Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
105 tes DNA untuk kedua kalinya



sampai ya mereka rumah kecil yang mereka sewa di ujung desa itu, Mike turun dari motornya dengan wajah yang lega.


"aghhhh akhirnya kita sampai" ucap ya sambil meregangkan tangannya.


"apa yang membuat mu begitu bahagia?" tanya Aleska sambil lalu.


"tidak ada," sambil masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Aleska yang berjalan di belakangnya.


"jadi taun, kenapa anda kembali lagi ke rumah sakit itu? apakah kemarin anda tidak mendapatkan hasil tes DNA nya?" tanya Mike penasaran.


"tentu saja aku mendapatkannya" jawab Aleska enteng tampa beban.


"jadi tunggu apa lagi, ayo siap siap dan kita pulang secepatnya" ucap Mike enteng.


"aku masih belum selesai di tempat ini" ucap Aleska sambil pergi menjauh dari Mike.


"tuan, apa maksud anda, bukankah tes nya sudah keluar, dan di lihat dari sikap anda seperti nya gadis itu bukan adik anda yang tertukar dengan nona Ruby, jadi tunggu apa lagi?" tanya Mike sambil berusaha mengejar dan mengikuti langkah Aleska yang menjauh darinya.


Mike bukan orang bodoh, dia bisa menilai hasil tes itu tampa bertanya kepada Aleska saat pertama kali mereka menelpon pagi itu, karena jika hasil tes itu positif maka hal pertama yang akan di katakan oleh Aleska adalah menemui adiknya itu.


"aku akan melakukan tes DNA sekali lagi" jawab Aleska singkat.


"benar, jika anda belum puas, anda bisa melakukan tes DNA itu berapa kalipun yang anda inginkan, tapi itu bisa kita lakukan di kota saja" ucap Mike.


"ingat, kita masih belum bisa keluar dari kota kecil ini." masih dengan santai melanjutkan langkahnya.


Mike yang awalnya terus berjalan mengikuti Aleska, tapi saat mendengar Jawaban dari tuan nya itu, langkah ya yang awalnya semangat kini terhenti lemas di belakang Aleska yang telah menghilang di balik pintu kamarnya.


ceklek....


suara saat Aleska kembali membuka pintu kamarnya.


lalu aleska berjalan mendekat ke arah Mike yang berdiri mematung di depan pintu kamarnya.


"gunakan ini terlebih dahulu," ucapnya sambil mengulurkan sebuah handphone baru kepada Mike.


"ini untuk saya?" tanyanya tidak percaya, walaupun dia tahu selama ini Aleska sama sekali tidak pernah bersikap egois dan memperlakukan mereka seperti sahabat, tapi perlakuan Aleska kali ini cukup membuatnya sedikit tersentuh.


"tentu saja, apa kamu tidak mau?"


"tentu saja aku mau," jawabnya dengan semangat sambil mengambil handphone itu dari tangan Aleska.


"terimakasih tuan," ucapnya.


"tidak perlu berterimakasih kami, sekarang istirahat lah terlebih dahulu, lalu pindahkan semua data mu kedalam handphone itu," sambung Aleska.


"baik tuan," katanya puas.


"ah satu lagi, kamu hubungi Hugo, katakan jika kita akan pulang terlambat, tapi tidak perlu khawatir."


"baik tuan, tapi itu" kata Mike sedikit ragu.


"ada apa?"


"apakah anda akan melakukan tes DNA itu lagi?" tanya Mike memastikan, karena dia cukup bingung dengan tindakan Aleska.


"ya, seperti yang saya katakan" jawabnya simple.


"itu tuan, mungkin kah itu bukan lagi tes DNA antara anda dan nona freya?" tanya Mike sedikit ragu.


"hmmmmm benar" jawab Aleska sambil mengangguk-angguk kecil.


"hmmm jadi seperti itu" ucap mike mengerti.


karena dari awal dia sudah berfikir jika Aleska tidak sekonyol itu untuk mengulang kembali melakukan tes itu karena hasilnya masih akan sama bagaimana dia mengulangi nya.


kecuali jika hasil tes itu di tukar, tapi itu masih tidak mungkin karena kali ini mereka melakukanya sudah dengan sangat hati-hati.


"ah sudah lah" ucap Mike sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.


di sana Mike sibuk berkutik dengan laptopnya yang berlogo apel di gigit musang😌.


"yah akhirnya selesai" ucap Mike sambil menekan tombol enter pada keyboard laptop nya.


"sekarang tinggal menghubungi Hugo" sambungnya puas menggunakan handphone barunya.


tuuut tuuut tuuut


suara memanggil pada handphone mike


"hallo ???....." terdengar suara dingin Hugo di ujung telfonnya.


"Hugo ini aku Mike,"


"ada apa dengan handphone mu?" tanyanya tampa basa basi.


"oh baiklah, kapan kalian kembali?" tanyanya lagi.


"hmm mungkin akan butuh waktu dua atau 3 hari lagi" jawabnya singkat.


"apakah terjadi sesuatu?" tanya Hugo penasaran


"hmm itu, sepertinya tuan ingin melakukan tes lainnya"


mendengar itu Hugo sedikit terdiam memikirkan apa yang ingin di lakukan oleh Aleska.


"sepertinya tuan mencurigai sesuatu" tambah Mike.


"aku pikir juga begitu, apakah apa perlu menyusul kalian ke sana?"


"aku rasa itu bukan ide yang bagus, tuan tidak akan setuju" ucap Mike.


"benar, dia tidak akan membiarkan nona Ruby sendiri" ucapnya Hugo, tampa sadar menimbulkan suatu pemikiran di otak mereka berdua.


"Hugo"


"Mike"


"ah sudahlah, kita percayakan saja semuanya pada tuan"


"baiklah, kalau begitu"


"ya, selamat malam"


"selamat malam"


tit...


selesai menelfon Mike keluar dari kamarnya karena mencium sesuatu yang beraroma wangi dari dapur, yang membuat perutnya terasa keroncongan seketika.


Mike melihat Aleska sibuk memasak di dapur.


aku lapar ucapnya sambil berjalan mendekat.


pemandangan Aleska yang tengah memasak seperti ini bukan lah sesuatu yang langka, karena dia sering memasak di markas mereka sejak Aleska sering menghabiskan waktu di sana dan saat makan siang dan makan dia akan lebih suka memasak.


dan semua pelayan yang di pekerjakan oleh Hugo sebelumnya telah mereka berhentikan, karena mengurangi resiko bocornya rahasia mereka, karena bagaimanapun mereka adalah penduduk asli Jerman, berbeda dengan pengawal Hugo mereka di bawa langsung olehnya dari Rumania.


*Di perusahaan kantor Carllyss Group (CG).


Di kantor Carl lantai paling tinggi.


dia terlihat terpaku menatap sebuah dokumen di tangannya.


"tuan, apakah anda baik-baik saja?" tanya Steve yang merasa khawatir melihat reaksi Carl tuannya itu.


"ah? " tersadar dari lamunannya.


"ya ya, aku baik baik saja" sambungnya berusaha untuk terlihat baik baik saja.


"baiklah jika begitu"


"Steve hubungi tommy suruh dia segera kembali," ucap Carl.


di lihat dari reaksi tuannya, sepertinya hasil tes DNA itu tidak seperti yang diharapkan.


"baik tuan, tapi sebelum itu tadi siang Tommy juga sudah menghubungi saya, katanya orang itu juga melakukan tes DNA sekali lagi"


"apa maksudnya itu?" tanya Carl dengan nada penasaran. sepertinya dia kembali bersemangat.


"benar tuan, aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya ingin mereka cari, tapi sepertinya dari pihak mereka juga tidak bermaksud jahat, hanya saja" kalimat Steve terhenti karena dia ragu dengan pendapatnya sendiri.


"hanya saja apa?"


"ya sepertinya mereka juga sedang mencari seseorang yang kebetulan berhubungan dengan dokter Felix, bisa jadi kasus ini bukan hanya terjadi pada kita tuan" ucap Steve menarik kesimpulan dari apa yang terjadi.


@cacacondadevita


hallo readers😌, selamat malam.


maaf ya jika author masih update satu episode perharinya, jika kalian ingin author update 2 episode atau lebih setiap harinya jangan lupa komen di bawah ya🤗.


dan juga selalu dukung author dengan like, vote dan kasi hadiah biar author makin semangat berkarya dan meningkatkan kan kualitas karya lebih baik lagi, jika kalian ada saran langsung komen di bawah👇ya atau bisa juga dengan Dm ig author @cacacondadevita jangan lupa follow, nanti pasti author follback.


terimakasih🥰


salam hangat dari author 🤗