Humaira

Humaira
Bab 24 gerakan tangan riana



sandi menemui istrinya lagi yang sedang koma di rumah sakit,dia tidur berbaring tepat di samping istrinya,dia menatap wajah dan menyentuh hidung istrinya yang mancung.


"aku bolehkan tidur di sisi mu?",ucap sandi.


"dulu sebelum aku tidur,kamu selalu mendaratkan sebuah kecupan di keningku,kamu tahu riana...aku sangat merindukannya",ucap sandi sampai keluar air matanya.


flashback


waktu itu sandi sedang tergesa-gesa masuk keruangan kerjanya didapati istrinya yang sedang berdiri tegang.


"kamu dari mana saja?",tanya riana kepada sandi.


"aku ada urusan di luar",jawab sandi.


tiba-tiba riana mengeluarkan beberapa poto dan memberikannya pada sandi.


"boleh jelaskan tentang semua ini?".


saat sandi melihat poto itu,tiba-tiba tubuhnya menegang.


"jadi kamu sudah tahu!",ujar sandi.


"apa alasanmu berbuat seperti itu padaku? apa penyebabnya anak?",riana dengan nada kesal.


sandi terdiam dia tidak tahu bagaimana menjelaskannya,karena dia tak ingin kehilangan riana istri tercintanya,belahan jiwanya tapi dia sendiri yang menyakitinya.


"jawab mas..."teriak riana.


"maaf kan aku sayang...memang itu alasanku,aku menginginkan kehadiran seorang anak...",lirih sandi.


tubuh riana bergetar,"lalu apa yang akan kau lakukan?",tanya riana.


"apa maksudmu?",sandi tanya balik.


"pilih aku atau j****g itu?".


"maafkan aku...aku tidak bisa memilih,aku tidak ingin kehilanganmu aku juga tidak ingin kehilangan bayiku",jelas sandi.


"bayi?",riana terkejut.


"ya...lea sekertaris ku sedang mengandung anakku",tutur sandi.


riana pun ambruk...dia tidak menyangka kalo suaminya mengkhianatinya,dia berusaha membahagiakan suaminya dan meninggalkan keluarganya demi cintanya pada sandi.


sandi pun berusaha membantu riana berdiri,tapi riana menolaknya,"lepaskan tanganmu jangan menyentuhku aku merasa jijik",riana dengan sinis.


riana pun berdiri,"kalo kamu memilih wanita itu maka artinya kamu melepaskan ku",ucap riana.


"sayang....tolong jangan seperti itu...",rengek sandi.


"tujuh tahun aku bersamamu,ini balasannya mas...?"


"selamat...kamu akan menjadi seorang ayah,dan aku...aku akan menjadi seorang janda",lanjut riana sambil meneteskan air mata lalu pergi dari hadapan suaminya.


"riana...riana...dengarkan aku Riana..." sandi memohon pada istrinya tapi riana tidak menggubrisnya di pergi begitu saja.


ketika dua tahun saat kejadian bersama riana,dia mendengar riana mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan riana koma pada saat itu sandi sangat-sangat bersalah,andai saja riana masih di sisinya mungkin dia akan melindunginya tapi dia tidak pernah menceraikan riana istrinya lah yang pergi meninggalkannya dan hubungan mereka menggantung.


sandi pun memejamkan matanya,riana adalah tempat dia mencurahkan isi hatinya,riana tempat dimana dia membutuhkan ketenangan walaupun istrinya hanya diam membisu.


tok...tok...tok...


sandi menggeliat dan langsung duduk disamping riana,tidak lama kemudian.


brugggg... suara pintu terbuka dengan keras,sontak sandi turun dari ranjang pasien,dan tiba-tiba lea masuk dan melihat keadaan di ruangan itu,di melihat sandi dan seorang wanita yang sedang berbaring dengan alat medis menempel di kepalanya.


dia mendekati riana ,dan melihat dari ujung kepala sampai keujung kaki dan dia pun melihat wajah sandi yang sedang memperhatikannya,mereka saling tatap dan akhirnya lea mendaratkan ciuman di mulut sandi,sandi pun membalasnya dengan lembut akan tetapi dia berusaha melepaskannya karena gerakan tangan istrinya yang sedari tadi dia genggam,tapi ciuman lea semakin dalam dan pada akhirnya sandi pun menghentikan dengan paksa.


"berhenti lea...disini ada riana!",ucap sandi.


gerakan tangan riana semakin terasa oleh sandi,sandi langsung memencet tombol tanda panggilan darurat.


"riana sayang...kamu sadar...!",ucap sandi sambil memegang erat tangan dan mencium kening istrinya,lea menyaksikan sikap sandi itu dengan perlahan dia mundur lalu pergi.


tiba-tiba dokter dan perawat datang,"ada apa tuan kenapa dengan istri anda?",tanya dokter.


"dok,tadi istriku menggerakkan tangannya",jawab sandi.


"sebentar saya periksa dulu".


"bagaimana dok?".


"selamat pak,istri anda sudah dapat merespon",ujar dokter.


"apa tandanya dia sadar dok?",tanya sandi.


"kalo sadar belum,tapi anda boleh mencoba dengan hal-hal yang akan membuat istri anda merespon".


"terima kasih dok".


"sama-sama,kalo begitu saya keluar".


sandi pun mengangguk,dia melihat istrinya sambil berkata,"mungkin kah ciuman lea yang membuat mu bisa menggerakkan tanganmu kau tidak rela aku bersamanya?",sandi mencium tangan riana.


"permisi pak...",seorang perawat masuk membawa handuk kecil.


"maaf pak saya akan membersihkan tubuh pasien",ucap perawat itu.


"jangan...",ucap sandi


"maksud saya...biar saya yang akan membersihkannya",maksud sandi.


"baiklah...saya akan siapkan keperluannya",ucap perawat seraya mengambil sebuah peralatan dari lemari yang berada di kamar pasien.


setelah beberapa menit perawat itu pun selesai menyiapkan keperluan untuk membersihkan riana,"bapak yakin bisa sendiri?",tanya perawat itu.


"saya yakin,dia kan istri saya...",ujar sandi.


"baiklah kalau begitu saya permisi,tapi jangan lupa mengunci pintu dari dalam".


"baik...".


perawat itu pun keluar,sandi langsung menutup pintu dan menguncinya,dia menghampiri riana dan membuka baju yang dikennakan riana dengan cekatan dia membersihkan tubuh riana,"mudah-mudahan ini dapat membantu kamu cepat sadar",ucap sandi.


bersambung....