Humaira

Humaira
Bab 42 kedatangan lea



pagi-pagi buta lea sudah bersiap untuk pergi,sekarang dia sudah mulai bekerja di sebuah perusahaan,dia hendak mengunci pintu tiba-tiba seorang perempuan menyapanya.


"hai...nenek lampir"


lea menoleh ke arah perempuan yang sedang berdiri tepat di sampingnya.


"karin..."


"kenapa kaget?" tanya karin.


lea menggeleng " engga...ada apa kesini,dari mana kamu tahu rumah aku?" tanya lea.


"satu-satu dong bertanya nya,aku kesini ada yang harus aku bicarakan,dan dari mana aku tahu rumah kamu itu gak penting" jawab karin.


"maaf aku gak punya waktu..." ucap lea.


"tunggu...aku cuman sebentar..." cegah karin.


"sebenarnya mau kamu apa sih...?"tanya lea.


"aku mau kita bekerja sama memisahkan fariq dan istrinya" ujar karin.


"kamu gila...aku sudah tidak tertarik dengan hal itu...aku ingin hidup tenang dan ingat satu hal jangan mengotori fikiranmu dengan melakukan hal-hal yang bodoh" pesan lea.


"ternyata kau menyerah begitu saja..." ledek karin.


"menyerah lebih baik dari pada hidup penuh dengan ambisi,sudah ya aku sibuk..."ucap lea sambil pergi meninggalkan karin.


"hei...sombong sekali ingat kau akan menyesal jika fariq berada di pelukanku..."teriak karin kesal karena lea enggan di ajak kerja sama.


maira sudah berada dirumah sakit,dia mencoba berinteraksi dengan riana,alhasil riana sudah ada peningkatan dia mulai merespon dengan orang yang mengajaknya bicara,dokter menyarankan bahwa dukungan orang terdekat lah yang akan membantu penyembuhannya.


"mba...apa ada yang sakit? biar saya usap!" tanya maira.


riana menggeleng,dia suka dengan maira terlihat dari riana menatap perempuan yang sedang menemaninya,maira juga merasakan hal yang sama.


di kantor ,lea memikirkan perkataan karin,hati nya tak tenang ingin sekali dia menemui fariq untuk memberitahu niat jahat karin,lea tidak menunggu lama dia langsung ijin pada atasannya kalo dia akan pergi ke rumah sakit dengan alasan tidak enak badan.


selang beberapa jam,lea sudah berada dikantin rumah sakit dia sedang menunggu jam istrahat fariq,dia duduk di temani jus jeruk hangat sambil mengutak ngatik ponselnya.


saat nama fariq berada di daftar kontaknya dia memijit no fariq.


"hallo..."


"......"


"aku lea...ada sesuatu yang harus ku bicarakan"


"...."


"sebentar saja ini menyangkut keselamatan rumah tanggamu"


"...."


"baik lah aku kesana"


lea menutup teleponnya dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki pergi menuju ruangan fariq.


terdengar seseorang membuka pintu,ya...ternya ta lea yang masuk.


"apa kabar fariq...?"


"alhamdulillah baik..."


"silahkan duduk...ada hal apa yang akan kamu bicarakan?"tanya fariq.


" kamu mungkin sudah tahu karin sudah datang " ucap lea.


"ya...aku sudah tahu"


"apa dia melakukan hal yang diluar dugaan?" tanya lea.


"kamu tahu?" fariq balik bertanya.


"itu hanya dugaanku saja...dia tadi datang kerumahku dia menawarkan kerja samanya untuk menghancurkan kehidupan mu,tapi...aku menolaknya karena aku tidak ingin membuat kesalahan yang sama...oh iya soal aku memberitahu hubungan kita pada maira aku minta maaf aku hanya sekedar ingin tahu sampai mana maira percaya akan calon suaminya".


fariq tersenyum "aku sudah memaafkan mu aku bangga kamu sudah berubah dan soal karin aku berterima kasih kamu sudah memberi tahu ku,anggap saja itu permintaan maaf darimu" ucap fariq.


"maaf aku sudah mengganggumu tadinya aku mau berbicara lewat telepon tapi aku fikir lebih baik ku beritahu secara langsung"


"ya...sekali lagi terima kasih tapi aku mohon kamu segera pergi aku tidak mau maira melihat kamu berada disini,aku takut ada salah paham" ucap lea.


"baiklah aku pergi..."


"tunggu..." ucap fariq.


"bagaimana hubunganmu dengan sandi?" tanya fariq.


lea menundukkan kepalanya seraya berkata," dia memutuskan untuk pergi dari kehidupan ku,ya...aku akui akulah yang salah" ucap lea.


"baik lah kalo begitu aku pergi..."


maira sedang duduk di tempat tunggu pasien suaminya,dia berniat menunggu fariq untuk makan siang bersama kebetulan riana dikamarnya sedang beristirahat.


tiba-tiba saja maira memincingkan matanya dia melihat lea keluar dari ruang kerja suaminya.


"mba lea...,kenapa dia keluar dari ruanagan suamiku" ucap maira dalam hati.


saat lea sudah benar-benar pergi,fariq pun ikut keluar dari ruangan itu dan terkejutnya fariq saat istrinya berdiri dan berjalan menghampirinya.


"ada apa mantan tunangan kamu datang kesini? berduaan lagi di dalam?" tanya maira.


"itu...dia..." fariq gugup secara dia terkejut tiba-tiba maira sudah berada disini.


"kalo gak bisa jawab gak apa-apa,aku pamit pulang..." maira pergi meninggalkan fariq dengan mata berkaca-kaca dia berlari kecil, sesampainya diluar dia menghentikan mobil taxi dan masuk kedalamnya.


fariq berusaha mengejarnya tapi maira sudah pergi,lea menyaksikan semuanya di seberang jalan tanpa fariq sadari.


"kamu begitu mencintainya fariq...."ucap lea.


bersambung...