
"garis dua sayang..."ucap fariq sambil tersenyum lebar..
"artinya...?"
"artinya kamu hamil...kita akan menjadi orang tua..." ucap fariq memeluk istrinya.
fariq melepas pelukannya dan bersujud tanda syukur pada sang pencipta,tidak lupa maira dan fariq menghubungi keluarga panti dan papahnya ikbal,semua bahagia dengan kehamilan maira akan ada anggota baru di keluarga.
di pagi hari fariq sudah bersiap pergi bekerja, seperti biasa istrinya selalu membuatkan bekal untuknya.
"sayang...kamu istirahat saja dirumah ya..." ucap fariq pada istrinya sambil mengecup keningnya.
"iya..." maira mengecup punggung tangan fariq.
"kalo gitu aku berangkat,assalamualaikum..."
"waalaikumsalam...hati-hati dijalan"
fariq masuk kedalam mobil lalu melajukannya,saat pak satpam membukakan pintu gerbang, tiba-tiba saja mobil fariq berhenti dia melihat beberapa orang laki-laki memakai jas serba hitam,fariq pun langsung membuka kaca pintu mobil.
"kalian siapa ya?" tanya fariq pada salah seorang dari mereka.
"kami suruhan pak ikbal untuk menjaga nona"
fariq mengangguk,"baiklah kalo begitu jaga istri saya baik-baik".
maira melihat percakapan fariq dengan beberapa pria,dia tidak menghiraukannya dan langsung masuk kedalam rumah,terlihat bibi sedang bersih-bersih diruangan tamu.
"bi...maaf ya maira gak bisa bantuin pekerjaannya,lutut maira lemes banget" ucap maira sambil duduk di kursi.
bibi tersenyum sambil mengelap meja seraya berkata," gak apa-apa non,ini kan pekerjaan bibi buat apa bibi di gaji kalo masih di bantuin majikannya".
"kalo gitu maira kekamar ya..." ucap maira sambil melangkahkan kakiknya.
fariq sudah berada dirumah sakit,terlihat sandi yang sudah menunggunya tepat di ruang tunggu pasien.
"selamat pagi pak dokter..."
"selamat pagi..."
"pagi-pagi sudah menungguku?" tanya fariq sambil duduk disamping sandi,kebetulan ruangan masih sepi.
"ada sesuatu yang harus di bicarakan soal temanmu karin" ucap sandi.
"apa soal kemarin?"
"iya...kamu tahu pekerjaan keluarganya?"
fariq menggeleng,"aku tidak tahu pasti,dulu ayahnya punya usaha kecil-kecilan tapi kalo sekarang aku gak tahu" jawab fariq,"memangnya kenapa tanya pekerjaan kedua orang tuanya?" fariq tanya balik.
"tidak ada apa-apa lupakan saja,oh iya tadi suruhan papah sudah berada di rumahmu?" tanya sandi.
"iya,kenapa berlebihan? kan kita juga bisa menjaga maira sama-sama" ujar fariq.
"kita tidak akan sepenuhnya berada di dekat maira,jadi aku dan ayah memutuskan penjagaan ketat dirumahmu"
"tapi kan aku tidak enak dengan para tetangga"
"tenang aku sudah atur semuanya termasuk ijin sama pengurus setempat" ucap sandi.
"bagaimana apa maira sudah sehat?" tanya sandi.
"alhamdulillah kemarin juga sudah mulai membaik" ucap fariq.
"syukurlah...aku juga ikut bahagia dengan kehamilan maira"
papah ikbal berkunjung ke rumah maira,banyak sekali makanan termasuk buah-buahan yang di bawanya,biasa kalo orang ngidam selalu suka yang masam-masam.
maira kaget dia buatnya,dia pun menepuk jidatnya,"ya ampun papah ini mah makanan buat satu rw..."
papah ikbal tersenyum seraya berkata,"ini untuk calon cucu papah..."
maira dan papahnya duduk santai di taman,mereka sedang menikmati kebersamaan keduanya sebagai anak dan papah.
"maira...kamu bahagia dengan pernikahanmu?" tanya papah ikbal tiba-tiba.
maira menoleh pada papahnya,"kenapa papah bertanya seperti itu?.
"dari kejadian kemarin sudah jelas kamu sangat tersiksa"
"papah jangan khawatir maira baik-baik saja kok...lagian suami maira sangat menghormati maira sebagai istrinya" jelas maira.
"ya bagus lah,kalau fariq memperlakukanmu dengan baik papah jadi lega,tapi...bagaimana dengan wanita itu apa perlu papah menanganinya?"
maira menggeleng,"jangan pah...maira yakin hukum Allah masih ada,maira selalu berdoa mudah-mudahan di buka kan pintu hidayah untuk karin...maira gak mau membalas perbuatannya".
"tapi kami harus berhati-hati lagi dengan wanita itu" pesan papahnya.
"terus yang ada di depan itu orang-orang papah?" tanya maira.
"iya...kamu gak keberatan kan kalo papah memberikan penjagaan ketat?"
"menurut maira itu berlebihan pah...gak enak sama tetangga..."
"tapi ini demi kebaikanmu sayang...!"
"maira tahu kalo papah khawatir sama maira tapi gak kaya gini juga kan pah..." rengek maira.
"baiklah papah akan suruh mereka pulang..."
maira tersenyum dan berkata,"terima kasih pah...sudah ngertiin maira".
"tentu sayang...secara kamu adalah putriku satu-satunya..."
di sebuah apartemen terdengar suara ******* dan erangan dua anak manusia,mereka saling memberi kenikmatan,karin yang sudah kelelahan akibat perlakuan seorang lelaki sudah hampir pingsan.
"hei...kamu tidak apa-apa kan?" tanya pria yang bersama karin.
"ini gila...kenapa kau sering melakukannya padaku..." ucap karin lemah.
"tanyakan saja pada ayah tirimu tentang perjanjian itu..." ucap licik pria itu lalu pergi meninggalkannya.
karin menangis,dia sudah tidak tahan dengan semua ini,dia teringat dengan masa lalunya saat ayah tirinya merenggut kesuciannya saat kejadian itu karin menjadi liar...
bersambung....