Humaira

Humaira
Bab 21 kekerasan



di ruang tamu,fariq,maira dan fahmi sedang membicarakan pernikahan yang akan di lansungkan bulan depan.


"lebih baik pernikahannya sederhana saja",ucap maira.


"kakak ikut kamu saja,tapi kalo kamu mau kita bisa mengadakannya di hotel berbintang",ujar fariq.


"gak usah kak,kita adakan di sini saja,kakak gak keberatan kan?",tanya maira.


"kenapa kakak harus keberatan,kalo itu mau kamu kakak ikut saja",ujar fariq.


"mudah-mudahan lancar sampai hari H",ucap fahmi.


"oh ya bagaimana kalau kita besok ke tukang rias untuk memesannya buat nanti?",ajak fariq pada maira.


maira mengangguk,"iya kak".


"kalo begitu kakak pulang",fariq berdiri.


"Fahmi aku pulang".


"hati-hati di jalan".


"iya...assalamualaikum",ucap fariq.


"waalaikumsalam",jawab fahmi dan maira.


di rumah kecil terlihat lea sedang duduk di kursi dia sedang menatap sebuah poto seakan dia merencanakan sesuatu.


"fariq,kalo aku tidak bisa memilikimu,orang lain pun tidak boleh memilikimu maaf kalo aku nekat,karena aku gak mau menderita sendiri",lea menyeringai.


hari ini adalah hari minggu,maira dan fariq baru saja keluar dari tempat tukang rias,ada sepasang mata yang mengawasi dari kejauhan,di perjalanan tiba-tiba mobil yang di tumpangi fariq dan maira berhenti,terlihat fariq keluar dari mobil fariq pun menyebrangi jalan dan masuk ke supermarket.


seseorang yang mengintai gerak gerik fariq dia turun dari mobilnya memakai masker dan topi lalu menghampiri mobil fariq dan mengetuk kaca pintu mobil.


terlihat maira membuka kaca,dan tiba-tiba saja orang itu langsung membuka pintu mobil diseretnya maira keluar,diacak-acaknya kerudung maira sampai terlepas,orang itu memukul maira dan menendangnya,maira tidak bisa melawan karena orang itu terlalu kuat.


"rasakan yang sesungguhnya",orang itu memukul kepala maira sampai terbentur ke sebuah trotoar dan mengeluarkan darah segar,


orang itu pun panik melihat keadaan maira dan langsung pergi meninggalkan maira.


saat fariq keluar dari supermarket,dia melihat maira di seberang jalan yang sudah tergeletak,dia langsung menghampiri maira betapa terkejutnya fariq melihat keadaan maira sudah tidak berkerudung dan darah mengalir di kepalanya,fariq pun meminta pertolongan dan membawa maira ke rumah sakit.


di rumah sakit,fariq mondar mandir di depan ruangan icu,terlihat gilang dan fahmi sedang duduk.


"aahkk...sial siapa yang melakukan ini pada maira",fariq memukul dinding.


"riq...tenang dulu kita tunggu maira sadar",ucap gilang.


"setahu ku maira tidak pernah berhubungan dengan orang luar tapi kenapa tiba-tiba ada yang menyerang maira",ucap fahmi.


"aku tahu siapa orangnya?",ucap fariq.


"jangan gegabah menuduh orang kita gak ada bukti",ucap gilang.


"ada cctv,kita akan cari tahu lewat cctv yang berada di dekat supermarket",ucap fahmi mengepalkan tangannya.


"keluarga nona maira...",panggil salah satu perawat.


mereka bertiga pun berdiri,fahmi dan fariq langsung menghampiri.


"bagaimana keadaan maira kami sus?",tanya fahmi.


"nona masih belum sadar,tapi luka di kepalanya tidak parah,hanya saja banyak luka lebam di tubuhnya akibat pukulan",jelas perawat.


"brengsekkk...",gumam fariq.


"maaf sebaiknya pasien beristirahat dulu".


fariq duduk dan memegang kepalanya,"tenang riq...aku yakin maira baik-baik saja",gilang menepuk pundak fariq.


"akan ku buat perhitungan dengannya",gumam fariq.


di apartemen sandi menerima informasi kalo lea menghilang.


"dasar bodoh kenapa kamu bisa kehilangan jejaknya",teriak sandi.


"cari dia sampai ketemu",suruh sandi pada pengawalnya.


"kau sudah membuatku gila lea...",gumam sandi.


di rumah sakit fariq sedang memandang wajah maira,"kenapa ini harus terjadi padamu mai..."


"aku sudah sangat bersalah tidak bisa menjaganya kakek",lirih fariq.


"kak...."sahut maira yang tersadar dari pingsannya.


sontak fariq terkejut,"maira...alhamdulillah kamu sudah sadar".


"maira dimana kak.."


"kamu di rumah sakit...sesuatu terjadi sama kamu".


maira diam dan mengingat apa yang dialaminya.


"maira...apa kamu ingat tentang kejadian tadi?",tanya fariq.


"maira ingat...tapi maira tidak tahu siapa orang itu",jawab maira.


"dia laki-laki atau perempuan?",tanya fariq lagi.


"dia perempuan kak...tapi suara itu tidak asing bagi maira".


"perempuan apa dugaan ku salah,kalo lea yang melakukannya tidak mungkin,sebelumnya lea kan tidak pernah bertemu dengan maira",ucap fariq dalam hati.


sandi menghentikan mobilnya langsung masuk kesebuah gudang yang sudah lama tidak terpakai,disana sudah banyak orang-orang kepercayaan sandi.


"sebenarnya ada ini?",tanya sandi kepada salah satu pengawalnya.


"tuan...nona lea sudah membuat seorang wanita luka parah".


"kenapa bisa?".


"saya tidak tahu tujuannya apa".


"lalu kalian kenal dengan wanita yang terluka itu?".


"kalo wanitanya kami tidak tahu tapi kalo pria bersama wanita itu dia adalah pria yang selalu ditemui nona di rumah sakit".


deg...


"fariq...jangan-jangan calon istri fariq..." gumam sandi.


"kalian tahu dimana nona lea sekarang?".


"kami masih mencarinya tuan..."


"cari sampai ketemu lalu bawa dia ke apartemen",sandi langsung pergi.


bersambung....