Humaira

Humaira
Bab 39 cerita bibi dan satpam



fariq tiba dihalaman rumah dia bergegas masuk,seperti biasa fariq merebahkan tubuhnya di sofa tempat nonton tv.


"kenapa tiduran disini sayang..." ucap maira mengagetkan fariq.


fariq bangun dari rebahannya dan maira meraih tangan fariq dan mencium punggung tangan suaminya lalu duduk di samping fariq.


"kamu sudah baikan?" tanya fariq.


"alhmadulillah,sekarang sudah bisa masak lagi" jawab maira.


"syukur kalo begitu,maaf ya aku sudah terbiasa pulang kerja selalu rebahan dulu di sini" ucap fariq.


"oh...ya udah bersihin dulu badan sebentar lagi sudah mau magrib" titah maira.


"makasih sayang..." fariq mengecup kening maira lalu beranjak pergi ke kamar untuk mandi.


setelah selesai mandi dan solat magrib,fariq dan maira lanjut ke meja makan,fariq dengan lahapnya memakan masakan buatan istrinya,maira juga ikut menikmatinya dan sesekali melihat suaminya makan seperti orang kelaparan.


"pelan-pelan sayang..." ucap maira.


"abisnya enak banget " ujar fariq memberikan senyuman pada istrinya,maira pun menggeleng.


di rumah sakit sandi sedang menjenguk riana istrinya,seperti biasa dia mengajak ngobrol istrinya.


"sayang...aku bawa berita gembira" ucap sandi


"perusahaan sekarang akan punya cabang...tapi sedihnya aku bakal jarang datang kesini,tapi tenang sayang aku akan meluangkan waktu untuk sekali-kali menginap disini" ucap sandi bicara sendiri.


"kapan kamu bangun,aku sudah merindukanmu aku ingin mengunjungi cahaya bersamamu..." ucap sandi seakan dia lupa kalau lea adalah ibu kandung cahaya.


waktu menunjukkan jam 7 pagi fariq sudah siap-siap pergi bekerja tidak lupa dia membawa bekal yang disediakan maira.


saat dia hendak menaiki mobilnya tiba-tiba pak satpam menghampirinya.


"den..."


"iya pak..."


"maaf apa nona sudah menceritakan soal kejadian kemarin" ucap pak satpam.


fariq mengernyit dia tidak mengerti apa yang dimaksud ucapan satpam.


"kejadian apa pak?" tanya fariq.


"anu den..." ucap satpam gugup.


"aduh aku kira den fariq sudah tahu" gumam satpam.


"pak coba jelaskan pada saya!" pinta fariq.


"ehm sebelumnya minta maaf den saya sudah ikut campur sama kehidupan aden tapi ini memang sudah terlalu melampaui batas,kemarin wanita yang menampar non maira datang kesini".


deg...jantung fariq berdetak kencang terasa tidak enak dengan perasaannya.


"lalu...?"tanya fariq penasaran.


satpam itu menceritakan dari awal kejadian,tiba-tiba bibi datang dan fariq pun meminta penjelasan bibi juga soal kedatangan karin,kebetulan tadi waktu fariq berangkat maira tidak ikut mengantarnya kedepan karena kebelet ke wc jadi leluasa menceritakannya pada fariq.


"terima kasih bibi dan bpk sudah menjaga maira,saya tidak tahu kalo bpk dan bibi tidak memberi tahu saya" ujar fariq.


"kalo begitu saya jalan dulu dan ingat sekali lagi saya titip maira,kalo ada apa-apa hubungi saya" ucap fariq.


mereka berdua mengangguk,fariq pun pergi mengendarai mobilnya,bibi dan satpam masih mengobrol,tidak lama kemudian bibi masuk kedalam rumah.


setelah sampai di rumah sakit,fariq langsung di sambut dengan banyak pasien ibu hamil,setiap bulannya ibu hamil semakin meningkat dan populasi semakin bertambah.


masih dirumah sakit,sandi sedang melahap makanan yang dia beli di luar rumah sakit,ternyata dia bermalam di rumah sakit menemani istrinya.


sandi sudah menyelesaikan makannya dia langsung menghampiri istrinya,dia menatap wajah istrinya yang semakin kurus,dia melihat ke arah bibir riana dan mengecup lembut bibir riana.


"aku selalu berharap kamu cepat sadar" ucap sandi.


seketika sandi keluar dari ruangan,terlihat riana menggerakkan jarinya tapi sayang sandi tidak menyaksikan itu.


hari sudah sore fariq sudah berada di rumah dia cepat pulang karena teringat dengan cerita bibi dan satpam tadi.


maira sedang memasak,tiba-tiba fariq datang dan memeluk tubuh maira dari belakang.


"masak apa sayang...?" tanya fariq.


"aku lagi masak daging ayam rica-rica,kamu suka kan?"


"aku pasti suka kalo kamu yang masakin..."ucap fariq sambil mengecup bagian kepala belakang maira.


"sayang...nanti kalo sudah solat isya aku mau bicara bolehkan?" tanya fariq.


"iya...tapi bolehkan aku melanjutkan masaknya..."


" tentu sayang..."


malam pun tiba,fariq dan maira sudah berada dikamar mereka sedang bersenda gurau terpancar kebahagiaan di wajah keduanya.


"sayang...katanya kemarin karin datang lagi kesini?" tanya fariq.


"bibi yang beritahu kamu?" maira balik tanya.


"gak penting aku tahu dari mana yang jelas mereka tidak punya niat jahat untuk memberi tahuku" ujar fariq.


"kalo sudah tahu kenapa bertanya?"


"karena istriku tidak bilang padaku"


"mai...kalo ada kejadian kemarin kamu harus kasih tahu aku,bagaimana pun aku suamimu" pinta fariq.


"iya nanti kalo ada apa-apa aku akan bilang" ujar maira.


"tapi kamu baik-baik saja kan?"tanya fariq.


"maira anggap ini ujian pernikahan kita,gunjingan,cercaan,hinaan maira akan tetap bertahan karena maira menikah dengan kakak dengan niat ibadah dan maira yakin suami maira juga akan melakukan hal yang sama" jelas maira.


fariq mendengarnya sangat terharu,"makasih sayang...kamu sudah mau berkorban untuk rumah tangga kita,aku berjanji akan selalu membahagiakanmu"


mereka saling menatap dan fariq mencium bibir maira dan pertempuran pun terjadi,******* demi ******* keluar dari mulut


keduanya.


bersambung....