.
maira menyiapkan makanan di atas meja menatanya dengan rapih,tidak lupa dia mempersiapkan bekal suaminya,setelah selesai maira bergegas pergi ke kamar memastikan fariq sudah berganti pakaian.
"kok belum ngapa-napain?" tanya maira.
"memangnya harus ngapain?" fariq balik tanya.
"hari ini kan masuk kerja,aku sudah siapkan bekal untuk di bawa" jelas maira.
"kata siapa aku mau kerja" ketus fariq.
"loh kok gitu sih...kemarin-kemarin kan katanya ngambil cuti hanya satu minggu!" ujar maira.
"aku gak bakalan masuk kerja kalo lihat kamu masih ngambeuk" ucap fariq.
"kak..." panggil maira.
"stop maira...kamu manggil aku kakak,aku tahu kamu sedang marah tapi tolong jangan rubah panggilan kamu ke aku" bentak fariq.
maira terdiam mendengar pernyataan dan bentakan suaminya,dan dia pun pergi keluar.
dengan wajah kesal maira melewati bibi lalu dia pergi keluar rumah,entah apa yang di fikirkan maira bibi pun ikut bingung.
fariq keluar dari kamar menuju dapur terlihat bibi yang lagi menjemur pakaian di luar dekat dapur,lalu fariq menghampiri.
"bi.. lihat maira?"
"tadi ibu keluar rumah den" jawab bibi.
"dia titip pesan?"
"tidak tuan"
fariq bergegas kekamar niat untuk menelepon maira,saat berada di kamar fariq melihat ponsel maira.
"sial...dia tidak bawa ponsel" gumam fariq.
fariq langsung pergi mencari maira,saat dia hendak keluar dia menanyakan kepada satpam," pak lihat istri saya keluar rumah?"
"iya den tadi ke arah sana" jawab bpk satpam.
fariq langsung menuju arah yang di tujukkan satpamnya tanpa membawa kendaraan,fariq mencari kesana sini dia masih tidak menemukan istrinya " kemana kamu sayang...apa mungkin maira pergi karena bentakan ku tadi?" fariq bertanya pada diri sendiri.
fariq terus mencari di sekitar komplek tapi hasilnya nihil,fariq berfikir mungkin maira sudah pulang lalu dia pergi menuju rumahnya.
"bagaimana tuan apa nona sudah ketemu? " tanya bibi dan satpam yang sedari tadi menunggu majikannya.
"maira belum juga pulang?" tanya fariq.
bibi dan satpam menggelang.
"ya ampun...bagaimana ini" fariq bingung harus mencari kemana.
"begini den bagaimana kalo kita berpencar mencari nona!" satpam memberikan ide.
"ayo kalo begitu,bibi tunggu di sini kalo maira sudah datang telepon aku ya" ucap fariq.
"iya den"
fariq dan satpam mulai mencari maira mereka berpencar,sedangkan bibi menunggu di depan gerbang rumah.
di bawah pohon rindang terlihat dua wanita yang sedang adu mulut,samar - samar satpam pekerja fariq melihat majikannya dia pun segera menghampiri.
saat dia mendekat terlihat sayuran yang sudah berantakan dijalan tempat maira berdiri.
"terserah aku mau pergi,kalo aku tetap disini sama saja meladenimu" ucap maira hendak pergi tapi di tahan oleh karin.
"aku belum selesai ngomong,dengar ya...aku dan fariq sudah melakukan hal itu waktu kita SMA" ucap karin yang membuat maira terkejut.
"maksudnya?" tanya maira penasaran.
"masa kamu tidak tahu?ya itu yang biasa orang dewasa lakukan namanya bercinta"
"kenapa kaget mendengarnya?" lanjut karin.
tiba-tiba saja suara fariq memanggil,"sayang..."
maira dan karin menoleh ke arah fariq,tiba-tiba karin lebih dulu menghampiri fariq dan memeluknya sontak maira kaget dengan perbuatan karin di depan umum.
"kamu apa-apaan sih karin" fariq melepaskan pelukan karin.
"sayang.. jelasin sama wanita itu kalo aku cinta mati sama kamu!" rengek karin.
"apaan sih.." fariq meninggalkan karin dan menghampiri maira.
"sayang...aku cari-cari kamu,aku khawatir aku takut kamu nyasar" ucap fariq mengusap kening maira.
terlihat maira yang sedang kesal dia lalu pergi meninggalkan fariq dan menghampiri karin,maira berkata "kamu harus ganti belanjaan aku yang sudah kamu jatuhkan"
"berapa satu juta ..dua juta ..!" ujar karin.
"sudah terlihat dari akhlak kamu yang tidak bisa menghargai orang",ucap maira.
tiba-tiba lima jari menempel pada pipi putih maira plaaaak....
mata fariq membulat saat karin menampar pipi maira...
"jaga omongan kamu ya..."
"cukup..." teriak fariq yang sudah menghampiri maira dan karin.
"kamu sudah keterlaluan karin",ucap fariq sambil mengancang-ngancang menampar balik ke wajah karin tapi maira menahannya.
"jangan kau kotori tanganmu" ucap maira lalu pergi meninggalkan fariq.
setelah sampai di rumah maira berlari masuk kekamar tangisannya pecah,bibi menghampiri pintu kamar majikannya
"nona...kenapa?" tanya bibi.
"maira enggak mau diganggu dulu bi..."
"iya non"
setelah bibi pergi,fariq masuk dalam rumah dengan langkah cepat.
"bi maira dimana?" tanya fariq.
"nona berada di dalam kamar den,tadi bibi sudah menemuinya tapi nona bilang tidak mau di ganggu dulu"
"tapi keadaannya?"
"saat nona masuk kamar dia menangis,tapi menurut bibi biar nona sendiri dulu" ucap bibi.
fariq menurut pada bibi dia pergi ke tempat meja makan,dia melihat makanan yang utuh belum tersentuh dan melihat sebuah kotak tempat nasi yang sudah disiapkan istrinya.
"maafkan aku maira..." lirih fariq.
bersambung.....