
lea berjalan dengan hati masih bertanya-tanya dengan sikap sandi pada istrinya,sepertinya sandi masih seperti dulu dia tidak akan menggantikan posisi riana,lea hanya sebagai wanita simpanan saja.
"aku harus bagaimana? fariq sudah melupakanku,begitu juga sandi dia masih sama seperti yang dulu,sedangkan aku...nasibku seperti ini...tapi bagaimanapun juga harus ada yang menjadi milikku salah satu dari mereka,aku akan berusaha walau apapun caranya",ucap lea licik.
"niatkan hatimu dengan niat baik nona lea,agar hidupmu tenang",suara seorang pria yang mengagetkan Lea.
"gilang...",gumam lea.
"hai...lea..."sapa gilang.
"ha....hai...",lea gugup.
"kenapa dengan dirimu?,seperti melihat hantu saja",kekeh gilang.
"kau...kau sedang apa disini?"tanya lea.
"aku...? ha...ha...",gilang tertawa.
"sahabatku kan bekerja disini jadi aku mau menemuinya",lanjut gilang.
"kamu sendiri lagi ngapain pagi-pagi sudah disini?",gilang balik tanya.
"aku...aku sedang mengunjungi temanku yang sakit",jawab lea.
"sepagi ini?",tanya gilang lagi.
"sudah lah aku gak punya waktu meladeni mu",ucap lea melangkah pergi.
"jangan harap fariq akan kembali lagi padamu?",ucap gilang dan langkah lea pun terhenti.
lea membalikan tubuhnya,"itu bukan urusanmu jadi jangan ikut campur",ucap lea kesal.
"jangan banyak berharap nona,nanti kau akan jatuh lebih dalam lagi",gilang memberi peringatan.
lea pergi tanpa menghiraukan ucapan gilang.
sandi sudah memakaikan pakaian pada riana,dikecupnya kening dan kedua pipi istrinya.
cup
cup
cup
"sayang...aku keluar dulu sebentar mencari makanan,aku berharap ketika aku datang lagi kesini kamu sudah benar-benar sadar",ucap sandi penuh harap,sandi pun membuka pintu dan terkejutnya dia melihat fariq yang sudah berada di depan pintu.
"kau mengagetkanku tuan",ucap sandi.
"maaf,bukan maksud untuk membuatmu kaget,aku cuman ingin memastikan kalau kau baik-baik saja,soalnya semalam aku melihatmu masuk ke ruangan ini",ujar fariq.
sandi tersenyum,"aku baik-baik saja,terimakasih sudah mengkhawatirkan ku",ucap sandi.
"kalo begitu saya pergi dulu mau menemui maira ,dia sudah di perbolehkan pulang",ucap fariq.
"oh...syukurlah kalo begitu,tapi boleh saya ikut lagi dengan anda?".
"oh...tentu boleh,mari...",fariq dan sandi pun berjalan menuju ruangan maira.
sesampainya di ruangan maira terlihat gilang dan fahmi sedang mengobrol,fariq dan sandi pun menghampiri mereka.
"bagaimana sudah siap untuk pulang?",tanya fariq.
"semuanya sudah disiapkan",jawab fahmi.
"ya sudah kalo begitu ayo maira",ajak fariq.
semua melihat ke arah fahmi ,"soal penganiayaan maira bagaimana fariq?",ujar fahmi.
fariq melihat ke arah maira,"ya...kita akan menempuh jalur hukum",jelas fariq.
degg...
jantung sandi berdetak kencang mendengar ucapan fariq,apa yang dia takutkan sudah terbukti kalo lea akan menerima ganjaran apa sudah dia perbuat,sandi pun tidak bisa berbuat apa-apa.
"kak...",terdengar suara maira.
semua menoleh ke arah maira,"maira gak mau memperpanjang masalah,toh maira kan sudah sembuh".
"tapi maira...kakak gak terima,bukan kamu saja yang di hina dan di injak-injak tapi agama kita juga terhina,karena dia sudah melepaskan hijab yang menutupi auratmu",ucap fahmi kesal karena dalam agama islam perempuan wajib menutup auratnya.
"iya maira...kamu jangan takut selain fahmi dan fariq,aku juga akan membantu mu",sambung gilang.
"makasih...kalian sudah mau membantu dan melindungi ku tapi...aku mohon sudahi semua ini biar Tuhan lah yang membalasnya ",pinta maira.
"kak...",panggil maira pada fahmi.
"abah pernah bilang sama kita,untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain,karena manusia tidak ada yang sempurna,maira hanya bisa berdoa mudah-mudahan allah membukakan pintu hidayat kepadanya,"lanjut maira.
semua yang ada didalam ruangan terdiam mendengar perkataan maira,termasuk sandi dia benar-benar terharu dengan sikap maira dia yakin pengaruh didikan lah yang kuat.
"baik kalo itu mau kamu,kakak janji enggak akan mempermasalahkannya lagi",jawab fahmi.
maira tersenyum,"makasih kak..."
"kalo begitu,kamu pulang istirahat jangan terlalu cape,dan maaf kakak gak bisa antar kamu pulang sebentar lagi kakak masuk kerja",ucap fariq.
"gak apa-apa,justru maira berterima kasih kakak udah menjaga maira",ucap maira.
"itu sudah kewajiban kakak",ujar fariq sambil tersenyum.
"oh iya,ada yang lupa tuan ini siapa ya?",tanya gilang pada sandi.
fariq menepak jidatnya,"aku lupa...ini tuan sandi temanku...",fariq memperkenalkan sandi.
"oh...maaf sahabat saya memang seperti itu,muka muda tapi ingatan tua",kekeh gilang dan semua yang didalam tertawa.
"nona maira,semoga lekas sembuh",ucap sandi.
maira mengusap wajahnya seraya mengucapkan "aamiin... terima kasih untuk doanya".
maira pun pergi bersama fahmi dan diantar fariq,gilang dan sandi sampai halaman rumah sakit.
"riq...aku pergi dulu",ujar gilang pada sahabatnya dan menganggukkan kepala pada sandi.
tinggal sandi dan fariq mereka masih melihat kepergian gilang,tiba-tiba fariq membuka pembicaraan.
"bagaimana dengan keadaan teman anda?",tanya fariq pada sandi.
"dia sudah mulai merespon",jawab sandi.
"apa boleh saya menengoknya?",fariq bertanya.
sandi tidak bergeming,"tapi kalo anda keberatan tidak apa-apa",ucap fariq.
"tidak...tidak keberatan mari saya antar...",ajak sandi.
mereka pun melangkah menuju ruangan dimana riana dirawat.
bersambung....