
sandi keluar dari kamar mandi dia tidak melihat riana,hanya baju kantor yang sudah disiapkan istrinya yang akan di pakainya untuk pergi bekerja,setelah selesai dia pergi untuk sarapan bersama istri dan anaknya.
riana dan cahaya sedang sarapan,sandi menghampiri mereka,"selamat pagi semuanya..." ucap sandi sambil duduk di kursi.
"pagi papih..." ucap cahaya,sedangkan riana hanya diam saja,dia merasa kaku dengan suaminya,karena ucapannya saat dikamar tadi.
sandi menyudahi sarapannya,dia pamit pada riana dan cahaya untuk pergi bekerja,sandi mengecup kening cahaya dan riana secara bergiliran dan sandi pun melangkah pergi.
saat sandi sudah diluar menuju mobilnya tiba-tiba riana memanggilnya,"mas..." sandi menoleh ke arah riana yang sedang berlari kecil menghampirinya.
"ada apa?"
"hari ini aku akan pergi mengantar cahaya kesekolah dan menunggunya disana"
"kenapa harus menunggu,kan bisa pulang lagi"
"aku kesal dirumah..."
"kalo kesal datang lah kekantor setelah mengantarkan cahaya ke sekolah" ucap sandi datar lalu pergi.
riana mematung melihat perlakuan suaminya tidak seperti biasanya,dia yakin perubahan sandi karena ucapannya tadi," aku salah..." lirih riana.
"momy..." panggil cahaya yang sudah berada di belakang riana.
riana berbalik terlihat cahaya yang sudah siap berangkat kesekolah taman anak-anak "kamu sudah siap sayang...kalo begitu momy ambil dulu tas,kamu masuk dulu ke mobil" perintah riana.
di perjalanan sandi memikirkan sikapnya tadi pada istrinya,"kenapa sandi kamu menyakitinya lagi...lagi...dan lagi..." gerutu sandi pada diri sendiri.
sandi menghentikan mobilnya secara mendadak,di rogohnya ponsel yang berada di saku celananya,dia melihat panggilan dari seseorang.
"halo..."
"....."
"baiklah..."
dia menutup panggilan dan melajukann lagi mobil sport miliknya.
riana dan cahaya sudah sampai di sekolah,tampak ibu-ibu sosialita yang sedang mengantar anak-anaknya,kebetulan cahaya bersekolah ditempat yang elit.
"selamat pagi ibu-ibu" sapa riana.
"pagi...baru datang jeng...?" tanya salah seorang dari mereka.
riana tersenyum " iya...tapi bel masuk belum berbunyi kan?" tanya riana.
"belum,mungkin sebentar lagi..."
"sayang...momy gak bisa nunggu lama-lama disini,papih meminta momy datang kekantornya " ucap riana.
"ya momy..."
"sekarang cahaya masuk kelas ya..."
cahaya mengangguk dan pergi masuk kedalam kelas,"mari saya pergi dulu..." ucap riana,"iya jeng..."jawab ibu-ibu serentak.
sandi sedang duduk di kursi tempat dia bekerja,sambil menandatangani berkas-berkas yang masih menumpuk di mejanya.
tiba-tiba suara seseorang membuka pintu,"mas..." riana memanggil sandi.
sandi pun menoleh dan menyuruh riana masuk,"masuklah..."
riana pun masuk dan menghampiri meja kerja suaminya,"ternyata kamu sedang sibuk..." ucap riana.
"sebentar lagi juga selesai..."
riana duduk di sofa menunggu suaminya selesai bekerja sesekali dia memainkan ponselnya.
setelah selesai sandi langsung menghampiri istrinya,"sayang...maaf kamu menunggu lama" ujar sandi.
"sebenarnya ada apa kamu menyuruhku kesini?" tanya riana.
"aku hanya ingin kamu menemaniku bekerja" jawab sandi,riana pun berkata," mas...jangan samakan aku yang dulu dan aku yang sekarang...kita sudah ada cahaya,sudah saatnya aku berperan sebagai seorang ibu..."
"iya aku ngerti tapi kamu juga harus membagi waktumu dong..." ucap sandi.
"aku bukannya cemburu tapi aku...aku kangen saat- saat dulu kita masih berdua" jawab sandi.
riana tersenyum tipis," kadang aku gak ngerti sama sikap kamu mas"
"ya terserah kamu yang penting hari ini temani aku disini seharian" tegas sandi,riana pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku suaminya yang kekanak-kanakan.
"ok...kalau aku harus disini,sebagai gantinya kamu harus memberi tahuku alasanmu kenapa menolak permintaanku?"
sandi diam,memang sudah niatnya untuk memberi tahu riana alasan sesungguhnya.
"baiklah,aku menolaknya karena dia sudah menyebabkanmu koma selama dua tahun" jelas sandi yang membuat riana terdiam.
"bukan hanya itu,dia juga pernah menyakiti maira sampai masuk kedalam rumah sakit,maka dari itu aku menutup rapat-rapat perasaanku terhadapnya" lanjut sandi.
sandi mendekati riana dan menggenggan tangan istrinya,"aku mohon jangan pernah lagi meminta aku menikahi lea,soal cahaya biar aku yang menanggung akibat kesalahanku sendiri,aku tidak mau menyakitimu lagi tolong jangan korbankan lagi perasaanmu" pinta sandi.
tiba-tiba pintu kantor terbuka dan terdengar suara yang tidak asing bagi mereka,"perempuan itu sudah mencelakai putriku?" tanya papah ikbal yang mendengar pembicaraan mereka.
"papah .." ucap sandi yang menoleh ke arah papah ikbal.
"jelaskan sekali lagi pada papah sandi..." perintah papah ikbal.
"pah...tapi papah jangan dulu marah..." ucap riana menenangkan dulu mertuanya.
"tidak riana...papah tidak akan diam kalo ada seseorang yang mengusik keluarga kita" ucap papah ikbal tegas.
sandi pun bingung kenapa papah ikbal datang tiba-tiba,"sandi ...ayo katakan" teriak papahnya.
"papah tenang dulu sebaiknya papah duduk dulu" pinta sandi,lalu papah ikbal pun duduk dan siap mendengar penjelasan sandi.
"jadi dulu sebelum maira dan fariq menikah,lea sempat mencelakai maira,tapi dengan ke besaran hati maira lea lolos,sampai sekarang maira dan fariq tidak tahu kalo lea pelakunya"
"kenapa perempuan itu ingin mencelakai putriku?" tanya papah ikbal.
"lea adalah tunangannya fariq,mereka putus karena aku,fariq mengetahui kalo lea sudah mempunyai anak dariku"
"kenapa maira bisa menikah dengan fariq?" tanya papah ikbal lagi.
"soal itu sebaiknya papah tanyakan saja pada mereka,aku kurang tahu yang aku tahu fariq menikahi maira karena keinginan kakeknya" jelas sandi.
"kenapa kamu tidak pernah memberi tahu hal ini,pada fariq dan maira?" tanya riana.
"aku takut sayang...cahaya alasanku untuk membiarkannya" jawab sandi.
riana menatap lekat-lekat wajah suaminya dan berkata,"apa itu cinta?"
"apa maksudmu?"tanya sandi tidak mengerti.
"ya kamu membiarkannya karena kamu cintakan?" tanya riana lagi.
"itu dulu...tapi sekarang aku tidak memiliki lagi perasaan terhadapnya,dia sekarang hanya ibu dari anakku tidak lebih,dan sekarang di hatiku tetap kamu" ucal sandi meyakinkan istrinya.
"kamu menyesalinya sekarang?" tanya papah ikbal.
"sangat pah...aku sangat menyesalinya"
"kalo begitu perbaiki hubungan mu dengan istrimu,dan kamu riana apa akan tetap meminta sandi menikahi lea?"
"aku gak tahu pah...apa semuanya bisa di batalkan?" tanya riana yang membuat sandi mengerutkan keningnya,"apa maksudmu?"
"maafkan aku sayang...aku yang meminta papah untuk menemui lea,aku ingin papah melamar lea" ucap riana.
"apa..." ucap sandi terkejut.
"maaf sayang..."
"jadi kepergian papah kemarin menemui lea?" tanya sandi pada papah ikbal dan di jawab dengan anggukkan.
sandi menghela nafas kasar,dia mengacak-ngacak rambutnya,"lalu apa jawabannya?" tanya sandi.
"papah tidak melamarnya,papah hanya meminta dia menemui riana" jelas papah ikbal.
bersambung....