
maira dan sandi sudah sampai di rumah maira,mereka duduk dikursi yang berada di teras depan.
"kenapa kamu membiarkan perempuan itu selamat?" tanya sandi kesal.
"tidak kenapa-kenapa,aku hanya tidak ingin dia kesusahan" jawab maira santai.
"apa...apa aku tidak salah dengar? hatimu terbuat dari apa mai...?" tanya sandi.
"kak...dia sedang dalam bahaya!" ucap maira.
"siapa yang dalam bahaya?" tiba-tiba suara fariq,dia baru pulang dari tempat kerja.
maira dan sandi tidak menjawab
"kenapa kalian diam?" tanya fariq.
"kamu pasti lelah sayang..."ucap maira.
"jawab dulu maira pertanyaan suami mu" ujar sandi.
maira menoleh pada sandi lalu dia menjelaskan kepada fariq tentang karin yang sekarang berada di panti.
"aku akan menghubungi gilang untuk menjemputnya" ucap fariq.
"jangan...biarkan dia di panti dulu,kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini,lagian aku juga belum tahu apa yang terjadi padanya" ucap maira.
"maira...sebaiknya kamu lepaskan dia,ini akan membahayakanmu kakak gak mau itu terjadi" ucap sandi.
"kakak tenang saja maira yakin kok semuanya akan baik-baik saja dan maira mohon pada kalian jangan kasih tau pada orang panti atas perlakuan karin padaku" pinta maira.
fariq dan sandi tidak bisa berbuat apa-apa kalo sudah maira yang meminta.
keesokan harinya di rumah sakit riana sudah bisa bergerak sendiri,dia belajar berdiri dan berjalan...
sandi datang menemui riana,"hai...sayang ada kabar gembira..." ucap sandi menghampiri karin.
"a...apa..?" tanya riana.
"besok kau boleh pulang" bisik sandi.
riana tersenyum dia memegang kedua pipi sandi," te...ri..ma..ka..sih...un...tuk...se..mua..nya" ucap riana masih kaku dalam berbicara.
"sayang.. terima kasih untuk apa kamu kan istriku,mulai hari ini aku akan melindungimu" ucap sandi.
"tapi hari ini aku harus pergi bekerja,besok aku kesini untuk menjemputmu,mungkin aku akan menyuruh perawat untuk menemanimu,karena maira dia harus banyak beristirahat karena dia sedang hamil" jelas sandi,riana pun tersenyum.
lea berkunjung ke panti dia ingin melihat cahaya untuk yang terakhir kalinya karena besok dia harus pergi,saat itu cahaya yang sedang memainkan boneka yang di belikan ibunya tiba-tiba meminta lea untuk memandikannya,lea pun dengan senang hati melakukannya.
"mamah...biasanya kak maira yang suka mandiin cahaya..."
"oh ya...kak maira baik ya sama cahaya..."
"iya dong...kak mairakan bibinya cahaya" lea tertegun mendengar ucapan anaknya.
"bibi..." gumam lea.
setelah memakaikan pakaian pada cahaya,lea menghampiri bu lastri dan rahmi yang sedang duduk santai di belakang rumah.
"kemari nak...gabung dengan kita" ajak bu lastri pada lea.
lea duduk di samping rahmi.
"cahaya sedang bermain didalam" jawab lea.
"kami akan merindukan cahaya setelah dia pergi" ujar bu lastri.
lea mengerutkan keningnya.
"nanti kalian sering berkunjung kesini ya...karena pintu rumah ini terbuka untuk cahaya dan kamu juga suamimu" ucap bu lastri.
lea tertunduk,dia yakin kalo sandi akan membawa cahaya dan memberikan segalanya untuk anaknya,dengan kata suami mungkin dia harus mengubur impian itu karena tidak mungkin dia kembali pada sandi.
karin keluar dari kamarnya,dia membutuhkan sesuatu tapi dia tidak tahu menyimpannya,saat karin sedang berjalan menuju dapur,dia berpapasan dengan lea yang hendak menemui cahaya.
"karin..."
"lea..."
mereka saling menatap tak percaya mereka bisa bertemu di tempat ini,karin menarik tangan lea dan membawanya ke kamar.
"kamu sedang apa disini?" tanya karin pada lea.
"aku...aku menemui anakku" jawab lea.
"apa...anak?"
"tutup mulutmu nanti ada lalat yang masuk" cibir lea.
"apa kau hamil di luar nikah?siapa ayahnya?apa fariq?" begitu banyak pertanyaan karin pada lea.
lea menutup mulut karin dengan tangannya,"diam kau jangan bawa-bawa fariq dalam pembicaraan kita,karena ini tidak ada kaitannya pada fariq" jelas lea dan melepaskan tangannya.
"lalu...?"
"itu bukan urusanmu...dan kau...kenapa ada disini?" tanya lea.
"aku disini karena maira...dia membawaku kesini" jawab karin.
"untuk apa?..." tanya lea pensaran.
"itu bukan urusanmu..."karin membalas ucapan lea.
"ih...dasar wanita ini..." ucap lea kesal.
lea melihat penampilan karin yang sangat jauh berbeda yang tadinya seksi sekarang tertutup tapi hanya saja dia tidak menutupi kepalanya.
"kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya karin.
"tidak...aku kagum saja melihatmu seperti itu" ucap lea melihat penampilan karin.
"ini baju maira...aku meminjamnya,sebenarnya aku juga kegerahan tapi tidak ada baju lagi jadi aku terpaksa memakainya" jelas karin.
"ehm...ternyata maira baik juga mau meminjamkannya pada mu"...
"aku tidak tahu maira punya niat apa padaku"
"aku yakin niat dia baik,karena aku tahu siapa maira,jadi kamu harus baik-baik padanya jangan pernah menyakitinya" pesan lea.
bersambung.....