
Ratna yang sedang melamun,tiba-tiba saja seorang petugas kepolisian wanita memanggilnya,dan Ratna pun keluar dari sel tahanan didampingi dua orang polisi wanita.
setelah dia sampai di ruang tunggu,seketika tubuhnya mematung melihat sepasang suami istri sedang duduk menunggunya,lalu Ratna sedikit demi sedikit melangkah dan tidak lepas melepaskan pandangannya.
" apa kabar...kamu jangan kaget dengan kedatang kami ke sini" ucap Maira sambil mengeratkan pegangannya pada tangan Fariq.
"aku hanya ingin melihat kondisi kamu" lanjut Maira.
"buruk ..." tiba-tiba saja Ratna berucap.
"aku sekarang sedang terpuruk,Tuhan sedang membalas perbuatan ku,aku benar-benar menyesalinya" ucap Ratna tiba-tiba menangis,Maira langsung menghampirinya dan memeluknya,tapi Ratna tidak menolak dia merasakan hangat pelukan Maira.
"jangan tangisi semua yang sudah terjadi,biarlah itu menjadi pembelajaran untuk kita semua,mulai hari ini jalani hidup dengan baik,kau harus kuat demi orang-orang yang kau sayang" pesan Maira dan dia mulai melepaskan pelukannya.
Ratna melihat wajah Maira,dia melemparkan senyumannya pada Maira,"kenapa baru kesini,aku menunggumu untuk menemui ku"
Maira pun tertegun mendengar ucapan Ratna dia tidak menyangka kalo Ratna ingin bertemu dengannya.
"maafkan aku,karena aku baru sempat,tadi kedua kakak mu datang ke rumah setelah mereka pulang dari sini,jadi aku juga meminta ijin pada mereka untuk menemui mu" jelas Maira.
"maafkan semua kesalahan ku,aku sudah mengganggu kehidupan kalian"
"aku sudah memaafkan mu ketika aku dan kak Fariq bertemu kembali".
"maafkan aku Fariq..." ucap Ratna sambil menoleh pada Fariq,dan Suami Maira pun menganggukkan kepala.
"dan aku berterima kasih pada kalian sudah memberi perhatian pada keluargaku termasuk pada anak-anakku,kalian begitu berhati emas"
"itu sudah kewajiban kita sebagai seorang manusia,kami ikhlas membantumu" ucap Maira.
"apa kau ingin berteman denganku?" tanya Ratna pada Maira.
"jujur aku tidak punya saudara perempuan tapi saat aku mengenal dirimu lebih jauh apa lagi ibu sering mengatakan tentang kamu,rasanya aku mempunyai keluarga yang baru" lanjut Ratna.
Maira tersenyum,"ya aku akan menjadi temanmu sekaligus menjadi saudaramu" ucap Maira dan sontak Ratna pun memeluk Maira dengan erat,"makasih...Mai aku sangat menginginkannya" ujar Ratna.
Fariq senang melihatnya,tidak ada lagi kebencian yang memisahakan ikatan antara sesama manusia.
"aku senang kamu berubah" ujar Maira.
"alhamdulillah aku mendapatkan Hidayah" ucap Ratna.
kini Ratna dan Maira akan berpisah lagi karena waktu yang di berikan hanya sedikit,"aku akan sering mengunjungi mu kesini" ucap Maira.
"aku akan selalu menunggumu".
sedangkan di dalam sel lain,keadaan Gobang sekarang sudah membaik,dia tidak seperti dulu kini dia menjadi seorang pendiam karena semua kekuasaannya sudah di berantas tidak akan ada lagi bos Gobang, semua anak buahnya tidak tersisa itu semua berkat kekuasaan Papa Maira dan Sandi.
Maira dan Fariq pun pergi tapi sebelum jauh Ratna berkata sambil setengah berteriak,"hidup bahagia lah kalian,aku akan selalu mendoakan mudah-mudahan kalian selalu dilindungi Tuhan" ucap Ratna sambil melambaikan tangannya dan Maira pun membalas lambaian Ratna.
Gilang dan kekasihnya,sedang berada di perjalanan menuju rumah Fariq,niatnya mereka akan makan malam sambil bakar-bakar jagung,kini Gilang sudah sampai tapi di rumah hanya ada Baby sister Dzakir dan Gilang menunggunya.
tidak lama kemudian Maira dan Fariq datang mereka langsung masuk ke dalam rumah karena mobil Gilang sudah terparkir di halaman.
"assalamualaikum" ucap Maira dan Fariq serentak, Gilang dan kekasihnya menjawab," waalaikumsalam".
Fariq mengernyitkan keningnya,"jangan bilang kalau kalian pacaran" ucap Fariq.
Gilang dan Wiwi pun tersenyum malu,"apa benar?" tanya Maira.
Gilang mengangguk," ya dia kekasih yang akan aku kenalkan pada kalian" ucap Gilang.
"ya ampun ternyata orangnya dekat dengan kita sayang...sejak kapan?" tanya Fariq.
"sejak mencari mu...aku selalu menghubunginya dan bertemu dengannya saat ingin mencari informasi tentang mu,ya jadinya aku nyangkut di hatinya,iya kan sayang..." jawab Gilang.
"ternyata ada untungnya bagimu saat kemarin aku menghilang" ujar Fariq,Gilang pun terkekeh dan Maira hanya menggelengkan kepala.
"oh ya...bukan hanya pada kami, kakak juga harus memperkenalkan calon istri pada keluarga ku,hari ini Papa dan Kak Sandi akan bergabung bersama kita dan sebentar lagi kita rayakan kebahagian ini" ucap Maira senang.
kini semuanya sudah berkumpul, malam mereka dihiasi dengan kehangatan,tapi Maira tidak bisa merasakan itu dengan keluarga panti karena Fahmi berhalangan hadir karena ada sedikit urusan.
senda gurau,tertawa bersama semua kini di rasakan Maira,dengan berjalan seiringnya waktu dia menemukan kebahagiannya lagi bersama keluarganya,"ya Allah hamba bersyukur masih di beri kesempatan untuk bersama mereka" ucap Maira dalam hati.
"sayang...kamu kenapa ehm...?" tiba-tiba Fariq bertanya sambil memeluk Maira dari belakang.
"aku sangat bahagia sayang...setelah aku menikah denganmu semuanya kembali dan aku berharap semua ini tidak akan cepat berakhir" jawab Maira.
"aku juga sangat senang kini aku memiliki keluarga baru dan asal kamu tahu pilihan kakek tidak salah dan aku mensyukuri itu karena aku bisa memilikimu sayang" ucap Fariq.
"eehem..." tiba-tiba Sandi berdehem.
"saking asyik bermesraan sampai tidak menyadari di sekeliling nya sedang melihatnya" goda Sandi.
Maira pun Malu dia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"jangan malu sayang..." Fariq juga ikut menggoda,semuanya tertawa.
di sela-sela perkumpulan mereka Papa Ikbal menyempatkan mengobrol dengan Fariq.
"Papa sangat senang melihat Maira tersenyum lagi,waktu kamu tidak ada dia sangat terpukul sampai Papa tidak punya harapan untuk dia bisa bangkit lagi" ucap Papa Ikbal.
"makasih Pa sudah menjaga anak dan Istri ku" ujar Fariq.
"itu sudah kewajiban Papa dan sekarang Papa akan serahkan itu pada mu,jangan pernah sakiti Maira, menurut Papa dia wanita langka jarang sekali mempunyai hati seperti dia,mungkin kamu juga tahu apa yang pernah di alaminya selama ini dari awal dia ditinggalkan ibunya,orang tua angkatnya dan masalah-masalah yang menimpanya setelah menikah denganmu dia tetap tegar tidak ada rasa benci dan dengki di hatinya itu yang membuat Papa kagum padanya"
"jadi jaga Maira baik-baik,Papa percaya pada kamu" pesan Papa Ikbal untuk menantunya.
"iya Pa...Fariq akan menjaganya" ucap Fariq.
"soal wanita-wanita yang pernah menyakiti putriku apa mereka semuanya pernah mempunyai hubungan spesial dengan mu?" tiba-tiba saja Papa Ikbal bertanya hal itu.
"Tidak Pa...hanya Lea dia mantan tunangan ku,sedangkan Karin teman sekolahku dan Ratna aku tidak tahu kalau dia menyukaiku" jelas Fariq.
Papa Ikbal sekarang mengerti dan dia berharap pada Fariq,tidak ada lagi wanita yang akan menyakiti putrinya dengan alasan menyukai Fariq dan Fariq pun akan memastikan kalau semua itu tidak akan terjadi lagi.
bersambung....
jangan lupa like dan komentarnya membangunnya,biar Author lebih semangat menulisnya.