
waktu menunjukkan jam 13.30,fariq sedang berada dikantin rumah sakit,dia sedang beristirahat di temani segelas kopi hitam,sesekali dia melihat ponselnya tapi saat ini maira belum menghubunginya,tingkat kecemasannya menjadi lebih tinggi.
dia tidak tahu keputusan maira,saat ini dia sudah pasrah tentang apa yang akan terjadi pada dirinya dan akan menanggung semua resikonya,andai saja dia lebih dulu memberi tahu maira mungkin tidak akan seperti ini.
drettt...drettt...
tiba-tiba ponsel fariq bergetar.
"maira..."gumam fariq.
fariq menerima panggilan
("assalamualaikum")
("waalaikumsalam")
("kak fariq maaf maira mengganggu waktunya kakak")
("tidak,lagian kakak sedang istirahat dikantin")
("masalah kemarin maaf maira sudah membuat semuanya seperti ini")
("tidak maira...ini bukan kesalahan kamu,justru ini kesalahan kakak,seharusnya kakak memberitahu mu lebih dulu")
("maira tunggu kakak mengucapkan ijab qabul janji suci di hari pernikahan kita")
saat mendengar ucapan maira wajah fariq yang tadinya tegang menjadi lebih rileks.
("terima kasih maira kamu sudah menentukan keputusan yang tepat dan akan kakak tepati janji kakak yang akan datang untuk mengucap janji suci")
hari pernikahan sudah tiba,terlihat fariq mengenakkan jas hitam dia terlihat tampan,tidak kalah dengan fariq gilang dan sandi yang ikut mengantar fariq terlihat rapi dengan memakai kemeja batik.
"saya terima nikahnya dan kawinnya maira binti fulan dengan mas kawin yang disebutkan di bayar tunai" suara lantang fariq saat ijab qabul.
"sah..." ucap saksi nikah.
sah....
"baarakallahu likulii wahidimmingkumma fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin"
fahmi memandu berdoa.
setelah ijab Qabul maira keluar dari rumah didampingi rahmi dan menghampiri fariq,mereka saling berhadapan seketika maira meraih tangan fariq dan mencium punggung tangan fariq yang kini sah menjadi suaminya.
setelah itu fariq memegang ubun-ubun maira sambil membaca," allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa'alaih wa a'udzubika minsyarrihaa wa syarrimaa jabaltaha'alaih"
setelah itu mereka saling pandang seketika terucap dari bibi fariq",kamu sangat cantik humairaku." mendengar hal itu maira pun tersipu malu.
setelah acara berlanjut,fahmi menghampiri maira dan fariq yang sedang berdiri di pelaminan untuk menyambut para tamu undangan.
"selamat fariq maira kakak sangat bahagia semoga rumah tangga kalian penuh dengan keberkahan".
"aamiin..."Ucap maira dan fariq serentak.
disusul dengan gilang dan sandi yang menghampiri pengantin baru.
"selamat bro akhirnya apa yang dinanti-nanti sudah tiba",ucap gilang memeluk sahabatnya.
"makasih lang...kamu selalu mensuport aku".
"selamat ya aku turut berbahagia",ucap sandi juga memeluk fariq.
mereka berempat pun berfoto terlihat kebahagiaan dari sepasang pengantin.
disela - sela acara,sandi mengedarkan pandangannya dia menemukan sosok anak kecil yang selalu dia rindukan.
"kakak aku mau es cream" rengek anak kecil pada kakak lelakinya.
"sebentar dik...kamu tunggu di sini kakak ambilkan".
sandi menghampiri cahaya "hai...cantik..."
"hai...juga om"
" kamu cahayakan?"
"Kitakan pernah bertemu"
"massa.."
sandi terkekeh mendengar ucapan cahaya.
"iya...kita bertemu waktu di rumah sakit".
"oh...om temannya kak fariq kan!" ucap cahaya lucu.
sandi mengangguk dengan senyuman di bibirnya,dia merasa bahagia bisa berbicara dengan cahaya," ingin sekali aku memelukmu" ucap sandi dalam hati.
"om...cahaya pergi dulu ya"
"sebentar sayang..." sandi menahan cahaya.
"ada apa om..."
"om bolehkan sering datang menemui anak manis?"
"dengan senang hati om,karena om temannya kak fariq berarti om juga temannya cahaya"
"makasih sayang...kalo kita teman berarti om boleh meluk cahaya dong..."
"tentu saja om..."ucap cahaya sambil memeluk sandi.
tak terasa air matanya jatuh,dia tidak bisa menahan air mata yang sudah terbendung lama betapa bahagianya sandi bisa memeluk anak yang selama ini ia cari dan idam-idamkan.
cahaya pun melepaskan pelukannya,dan sandi buru-buru menghapus air mata yang membasahi pipi dengan tangannya.
"kalau gitu cahaya pergi dulu"...
cup...sebuah kecupan cahaya mendarat di pipi sandi.
sekilas fariq melihat adegan pertemuan anak dan ayah,dia tersenyum melihat sandi dan cahaya berpelukan.
masih di acara pernikahan,terlihat lea sedang menyaksikan kebahagiaan maira dan fariq,ternyata lea gagal menghasut maira,sekarang harapan lea pada fariq sudah tiada dia benar-benar kehilangan orang-orang yang dicintainya.
"kamu sedang apa disini?"
sebuah pertanyaan yang membuyarkan pandangannya.
"kamu gilang...mengagetkanku saja".
"aku tanya kamu sedang apa disini?"
"kamu gak lihat kalo aku datang ke acara pernikahan mereka".
"memangnya fariq mau ngundang kamu?"
"maira yang mengundangku langsung".
"apa kamu tidak malu setelah kamu menghasut maira dan kamu datang kepernikahannya"
"jangan asal ngomong kamu"
"aku sudah tahu akal busukmu itu,lebih baik kamu pergi saja jangan membuat kekacauan di pernikahan fariq"
"apa yang kau katakan,niatku baik datang kesini fikiranmu terlalu dangkal menilai orang" ucap lea kesal.
"jelas aku tahu siapa kamu"
"mau kamu apa sih?"
"mau aku simple, sebaiknya kamu pergi dari sini karena aku takkan membiarkanmu membuat ulah lagi".
"gilang...kamu nyebelin " lea pergi begitu saja saat gilang memaksanya pergi.
hari sudah sore para tamu undangan mulai meninggalkan acara,tetangga yang ikut membantu di pernikahan maira mulai membereskan barang-barang.
acara pun selesai,maira dan fariq kembali ke rumah,di dalam kamar maira sedang membuka pakaian pengantin yang sedari tadi menempel di tubuhnya di bantu oleh tim MUA.
bersambung...