
maira dan fariq masih duduk di teras,mereka berbincang mengenal satu sama lain,fariq tidak menyangka kalo maira akan menerimanya,tapi yang di khawatirkan fariq saat ini adalah lea,fariq takut kalo lea akan menghancurkan hubungannya dengan maira.
"kakak pamit pulang lusa kakak kesini lagi untuk membicarakan pernikahan",ucap fariq.
maira menjawab,"nanti maira sampaikan pada ka fahmi".
"assalamualaikum",ucap fariq.
"waalaikumsalam",jawab maira.
fariq pergi dengan mengendarai mobil,di dalam mobil fariq senyum-senyum sendiri,"kenapa baru sekarang fariq,"ucap fariq dalam hati,"kenapa aku merasakannya seperti ini apa aku mulai menyukai maira,tapi ini berbeda dengan rasaku pada lea,yang kurasakan sekarang sangat indah",ucap fariq sambil menyetir mobil.
fariq berjalan menuju ruangan kerjanya para pasien sudah menunggu kedatangan dokter fariq.
"selamat sore dokter",sapa asistennya.
"sore...sepertinya banyak sekali pasienku hari ini",ucap fariq pada asistennya.
"lumayan dok,saya mulai panggilkan",ucap asistennya dan fariq pun mengangguk.
satu persatu di panggil dengan menunggu giliran sampai pasiennya berkurang,"dok tinggal satu pasien lagi",ujar asistennya.
"ayo langsung panggil aku sudah ingin cepat-cepat istirahat",ucap fariq.
ketika pintu di buka hati fariq deg...."lea",ucap fariq.
"silahkan duduk bu",tutur asistennya.
"tinggalkan kami berdua",ucap fariq pada asistennya.
"baik dok",dengan heran.
lea menghampiri fariq dan duduk di depan meja kerja fariq.
"ada keperluan apa lagi?",tanya fariq datar.
"kamu gak ingin mendengarkan penjelasan ku riq...",ucap lea.
"penjelasan apa lagi?",tanya fariq.
"aku tahu aku salah,aku mengakuinya telah mengkhianatimu,tapi aku punya alasan",jelas lea.
"lantas mau mu apa?",tanya fariq dengan kesal.
"aku tidak meminta kamu kembali lagi padaku aku hanya ingin kamu tahu,kalo aku sangat mencintaimu",ujar lea.
fariq tersenyum,"makasih sudah mencintaiku tapi jangan harap akan terbalaskan".
"riq....aku mohon dengarkan penjelasanku".
"tidak ada gunanya lagi lea,buat apa?".
"riq...",rengek lea.
fariq keluar dari rumah sakit menuju parkiran mobil,sosok dua pasang mata yang memperhatikannya.
setelah fariq memarkirkan mobilnya di garasi rumah lalu dia keluar dari mobil ketika hendak meninggalkan mobil terlihat satpam sedang debat dengan seseorang di luar pintu gerbang.
fariq menghampiri,"ada apa pak?".
"ini tuan,ada yang ingin bertemu tuan".
"maaf tuan bos saya ingin bertemu tuan tapi satpam ini melarang kami",ujar pria kekar.
"saya melarangnya karena almarhum tuan ibrahim tidak mengijinkan tamu datang malam hari",jelas satpam.
tiba-tiba seseorang keluar dari mobil dan menghampiri fariq yang sedang berdiri di balik pintu gerbang.
"selamat malam tuan fariq",sahut sandi yang berdiri tepat di luar gerbang.
"selamat malam",ucap fariq,"ada keperluan apa tuan datang ke sini?",tanya fariq.
"anda masih kenal wajah saya?",tanya sandi.
betapa terkejutnya fariq ketika dia mengingat pria yang sedang berciuman bersama lea.
"ya aku ingat kamu,bukannya kamu adalah kekasih gelapnya lea? untuk apa kamu kesini",ucap fariq dengan datar.
"tenang tuan aku kesini datang dengan baik-baik,boleh aku masuk dulu?,biar ngobrolnya kita nyaman",ujar sandi.
"pak,buka gerbangnya",suruh fariq pada satpam.
satpam langsung membuka gerbang dan membiarkan sandi masuk kedalam.
"kita bicara di dalam",ajak fariq dan pergi menuju rumah, sandi pun mengekori fariq.
diruangan depan sandi dan fariq tengah duduk,"hal apa yang akan di bicarakan sampai selarut ini anda bertamu",ujar fariq.
"sebelumnya maaf tuan,saya hanya ingin tuan tahu kalo saya dan lea...",belum sempat melanjutkannya,fariq langsung memotong,"sudah punya anak!",ucap fariq.
sandi tersenyum,"begini tuan sebenarnya ini kesalahan kami berdua andai saja aku tidak tertarik pada lea mungkin kita tidak akan seperti ini".
"dulu lea bekerja sebagai sekertaris ku,aku pun sudah menikah tapi aku belum diberikan seorang anak,Ketika itu aku merasa bimbang dengan pernikahanku mungkin karena aku menginginkan seorang anak,lama kelamaan aku memperhatikan lea dan menyukai lea dan aku tidak menyangka kalo lea juga membalasnya dan akhirnya aku berniat untuk menjadikan dia wanita simpananku,tadinya aku hanya ingin bersenang-senang tapi aku tidak menyangkal kalo aku sudah mulai menyayanginya karena kehadiran janin yang di kandung lea,dan pada waktu lea hamil dia pergi meninggalkanku sampai lea melahirkan dan anak itu sudah berumur 4 tahun kalo tidak salah,dan pada waktu aku ke hotel lea,aku minta penjelasannya dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalo aku akan memperjuangkan lea dan anak kami,tapi tiba-tiba saja menciumku dan akhirnya aku pun melakukan hal yang sama seperti yang anda lihat",jelas sandi.
"aku sudah tidak tertarik dengan hal ini,asal kamu tahu aku sudah menutup rapat-rapat hatiku untuk lea,jadi kamu perjuangkan saja wanita mu itu",ucap fariq.
sandi tersenyum,"aku meminta maaf aku memaksakan kehendak ku,aku hanya ingin memberikan kebahagiaan untuk anakku,tapi sayangnya aku belum siap menemuinya",ujar sandi.
"aku sudah tidak ingin membahasnya,tolong bilang kepada lea jangan datang menemuiku lagi,aku sudah melamar seorang gadis pilihan almarhum kakekku dan kami akan segera menikah",ucap fariq.
sandi menganggukkan kepalanya.
bersambung.....