
tepat saat dia sedang melamun datang suara nyonya anny dari belakang menanyakan tentang bagaimana kondisi mesin air, apakah masih bisa di perbaiki atau tidak.
Tommy mau tidak mau hrus menjelaskan kondisi yang sebenarnya kepada nyonya Anny dengan rasa sedikit bersalah karena tidak mampu memperbaiki mesin itu.
"maaf kan aku nyonya, sepertinya mesin air itu sudah tidak bisa di perbaiki lagi, jadi untuk malam ini aku akan menimba air dalam sumur untuk keperluan kita." (saran tommy)
"tapi nanti kami kecapekan " (nyonya anny)
"kalau hanya untuk menimba air itu hanya masalah kecil untuk ku nyonya"
"baiklah jika kamu berkata seperti itu, aku akan memasak masakan sederhana untuk mengganjal perut kita terlebih dahulu. setelah itu kita makan"
"baik lah nyonya, sambil menunggu anda menyiapkan makanan maka aku akan menimba air untuk keperluan anda memasak dan untuk keperluan lainya" (ucap Tommy)
"baiklah, terimakasih Tommy" (nyonya Anny)
setelah itu Tommy kembali berjalan ke arah sumur untuk mulai menimba air dalam sumur
setelah beberapa saat, tommy yang masih sibuk menimba air sumur hingga beberapa ember besar hampir penuh, untuk keperluan mereka yang akan banyak memerlukan air bersih. tiba tiba seseorang datang dan memanggil namanya dari belakangnya.
*****@
"Tommy? ayo kita makan malam, jangan hanya sibuk bekerja, ini sudah waktunya untuk istirahat" (panggil nyonya Anny)
"baik nyonya " (jawab Tommy)
Tommy meletakkan ember di tangan nya dan berjalan masuk kedalam rumah yang terlihat masih sedikit berantakan karena mereka baru saja pindah ke rumah itu.
terlihat nyonya Anny sedang sibuk menata makan malam mereka dengan beberapa potong roti sandwich yang telah tersaji di atas meja makan sederhana dengan 4 buah kursi kayu.
Tommy yang memang sudah lapar langsung duduk di salah satu kursi di samping nyonya Anny.
dan mereka mulai menikmati makan malamnya dengan tenang.
*
sementara ruby dan aleska sedang memasuki restoran mewah salah satu hotel bintang lima di kota Berlin.
mereka berdua berjalan beriringan menuju meja yang telah di pesan oleh aleska terlebih dahulu.
mereka berdua di sambut oleh duo orang pelayan restoran itu dan langsung mengiringi mereka berdua untuk duduk di meja mereka.
dua orang pelayan itu dengan ramah menuangkan minuman terlebih dahulu ke gelas aleska dan ruby sembari menunggu pesanan mereka berdua datang.@
kemuadian kedua pelayan itu segera pergi meninggalkan ruby dan aleska di meja mereka.
"apakah kamu menyukai tempatnya?" (tanya aleska)
"ya aku menyukai nya, pemandangan di sini juga sangat menakjubkan"
(ungkap ruby kepada aleska, karena memang aleska sengaja memesan meja khusus untuk mereka berdua yang berada tepat di depan jendela yang memperlihatkan pemandangan kota Berlin dengan jelas.)
aleska hanya tersenyum kecil melihat ke arah ruby yang terlihat puas saat melihat pemandangan indah di bawah mereka.
"kakak?" (panggil ruby)
"hmmm??" (aleska mengangkat wajahnya melihat ke arah ruby")
"hmm tentu saja" (jawab aleska santai)
"kakak, ingat itu kamu telah berjanji pada ku !" (peringatan ruby kepada aleska agar dia tidak lagi melupakan janjinya)
"ya aku janji" (jawab aleska tetap dengan nada santai)
tiba tiba pelayan datang membawakan pesanan mereka.
mereka berdua pun memakan makanan mereka dengan tenang.
@
sementara di bandara internasional Berlin terlihat seorang gadis cantik yang berjalan berlenggak lenggok dengan rambut yang begitu lurus sepanjang bahu, di tambah dengan topi baret yang bertengger indah di kepalanya, dia mengenakan jeket bermerek bewarna putih sedikit berbulu di bagian kerahnya dan menggunakan celana jeans hitam, penampilannya terlihat sangat modis di tambah dengan menggunakan kaca mata hitam yang cukup besar hingga hampir menutup setengah wajahnya.
"selamat datang nona, apakah perjalanan anda menyenangkan?" (tanya Orlando yang datang secara khusus untuk menjemput putri dari majikanya nyonya amanda)
"tentu saja perjalanan ini menyenangkan, karena ku tidak sabar untuk memberikan pelajaran kepada tikus kecil itu" (jawab Sofia dengan sedikit geram sambil terus berjalan untuk keluar dari bandara menuju tempat dimana Orlando memarkirkan mobil mewahnya untuk menjemput Sofia)
"sebelah sini nona" (jelas Orlando mengarahkan Sofia untuk menuju ke arah yang benar menuju mobil mereka)
"dulu aku sangat tidak bisa terima saat mama tiba tiba saja mendesak ku untuk segera kembali ke sekolah lama ku, saat aku sama sekali masih belum puas bersenang senang dengan tikus kotor itu." (ucap Sofia kepada Orlando saat mereka baru sampai di depan mobil mereka?)
"silahkan masuk terlebih dahulu nona" (ucap Orlando kepada Sofia sambil membuka kan pintu mobil untuknya)@
"Orlando apakah sekarang mama menyuruhku pulang secara mendadak seperti ini karena terjadi sesuatu?" (tanya Sofia kepada Orlando sambil memasuki mobil dan duduk dengan tenang di dalam mobil tersebut.)
"nona, lebih baik masalah ini kita bicarakan langsung dengan nyonya amanda saat kita sampai di rumah, juga agar lebih jelas" (jawab Orlando dengan tenang sambil melihat ke arah kursi belakang dimana Sofia duduk dengan nyaman di sana )
"baik lah, saya dengar kakak laki laki perempuan ****** itu merupakan ceo dari salah satu perusaahan besar, pasti dia melakukan cara yang kotor untuk mendapatkan perusahaan itu.
sekarang mungkin si kutu buku ruby itu sudah bisa bersikap sombong, aku jadi tidak sabar untuk melihatnya dan mempermalukannya lagi di hadapan umum.
jika adik perempuan dari pengusaha muda itu sebenarnya adalah pelacur, sepertinya judul ini akan sangat menarik pada semua berita di stasiun televisi dan semua surat kabar, cukup untuk menjadi penghibur ku saat pertama kali datang lagi ke negara ini. (ucap Sofia dengan tidak sabar dan mata yang berbinar binar)
sementara Orlando hanya diam seribu bahasa mendengarkan semua ambisi dari putri majikanya nyonya amanda.
beberapa saat kemudian mobil hitam mewah yang di kendarai oleh Orlando mendarat di halaman depan mension utama membawa seorang gadis cantik di dalamnya.
"hai sayang," (teriak nyonya amanda dengan girang saat melihat putrinya baru saja keluar dari dalam mobil itu)
@
"mama sangat merindukan mu( ucap nyonya amanda sambil memeluk putri kesayangannya)
"mama, Sofia juga sangat merindukan mama" (ucap Sofia sambil membalas pelukan hangat dari ibunya)
"sayang ayo kita masuk dulu, mama juga sudah menyiapkan makanan kesukaan mu, jadi kami bisa langsung makan atau ingin istirahat dulu?"
"iya ma, itu semua bisa nanti aja, sekarang banyak yang ingin aku tanyakan sama mama" (desak Sofia)
"Ayo kita masuk dulu" ( ucap nyonya amanda memegang tangan putrinya dan menggandengnya masuk ke dalam rumah)
"Mama, apakah sekarang aku sudah boleh secara leluasa memberikan pelajaran kepada gadis itu?" (Tanya Sofia kepada ibunya)