Fall In Love With My Sister

Fall In Love With My Sister
008 membawa aleya pulang



aku melihat nya berlarian setiap hari seolah olah dia sedang mengejar sesuatu setiap harinya, awalnya aku hanya mengabaikannya, tapi hari itu saat dia berlari pulang sekolah aku melihat dia menjatuhkan sesuatu.


lalu aku memungutnya di depan sekolah, buku itu seperti buku catatan atau itu adalah buku diary nya dan buku itu terlihat penting, jadi aku berniat untuk mengembalikannya, tapi dia sudah hilang, sungguh larinya sangat cepat"


"jadi kenapa kamu bisa di hajar oleh kakaknya? apakah kamu dikira mencuri?


"kakak jangan berprasangka yang engak ngak"


"baik lah baiklah lanjutkan ceritamu"


"jadi kan aku berniat besok akan mengembalikannya di sekolah, teman ku Albert, melihat aku yang akan mengembalikan buku itu, dia sudah memperingatkan aku jangan berurusan dengan gadis itu, dia adalah ruby, setiap ada yang mengganggunya siap siap besok datang ke sekolah dengan babak belur.


tapi aku tidak mempercayai peringatannya, toh aku juga bukan ingin mengganggunya, walaupun rumor itu benar. aku tidak akan kena seperti yang lainya.


besok nya aku melihat dia di kantin dengan sahabatnya dan aku segera mendatanginya dengan niat ingin memulangkan bukunya, jadi aku menghampirinya dan membawa makan siang ku ke mejanya.


tampa di sangka dia langsung pergi, aku berniat menahannya tampa sengaja menarik tangannya agar dia jangan pergi dulu tapi dia malah marah, dan melepaskan tanganku.


mungkin aku sedikit kuat memegang tangannya waktu itu, hingga menyebabkan dia kesakitan dan langsung pergi, aku yang kesal langsung membanting makan siang ku.


dan saat aku pulang sekolah ada seseorang yang menarik tangan ku menuju ke belakang sekolah dan langsung menghajar ku membabi buta dan memperingatkan "jangan pernah mengganggu adikku"


"hahahahha jadi dia menganggap mu mengganggu adik nya? , aku jadi penasaran seperti apa anak ini, mengapa dia begitu melindungi adiknya. apakah kamu tau dia berasal dari keluarga mana?" tanya Carllo sedikit penasaran.


"tau, karena aku di pukuli jadi aku mencari tau, ternyata dia dari keluarga davidson" terang Rice.


"pantas dia begitu berani" sambil mengangguk-angguk kecil.


"tapi kak, dia hanya anak dari istri kedua" jelas Rice.


"itu bahkan lebih masuk akal"


" apa maksud kakak?" dengan wajah tidak mengerti dengan maksud dari kakaknya itu.


"ya karena dia adalah anak dari istri kedua mungkin karena itu dia sudah terbiasa melindungi dirinya dan adiknya dari penindasan saudara saudara nya yang lain dan ibu tirinya" analisa carllo.


"wah benar, kakak sangat pintar, kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya" merasa tercerahkan.


"tapi kak saat bertemu gadis itu aku merasa dekat dengan nya, bahkan sebenarnya aku tidak bisa marah terhadapnya"


" ini menarik, apakah kamu menyukainya?"


"bukan itu maksud ku kak, ah sudah lah, kakak kadang sangat pintar tapi juga sangat bodoh, aku tidak ingin bicara dengan kakak." sedikit kesal.


"hahaha urus lukamu dengan baik"


Carllo berlalu pergi ke kamarnya karena dia memang sudah lelah, sering menggantikan papanya untuk melakukan pertemuan bisnis, dia masih dalam masa kuliah tapi juga sudah semester akhir dan sebentar lagi dia akan lulus.


*flashback Carllo off


setelah dia bertemu dengan aleska dan ruby tadi siang dia merasakan sesuatu. dan terfikir dengan perkataan rice malam sebelumnya jika dia merasa dekat dengan gadis itu.


"mungkin ini rasa yang di maksud dengan bocah itu" pikir carllo sambil membayangkan wajah rice yang babak belur malam itu.


carlo berbicara pada dirinya sendiri.


"ini akan menjadi semakin menarik".


"hahaha urus lukamu dengan baik"


dia berlalu pergi ke kamarnya karena dia memang sudah lelah, sering menggantikan papanya untuk melakukan pertemuan bisnis, dia masih sekolah tapi ini sudah akhir semester dan sebentar lagi dia akan lulus.


*flashback carllo of


setelah dia bertemu dengan aleska dan ruby tadi siang dia merasakan sesuatu.


carlo berbicara pada dirinya sendiri.


"ini akan menjadi semakin menarik".


di sisi lain, di mension utama keluarga Davidson, David dan putra sulungnya Devano baru saja kembali dari luar negri.


terlihat nyonya besar Amanda berdiri di depan pintu utama untuk menyambut kedatangan suami dan anaknya bersama dengan kepala pelayan dan semua pelayan yang sudah berbaris rapi.


melihat suaminya turun dari mobil terlebih dahulu , nyonya Amanda segera menyusul dan menyapa suami nya dengan anggun dan elegan.


"selamat datang, apakah perjalanan mu menyenangkan?" tanya Amanda dengan wajah berseri seri.


"ibu aku juga baru datang, kenapa ibu hanya sibuk menyambut ayah saja?" protes Devano yang juga baru keluar dari mobil, sambil tersenyum cerah ke arah ibunya itu.


"hahaha ke marilah putra ku! apakah perjalananmu menyenangkan?" tanya Amanda penuh kasih.


"tentu saja ibu, aku banyak belajar dari ayah" sambil melirik ke arah david yang berdiri di sebelah ibunya.


"benar, ternyata dia sangat berbakat" kata david membenarkan perkataan Devano.


Amanda sangat senang mendengar suaminya memuji putra kesayangannya.


"sayang ayo kita masuk, aku sudah menyiapkan makan malam spesial untuk kalian berdua" sambil berjalan pelan masuk kedalam rumah.


"ibu aku akan ke kamar dan mandi terlebih dahulu" ucap devano yang kurang nyaman karena merasa lengket dan gerah.


"baik lah, nanti kalau sudah selesai segera turun." sambil tersenyum ke arah putranya.


"baik lah ibu, oh ya bu kenapa aku tidak melihat Wanda dari tadi?" sambil melirik kiri kanan mencari keberadaan adik kesayangannya itu.


"jangan pikir kan dia, nanti juga akan muncul sendiri." terang Amanda sambil mengiringi langkah kaki suaminya menuju kamar mereka.


"hmm baik lah"


"ayo sayang, aku juga sudah menyiapkan air panas untuk kamu mandi"


"baik lah terimakasih" ucap david cukup puas, karena dia juga sudah merasa lengket akibat menempuh perjalanan yang cukup jauh.


David mencium kening istri nya sekilas dan berlalu pergi ke kamar tidur mereka untuk mandi.


setelah Devano dan tuan David selesai mandi mereka segera turun karena aroma masakan di lantai bawah sudah sangat menggoda.


"ibu, aku sangat lapar," sambil menarik kursinya dan duduk tepat di depan ibunya.


"kalau begitu, ayo kita langsung makan." ajak Amanda merasa puas dengan suasana.


tuan David juga sudah duduk si kursi kepala kelurga kebanggaannya.


"bu, kenapa Wanda masih belum kelihatan? apakah ibu masih sering memarahinya?" tanya devano sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"kamu selalu saja membelanya," sambil melirik ke arah Devano.


"kakak?" tiba tiba berjalan ke arah meja makan.


nyonya amanda langsung berhenti bicara mendengar suara wanda dan menoleh ke samping melihat wanda yang baru saja


datang.


"dari mana saja kamu, hingga aku dan ayah pulang saja kamu tidak tau." keluhan devano kepada adiknya itu.


"ah maaf kan aku kakak, ayah, apakah perjalanan kalian berdua menyenangkan?" melihat ke arah tuan david yang tengah makan dengan tenang.


"hmm ya begitu lah" jawaban singkat dari tuan David menjawab pertanyaan putranya wanda.


"Wanda dari mana saja kamu?" tanya Devano.