Humaira

Humaira
Bab 41 menjenguk



pagi-pagi maira dan fariq sudah berada di rumah sakit mereka sedang berbincang bersama sandi di sebuah kantin rumah sakit,kebetulan saat menjenguk riana,sepasang suami istri itu bertemu dengan sandi.


"bagaimana dengan permintaanku waktu itu?" tanya sandi pada fariq.


"ya aku masih mengingatnya,nanti aku bicarakan dengan maira",ucap fariq sambil melirik istrinya.


"baiklah...saya tunggu kabar beritanya nona" ucap sandi pada maira.


maira mengangguk,dia tidak mengerti apa yang di bicarakan kedua lelaki ini.


"jangan panggil istri ku dengan panggilan nona,itu sepertinya tidak enak untuk di dengar" pinta fariq.


"lalu aku harus memanggil apa?" tanya sandi.


"maira...namanya maira..." ucap fariq.


"baiklah maira..." ucap sandi tersenyum,dia merasa kalo maira tak asing baginya.


mereka bertiga keluar dari kantin dan menuju ruangan riana,mereka sudah di dalam fariq dan maira berdiri di samping riana mereka memperkenalkan diri.


"hai mbak...saya humaira ini suami saya dokter fariq" ucap maira.


"iya saya fariq yang kemarin datang kesini"


riana memberikan senyuman kepada maira dan fariq.


"mbak cepat sehat ya...nanti kita bisa pergi jalan-jalan bersama" ujar maira.


sandi terdiam seperti ada yang mengganggu fikirannya, " humaira...ya humaira kenapa aku teringat dengan si mungil itu...apa jangan-jangan humaira ini adalah....ah...sudah ku buang jauh-jauh dia kan anak panti mungkin saja nama yang sama" ucap sandi dalam hati.


"sandi..." panggil fariq membuyarkan fikiran sandi.


"iya ada apa?"tanya sandi


"kamu kenapa? istriku dari tadi bertanya!" ucap fariq.


"maaf...ada apa?" tanya sandi.


"bolehkan aku setiap hari datang kesini untuk menjaga mba riana?"tanya maira.


"boleh...dengan senang hati..tapi bagaimana dengan suamimu?" tanya sandi sambil melirik fariq.


"kak...fariq ngijinin kok...soalnya dirumah terus bosan,lagian kak fariq juga kan ada di sini" jelas maira.


"ya...tentu boleh,jadi aku bisa tenang jika aku meninggalkannya kalo sedang bekerja".


setelah lama mengobrol,maira dan fariq pamit pulang,ketika sudah diluar ruangan fariq menggenggam tangan maira dengan mesra sampai mereka menjadi bahan perbincangan.


"cantik ya istri dokter fariq...mereka pasangan yang serasi,istrinya cantik suaminya ganteng" bisik salah seorang perawat.


setelah di dalam mobil,fariq melajukan mobilnya,di perjalanan maira tidak henti-hentinya menghafal al-quran dia tidak lupa dengan amanat kakaknya fahmi,fariq pun tersenyum mendengar lantunan ayat suci al quran.


fariq sudah sampai di sebuah pemakaman,dimana kakek dan kedua orang tuanya di semayamkan.


"sayang...ayo kita turun" ajak fariq.


"ayo..."


maira dan fariq turun dari mobil dan mereka berjalan menuju pemakaman keluarga fariq.


"kakek...ayah..ibu...fariq datang kesini membawa seorang perempuan yang fariq cintai setelah kalian,terima kasih kek...sudah pertemukan aku dan maira" ucap fariq.


"sayang...maaf ya jalan-jalannya hanya kesini soalnya ini pertama kalinya aku membawa perempuan kesini,hanya istriku saja yang akan ku bawa kesini" ujar fariq


"tapi aku kan pernah kesini!" ucap maira.


"mungkin itu jodoh kamu datang kesini tanpa aku minta tanpa aku ajak,tuhan sudah mengirim kamu terlebih dahulu" ucap fariq.


"ayo kita pulang" ajak fariq.


maira mengangguk,mereka pun pergi sambil bergandengan tangan.


tak terasa malam pun tiba,derasnya hujan tidak kalah dengan derasnya keringat kedua suami istri yang telah memberikan hak mereka masing-masing.


"terima kasih sayang..." ucap fariq mengecup kening maira.


"sama-sama".


"sayang...sebenarnya aku tidak mengerti dengan pembicaraanmu tadi dengan kak sandi?" tanya maira.


"gini sayang,sandi pernah bilang kalo dia butuh bantuan kita,dia mau tes DNA dia mau kepastian tentang anaknya"


"hubungannya dengan aku?"


"sebenarnya cahaya adalah anak sandi dan lea..." jawaban membuat maira terkejut.


maira menutup mulutnya,"jadi kak sandi mengkhianati mba riana?"


fariq mengangguk,"iya tapi dia sekarang menyesalinya".


"kok bisa gitu sih...padahal kak sandi kelihatannya sangat mencintai mba riana".


"awalnya sih tentang anak,jadi selama pernikahan mereka belum dikaruniai anak,dan pada waktu itu kebetulan lea datang mungkin yang berada di fikiran sandi ya begitu..."


"kok...tega ya...padahal kalo soal anak kan tuhan yang ngasih" ujar maira.


"itu dia kalo sudah terhasut omongan setan ya seperti itu".


"mudah-mudahan rumah tangga kita selalu dilindungi Allah swt"


"aamiin..." ucap mereka berdua.


"terus alasan tidak menikahi mba lea karena itu..."


"iya..."


"tapi kok...bisa akrab sama kak sandi?"


"karena dia sudah menjelaskan yang sebenarnya,lagian buat apa harus memperpanjang masalah dengan dendam" ujar fariq.


"ternyata suamiku ini tidak hanya ganteng tapi punya hati yang lapang ya...aku semakin sayang..." goda maira.


"ternyata kamu pintar menggoda ya sekarang..."


fariq mencubit manja kepada maira.


"ih...sakit..." rengek maira.


"ini hukuman yang sudah menggoda suaminya" fariq mencium seluruh wajah istrinya tidak henti-hentinya.


bersambung....